
Mira pun lekas ke kamar mandi setelah mengambil peralatan mandinya. Jim pun menunggu di luar sambil menjaga barang bawaannya. Dan setelah ini mereka akan makan bersama.
Satu jam kemudian...
Mira dan Jim telah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. Dan kini keduanya sedang menunggu hidangan datang. Mereka duduk di gazebo pantai sambil menikmati deru ombak yang berkejaran. Mira pun tampak baru selesai mengabari ibunya. Membuat Jim menyadari jika Mira sangat sayang dengan ibunya.
Jim memerhatikan Mira. Ia perhatikan gadis yang telah berusaha membuatnya ceria. Ada suatu perasaan di hatinya yang menginginkan untuk lebih dekat dan lebih dekat lagi. Tapi Jim khawatir terbawa perasaannya. Ia baru saja terluka. Ia khawatir jika perasaannya hanya untuk menjadikan Mira pelarian semata.
"Kak, Kakak???" Mira pun menyadarkan Jim dari lamunannya.
"Ah, iya." Jim pun segera tersadar.
"Kak Jim baik-baik saja? Atau terlalu lelah?" tanya Mira kepada Jim.
Jim tersenyum. "Em, tidak. Aku merasa senang hari ini. Sudah lama sekali tidak bermain di pantai." Jim menerangkan.
"Lho, memangnya selama ini???" tanya Mira ingin tahu.
__ADS_1
Jim tertawa kecil. "Aku sibuk mengajar di tiga sekolah. Hari libur pun paling cuma ke tempat makan saja. Kau pasti berpikiran yang tidak-tidak tentangku, ya?" Jim menduga.
"Eh??? Tidak, Kak." Mira segera membela dirinya.
"Permisi. Pesanannya."
Ibu penjual mie ayam di pantai pun datang membawakan pesanan keduanya. Tak lama anak dari ibu itu ikut mengantarkan es dugan untuk Jim dan juga Mira.
"Silakan." Ibu penjual mempersilakan.
"Terima kasih." Mira pun berucap terima kasih. "Ayo, Kak. Langsung disantap. Aku sudah sangat lapar."
"Hahahaha."
Jim pun tertawa. Ia tertawa tak tertahan lagi. Mira pun segera menyadari maksud tawaan Jim itu dengan mie terakhir yang masih berada di mulutnya. Mira pun menegakkan duduknya lalu cepat-cepat mengunyah mie itu. Ia segera meneguk air dugannya. Mira seperti orang yang baru tersadar dari tidurnya.
"Mira-Mira. Astaga ...." Jim pun menggelengkan-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Em, Kakak. Maaf." Mira pun meminta maaf.
Jim mengangguk-angguk. Ia menarik napas panjang lalu menatap Mira tepat di mata.
"Kau lucu, Mira. Aku menyukaimu," kata Jim yang membuat Mira terperanjat seketika.
Dia ... menyukaiku???
Mira tak percaya dengan perkataan Jim. Tapi Jim segera mengusap kepalanya. Saat itu juga ia merasakan kasih sayang dari Jim. Deru ombak pun menjadi saksinya.
Jim tersenyum. "Kau anak baik. Tetaplah menjadi Mira yang kukenal." Jim pun mengusap rambut Mira lalu melepaskannya.
Mira terpana. Ia tersipu malu dengan wajah yang merah merona. Ia tak menyangka jika Jim akan mengatakan hal itu. Rasa yang ada di hatinya pun semakin tumbuh dan merekah. Mira jatuh cinta.
"Ayo kita makan lagi."
Jim pun mengajak Mira makan kembali. Jim membagi mie ayam miliknya yang masih belum sempat dimakan. Saat itu juga Mira jadi terharu sendiri. Ia tak percaya jika pria sebaik Jim sampai dikhianati.
__ADS_1
Sepulang dari pantai...
Mira dan Jim baru saja keluar dari pantai. Tampak Mira yang masih canggung untuk berpegangan. Keduanya menikmati perjalanan pulang dengan menaiki motor, dan dengan kecepatan sedang. Jim pun menoleh ke belakang, melihat Mira yang masih terdiam.