GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Ingin Bertemu


__ADS_3

Esok harinya...


Pagi-pagi Mira sudah mengenakan celana dan jaket olahraganya. Ia menguncir satu rambutnya lalu memakai sepatu olahraga. Mira ingin pergi ke stadion olahraga pagi ini. Tapi sayang, ia tidak bisa secepatnya ke sana.


"Mau ke mana, Mira?" Sang ibu pun memergoki putrinya.


Mira menoleh. "Em, aku mau lari pagi, Ma." Mira menjawabnya.


Sang ibu tampak curiga. Ia berjalan mendekati putrinya. Sedang Mira harap-harap cemas. Jantungnya berdetak keras karena takut ketahuan alasan yang sebenarnya.


Sang ibu memegang wajah putrinya. "Apakah ada sesuatu yang Mira sembunyikan dari mama?" tanya ibunya.


Mira menelan ludahnya. "Tidak ada kok, Ma. Mira hanya ingin berolahraga saja." Mira menjelaskannya.


"Kenapa, Kak?" Tiba-tiba istri paman Mira keluar dari kamar.


Ibu Mira menoleh ke adik iparnya. "Mira ingin berolahraga. Tapi tidak ada temannya. Aku khawatir jika dia pergi sendirian ke sana," kata ibu Mira yang mengkhawatirkan putrinya.

__ADS_1


"Oh." Sang bibi tampak mengerti. "Bibi juga kebetulan sudah lama sekali tidak keliling kota ini. Bibi akan ikut denganmu ya." Bibi Mira ingin ikut.


Saat itu juga jantung Mira berdetak kencang. Ia tak tahu harus beralasan apa untuk menolak bibinya. Sementara sang mama tampak memerhatikan dirinya. Mira tidak mungkin menolak atau membohongi ibunya.


Mira mengangguk. Karena hanya itu yang bisa ia lakukan. Sang bibi pun tampak mengerti.


"Kalau begitu tunggu sebentar." Bibi Mira pun segera membasuh wajahnya.


Pagi ini Mira akan pergi ke stadion olahraga untuk menemui Jim di sana. Karena tidak mungkin baginya bertemu di tempat lain apalagi di mini market dekat rumahnya. Bisa-bisa ia ketahuan ibunya. Lagipula Jim meminta Mira datang ke stadion olahraga. Sehingga Mira ingin memenuhinya.


Aku harap kak Jim ada di sana.


Keduanya pun segera masuk ke dalam mobil lalu berpamitan untuk menuju ke stadion olahraga. Mereka akan lari pagi bersama. Tampak ibu Mira yang memerhatikan putrinya.


Sepertinya aku harus bicara padanya.


Ibu Mira merasa perlu bicara kepada putrinya. Ia pun memutuskan untuk segera bicara. Ibu Mira khawatir putrinya salah langkah. Ia ingin ikut membantu memecahkan masalah yang ada.

__ADS_1


Sesampainya di stadion olahraga...


Udara pagi ini begitu segar. Mira dan bibinya pun baru sampai di depan stadion olahraga. Mereka turun dari mobil bersama.


"Akhirnya kita sampai." Bibi Mira melepas sabuk pengamannya. Begitu juga dengan Mira. "Mira, di sini ada yang jual es tape ketan hitam tidak, ya? Bibi ingin sekali makan itu." Sang bibi menanyakannya.


Mira celingak-celinguk. "Sepertinya ada, Bi. Ayo!" Mira pun mengajak sang bibi keluar.


Keduanya turun dari mobil lalu menghampiri pedagang kaki lima yang berjualan di sekitaran stadion. Bibi Mira pun melihat-lihat menu apa saja yang dijual di sana.


"Mira mau apa?" tanya sang bibi.


Mira tampak gelisah. "Em, Bi. Mira keliling dulu saja. Bibi tunggu di sini ya. Nanti secepatnya Mira kembali." Mira meminta izin.


"Oh, begitu. Baiklah." Bibi Mira pun mengiyakannya.


Mira tersenyum. Ia segera memakai hodie jaketnya. Ia pun mulai berlari kecil untuk masuk ke dalam stadion olahraga ini. Tak berapa lama ia juga mengeluarkan ponsel yang dibawanya. Mira segera mengirimkan pesan kepada Jim.

__ADS_1


__ADS_2