Guru Dunia Akhirat

Guru Dunia Akhirat
Kecup Cium


__ADS_3

Hal yang pertama kali terlihat di alam yang indah ini adalah tumpahan air yang membuat mata takjub, Pertama yang di rasakan Sisil saat menginjakan kaki di tepi sungai itu, dingin dan udara yang sejuk menimpa permukaan kulitnya, air itu turun dengan keras menimbulkan percikan seperti embun di pagi hari, bagi Sisil yang kini berada agak jauh dari air terjun itu.



Air yang hijau menabah rasa damai di hati, seakan semua keluh kesah bertumpah ruah di sana. Sisil menghirup dalam-dalam udara itu hingga seseorang memeluknya erat dari belakang.


"Sayang kau menyukainya? " Tanya Heru, sambil mencium lekuk leher Sisil.


"Aku menyukainya, ternyata untuk sampai ke tempat ini hanya perlu waktu tiga puluh menit, aku kira jauh, "


"Sayang kau itu sibuk belajar, sampai tidak tau di kota sendiri pun ada pemandangan yang sangat mengagumkan, " Heru membalikan tubuh Sisil hingga keduanya saling menatap.


"Ternyata suami ku ini asli sini ya?" Sisil mengalungkan kedua tangannya dileher Heru.


"Begitulah," Heru merapatkan tubuhnya ketubuh Sisil sampai tidak ada lagi celah diantara keduanya.


"Pulau yang kamu sebut itu namanya agak pelik, apa itu nama samaran? "


"Sebenarnya itu nama hanya karangan aku saja, karena aku lupa namanya, " Heru cekikikan dan sisilpun tertawa menanggapi.


"Dasar! " Sisil menepuk bahu Heru pelan.


"Bisa berenang? " Tanya Heru.


"Tentu, " jawab Sisil membuat Heru tersenyum jahil.


Perlahan Heru mendekatkan wajahnya pada Sisil sampai hidung mereka bersentuhan, tapi Sisil dengan lembut mendorong dada bidang Heru.


"Ini di tempat umum, " peringat Sisil.


"Tempat ini udah aku sewa, tidak akan ada yang menggangu kita sayang. " Heru menyingkirkan rambut Sisil yang menghalangi wajahnya, dan menyelipkannya ke telinga.

__ADS_1


"Oh gitu, jadi aman ya pantesan ini pelukan tidak kendor dari tadi!" Sisil mengetuk bahu Heru dengan telunjuknya.


Heru tidak menyahuti ocehan istrinya itu tatapan nafsu mulai menguasai matanya. Perlahan Bibir Heru mendarat mulus di permukaan bibir Sisil lalu ia pun menggerakannya, menyapit bibir Sisil dengan lembut mulai dari bagian atas dan bawah serta sesekali menyesapnya, menyisakan rasa berdesir dalam diri. Lidah yang mulai masuk tanpa permisi, mengajak bermain pada lidah sang kekasih hati saling memelit dan mengulum merasakan rasa manis cinta hingga suara ciuman itu menyatu dengan suara air terjun yang menyatu dengan alam.


Byurrrrrr


Keduanya pun menceburkan diri kesungai, awalnya Sisil terkejut karena sebenarnya Heru yang mendorong tubuhnya kesungai itu. Sampai Heru mengangakat tubuh Sisil.


"Ambilah oksigen sepuasnya kita akan bermain tahan nafas," Ucap Heru membuat Sisil mengerutkan kening bingung.


"Mas kau yakin akan bermain tahan nafas, aku bisa tahan nafas di air sampai dua menit lebih. "


"Benarkah? Kalau begitu kita coba, " Heru menenggelamkan tubuhnya sampai tidak nampak kepalanya di permukaan, setelahnya Sisil menyusul.


Di dalam air Heru terlihat menghampiri lalu melingkarkan kedua tangannya di punggung Sisil, entah kapan kini mereka saling bertautan bibir hingga terlihat gelembung keluar dari mulut mereka yang tengah menikmati ciuman itu. Keduanya memejamkan mata meresapi tiap sentuhan bibir dan lidah yang tengah saling melilit, tangan Heru perlahan memasuki baju yang dikenakan istrinya itu hingga sampai pada dua gundukan alami milik Sisil, diremasnya perlahan lalu jarinya memainkan puncak bintik itu dengan gemes sehingga membuat Sisil terasa melayang dalam air.


Tanpa mereka tau bahwa Oliv dan Elsa telah melihat adegan panas mereka walau adegan di dalam air tidak terlihat, tapi mereka sempat melihat ciuman mereka sebelum nyebur ke air, sampai akhirnya Elsa pun berbicara, " Oh Tuhan jiwa jomblo ku meronta!"


Sedangkan Rina terlihat dibelakang mereka tengah membuat konten untuk akun media sosialnya, jadi dia tidak begitu memperhatikan kejadian yang terlihat oleh Oliv dan Elsa. Sampai pada akhirnya tubuh Rina pun menabrak Oliv.


"Rina apa yang kamu lakukan aku hampir terjatuh! " terkejut Oliv dan menoleh pada Rina yang tengah tersenyum tidak niat itu.


"Maaf, aku terlalu fokus tidak lihat kamu di depan lagian kenapa jalannya berhenti? " tanya Rina membuat Oliv dan Elsa saling pandang.


"Tadi ada sepasang burung tengah bercinta diranting pohon itu, " ucap Elsa cepat menunjuk pada dahan pohon di atasnya,lalu kembali berjalan di pinggir sungai mendekati air terjun itu dan diikuti Oliv.


Setelah Rina dan Oliv pergi agak jauh Rina pun berniat menyusul tapi suara gemuruh air membuatnya terkejut hingga ponselnya pun jatuh ke sungai.


"Rina apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Sisil, ternyata yang membuat Rina terkejut adalah munculnya Sisil dan Heru dari sungai itu yang mengakibatkan suara gemuruh.


"Sil kau membuatku terkejut hingga ponselku nyebur kesungai, dan kenapa kalian tiba-tiba muncul dari dalam air? " pertanyaan Rina sontak membuat keduanya gelagapan, walau didengar dari ucapan Rina, dia tidak tau apa yang mereka lakukan di bawah sana jadi mereka sedikit tenang.

__ADS_1


"Biar aku bawakan ponselmu! " Heru mengabaikan ucapan Rina dan kembali menenggelamkan tubuhnya untuk mencari ponsel Rina.


"Ah itu kami sedang bermain tahan nafas, " Ucap Sisil dan malah membuat Rina menaikan alisnya sebelah.


"Sil bibirmu bengkak kamu baik-baik saja? "


"Jangan khawatir aku baik-baik saja kok, " Sisil mengeluarkan senyum terpaksanya hingga Heru pun menemukan ponsel Rina lalu memberikannya.


"Makasih banyak Pak! Wah, bukannya cuaca hari ini sangat cerah," ujar Rina dan bergegas meninggalkan Heru dan Sisil dengan sedikit berlari sampai dia pun tersandung dan jatuh kesungai.


"Rina kau baik-baik saja? " teriak Sisil.


"Aku baik, tenang saja, " Rina kembali kepermukaan, dia menyadari apa yang sudah dilakukan pasangan suami istri itu, sebenarnya yang harus malu itu mereka berdua tapi kenapa malah Rina yang merasa malu.


"Apa mereka melakukan itu di dalam air, bisa-bisanya," gumam Rina dan buru-buru menggelengkan kepalanya, menyingkirkan bayangan aneh yang mulai menguasai otaknya.


Rina tidak jadi menyusul Oliv dan Elsa yang berniat akan berenang tepat dibawah guyuran air terjun, dia malah kembali kepenginapan untuk mengecek ponselnya apakah masih hidup atau tidak.


Sedangkan Oliv dan Elsa kini mereka tengah berada di dekat air terjun.


"Kau Oliv senang bisa bertemu denganmu, " ucap Elsa menghampiri Oliv.


"Ia Kak sama, senang bisa kenal sama Kakak," Oliv tersenyum ke arah Elsa.


"Baiklah kau melihat semua itu dengan jelas kan tadi. segera lupakan atau kau akan selalu membayangkannya benar-benar mereka itu tidak tau tempat! " ucap Elsa membuat Oliv tersenyum.


"Tentu saja," sahut Oliv.


"Ngomong-ngomong kau bisa mengantarku membeli baju? "


"Bisa dong Kak, sekalian jalan-jalan aku suka kalau di ajak seperti itu tapi bisa ya ajak Rina? "

__ADS_1


"Temen kamu yang itu namanya Rina ya, ia deh terserah, " Elsa kembali berenang menghampiri air terjun dan di susul Oliv.


__ADS_2