
Malam harinya...
Bintang di langit bertaburan dengan indah. Kerlap-kerlip cahayanya mampu memanjakan mata. Ditambah sinar rembulan yang amat terang. Menambah keindahan langit yang gelap gulita. Begitu juga dengan Mira yang mulai berdandan untuk merubah penampilannya. Ia tampak lebih cantik setelah berusaha keras memoles dirinya. Dan pada akhirnya sang ibu pun terbelalak melihat putrinya.
"Mira? Ini putri mama?" Sang ibu yang baru saja pulang itu tampak terkejut dengan penampilan putrinya.
Mira membukakan pintu untuk ibunya. Ia pun tersenyum-senyum kepada ibunya. Ia berkata, "Mira pakai alat make up, Mama," katanya yang sontak membuat sang ibu tertawa.
"Anak mama sudah besar. Baiklah. Sekarang kita beli peralatan make up untuk seusiamu. Punya mama terlalu keras untuk kulit remaja sepertimu. Ayo, lekaslah bersiap."
Ibu Mira pun ingin mengajak putrinya berbelanja peralatan make up. Ia tampak senang dengan perubahan putrinya sekarang. Sedang Mira lekas berganti pakaian untuk berbelanja bersama ibunya. Ia dengan senang hati menyambut ajakan ibunya.
Sesampainya di mal...
__ADS_1
Mira dan ibunya sedang berkeliling mal besar yang ada di kota. Ia pun tampak senang dan memilih pakaian yang disukainya. Mira kini lebih banyak membeli blus dibandingkan kaus biasa. Ia ingin merubah penampilannya. Sang ibu pun tampak senang dengan perubahan anaknya.
Tak lama keduanya memutuskan untuk pulang setelah semua keperluan dibeli. Mira dan ibunya pergi menuju halaman parkir mal ini. Tapi saat baru tiba di pintu keluar, saat itu juga Mira dikagetkan dengan sebuah pemandangan di depan matanya. Mira melihat seorang wanita yang dijemput pria lain. Mira melihat pacar guru tarinya dijemput oleh pria yang entah siapa.
Astaga! Mereka?!
Mira pun melihat sendiri bagaimana pria itu yang mencubit pipi wanita tersebut. Ia pun lekas-lekas mengeluarkan ponselnya.
"Ada apa, Mira?" tanya sang ibu ke putrinya.
Mira pun ingin memotret wanita itu. Sang ibu pun melihat ke arah pandangan putrinya. Ia kemudian membiarkan Mira memotretnya. Sedang ia sendiri segera masuk ke dalam mobilnya. Ia menunggu anaknya di dalam sana.
Mira segera memotret dan men-zoom apa yang dilihatnya. Ini tidak baik. Kasihan sekali jika kak Jim sampai dikhianati pacarnya.
__ADS_1
Mira pun akhirnya mendapatkan foto wanita tersebut bersama pria itu. Ia kemudian lekas-lekas masuk ke mobil ibunya. Ia juga segera memakai sabuk pengamannya.
"Sepertinya ada sesuatu yang kau lihat?" tanya ibunya.
Mira mengangguk. "Aku melihat pacar guru tariku dijemput pria lain, Ma." Mira mengatakan sambil menoleh ke belakang.
Sang ibu tampak terheran. Tapi ia berusaha memaklumi keadaan. Sang ibu belum mau menanyakan keadaan yang sesungguhnya. Ia biarkan Mira menyelesaikannya terlebih dahulu. Ia pun segera menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju pergi. Membiarkan Mira melihat-lihat hasil jepretannya.
Sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi pada putriku. Apakah dia menyukai guru tarinya sampai sepeduli itu?
Beberapa hari kemudian...
Hari ini adalah hari pertama Mira menjalani studinya di sebuah sekolah menengah atas ibu kota. Ia pun memerhatikan sang guru yang sedang menerangkan mata pelajaran baru untuknya. Hingga tak terasa jam istirahat sudah tiba. Mira pun menuju ke perpustakaan sekolah untuk mengisi waktu istirahatnya.
__ADS_1
"Di sini lebih baik."
Ia mengambil buku untuk dibaca hari ini. Tapi tanpa sengaja ia melihat Jim yang sedang menerima telepon di sudut perpustakaan. Mira pun lebih mendekat ke arah Jim untuk mengetahui perbincangan apa yang sedang dilakukan gurunya.