GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Tak Terduga


__ADS_3

Sore harinya...


"Kesal! Kesal! Kesal!"


Itulah tiga patah kata yang terucap dari mulut Mira saat baru sampai di rumahnya. Ia pun melempar tas kuliah ke sembarang arah. Hatinya kesal bak gemuruh ombak di lautan. Apa yang dilihatnya di kampus, membuatnya uring-uringan.


Dia sengaja mempertontonkan dikerubungi para mahasiswi di hadapanku? Dia ingin menunjukkan pesonanya di hadapanku? Kak Jim, kenapa kau seperti itu?!


Ada hati yang cemburu saat melihat Jim didekati wanita lain. Ada hati yang kesal saat Jim menjawab semua pertanyaan mahasiswi itu. Mira melihat dengan jelas bagaimana Jim yang kelabakan menanggapi setiap pertanyaan. Yang mana membuat Mira kesal. Mira pun menyangka jika Jim sengaja melakukannya. Tak lain tak bukan untuk membuatnya marah. Prasangka itu menyelimuti hatinya.


"Mira?" Tiba-tiba sang ibu masuk ke kamarnya.


"Mama?!" Mira pun kaget karena ternyata mamanya sudah berada di rumah.


"Kau sudah pulang? Cepat bantu mama masak untuk makan malam," kata ibunya.


Mira terkejut. "Mobil Mama mana? Mira tidak melihatnya di carport tadi?" tanya Mira.

__ADS_1


"Mobilnya masuk bengkel. Mesinnya tiba-tiba mati. Sudah lekas bantu mama, nanti kita bicarakan lagi." Sang ibu meminta.


Mira mengangguk. Ia pun lekas menguncir rambutnya. Ia akan membantu ibunya memasak untuk makan malam hari ini. Mira anak yang berbakti.


Pukul tujuh malam waktu ibu kota dan sekitarnya...


Malam telah datang. Langit pun cerah berbintang. Saat ini Mira baru saja selesai mandi setelah membantu ibunya memasak untuk makan malam. Tampak dirinya yang mengenakan blus putih untuk makan malam hari ini.


Mama memintaku memakai pakaian yang rapi. Memangnya ada apa ya?


Mira bertanya sendiri. Ia tidak banyak bertanya saat sang ibu menceritakan kejadian yang membuatnya khawatir. Di mana mobil yang dikendarai ibunya tiba-tiba mogok di jalan dan membutuhkan pertolongan. Mira tak lagi memedulikan alasan ibunya meminta dirinya mengenakan pakaian rapi. Mira menurutinya saja.


"Kak Jim?!" Ialah Jim yang datang ke rumah Mira malam ini.


Pria bersweter merah muda itu tersenyum kepada Mira. "Selamat malam, Mira." Ia pun menyapa Mira.


Bagai ombak menerjang tepi pantai. Mungkin pepatah itulah yang mendekati suasana hati Mira saat ini. Ia kesal karena melihat Jim menanggapi banyak pertanyaan mahasiswi di kampusnya tadi. Tapi kini Jim datang memberikan senyum untuknya. Seolah-olah ingin menghapus kesedihannya. Namun, Mira tetap dingin hati. Ia bersikap seadanya.

__ADS_1


"Kakak diundang mama?" Ia bertanya seperti itu.


Jim mengangguk. Tak lama ibu Mira pun keluar dari kamarnya. "Nak Jim? Masuklah!"


Dan akhirnya sang ibu mempersilakan Jim masuk ke rumahnya. Mira pun tak berdaya untuk menolaknya. Ia memberi jalan kepada Jim untuk masuk ke rumah.


Beberapa menit kemudian...


Malam ini ibu Mira tampak senang dengan kedatangan Jim. Ia pun meminta Mira mengambilkan makan malam untuk Jim. Sontak Mira menolaknya. Tapi sang ibu seperti tidak menerima penolakan. Alhasil Mira mengambilkan nasi untuk Jim dengan raut wajah menahan amarah. Ia diam dan tidak bicara apa-apa. Mira kesal bercampur malu di hadapan dosennya.


.........


...Mira...



...Jim...

__ADS_1



__ADS_2