GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Perpisahan


__ADS_3

Sebagai seorang teman pastinya ikut merasakan apa yang Lana rasakan. Mira pun memeluk Lana, mencoba memberi kekuatan. Tak berapa lama ibu Lana pun keluar dari sel tahanan. Ia ikut dibebaskan. Dan pada akhirnya mereka berbicara bersama. Ibu Mira mengajak ibu Lana berbicara.


Esok harinya...


Hari ini adalah Hari Jum'at. Hari di mana Mira harus bersedih untuk yang ke dua kalinya. Karena Lana akan pindah ke kota baru. Yang mana biaya hidupnya lebih murah. Karena sang ayah kini telah mendekam di penjara.


Setiap pekerjaan pasti mempunyai risiko tersendiri. Apapun itu dan di manapun itu. Begitu juga dengan pekerjaan Ayah Lana. Lahan basah ada di mana-mana. Maka jika hati tidak kuat, akan ikut terseret ke dalamnya. Dan hal itu dialami oleh ayah Lana. Yang mana Lana beserta keluarga harus terkena dampaknya.


"Lana, semoga kita bisa bertemu kembali."


Mira pun melambaikan tangannya ke arah Lana yang melaju pergi bersama ibunya. Perpisahan harus mereka lakukan hari ini. Tampak ibu Mira yang menemani putrinya.

__ADS_1


"Semoga semua ada hikmahnya." Ibu Mira pun mendoakan Lana dan keluarga.


Mira tampak bersedih. Ia harus kehilangan teman baiknya. Tapi ia juga berharap dapat bertemu kembali. Karena nyatanya tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana ke depannya. Begitu juga dengan Mira dan Lana. Masa depan masih panjang untuk diraih. Maka dari itu diperlukan perjuangan sekeras mungkin. Tak lain agar masa tua bisa menikmati hasil kerja dengan melimpah. Begitulah yang seharusnya dilakukan para kawula muda.


"Ayah menelepon?"


Dering ponsel terdengar sesaat setelah mengantarkan Lana dan ibunya pergi. Ibu Mira pun segera mengangkat telepon dari suaminya.


"Halo, Pa." Sang ibu menyapa suaminya.


Begitulah permintaan sang suami kepada istrinya sebelum pulang dari pelayaran panjang. Ibu Mira pun tampak menyanggupinya.

__ADS_1


"Baik, nanti segera mama siapkan. Papa hati-hati di perjalanan." Telepon itu pun tak lama berakhir.


"Kenapa, Ma?" tanya Mira segera.


"Papa bilang bosnya ingin mengajak makan malam di Hotel Horizon besok malam. Mama diminta mempersiapkan keperluan pesta untukmu. Sepertinya ada acara besar di sana," kata sang ibu.


"Oh ...." Mira pun mengangguk-angguk.


"Sekarang kita ke butik teman mama, ya. Kita cari gaun pesta yang bagus untukmu." Sang ibu pun mengajak putrinya.


Ada pasang, ada surut, ada malam, ada juga siang. Begitulah roda kehidupan yang terus berputar. Kadang suka, kadang juga duka. Sama seperti yang Mira rasakan. Ia baru saja mengantar keberangkatan teman baiknya. Yang mana membuat hatinya sedih dan berduka. Tapi tak lama sang ayah mengabarkan jika akan segera pulang dari pelayaran. Suka cita pun didapatkan.

__ADS_1


Kini Mira mensyukuri segala apa yang diterimanya. Ia sudah beranjak dewasa. Ia jadi lebih bisa menerima takdir hidupnya. Dan ia akan lebih bersemangat dalam meraih impiannya. Menyongsong masa depan dengan penuh ceria. Karena ia adalah Mira. Putri semata wayang ayah dan ibunya. Yang mempunyai mimpi besar dalam hidupnya.


Mira ingin membuat bangga kedua orang tuanya. Tentunya dengan prestasi bukan sensasi. Dan ia akan berusaha sekuat tenaga mewujudkannya. Ia akan terus berlatih tari dan juga bernyanyi. Untuk bekal kehidupannya nanti.


__ADS_2