GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Dikejar Takdir


__ADS_3

Siang harinya...


Kenapa?! Kenapa harus bertemu lagi?!


Saat ini Mira baru saja sampai di rumahnya. Saat ini juga Mira merebahkan dirinya di atas kasur dengan perasaan yang lelah. Hari ini benar-benar tak disangka olehnya. Di mana ia bertemu kembali dengan Jim. Jim adalah dosen program studi Mira.


Bingung, kalut, gundah bercampur menjadi satu di pikirannya. Niat hati ingin menjauh, tetapi ternyata semesta tidak setuju. Semesta kembali mempertemukan mereka. Dan kini Mira harus menjalani hari-harinya di kampus bersama Jim. Jim yang bertanggung jawab terhadap perkembangan mata kuliah Mira.


Gadis itu menghela napas panjang-panjang. Ia pun melihat langit-langit kamar. Terbesit perkataan ibunya yang terulang lagi. Di mana ada tiga hal di dunia ini yang tidak bisa dihindarinya. Mira pun tampak pasrah. Ia seperti tidak bisa berbuat apa-apa.


Ini gawat! Bisa-bisa kami semakin dijodohkan saja. Ya Tuhan, kenapa harus bertemu kembali dengannya? Dan dia jadi dosen studiku sekarang? Apakah kami memang ditakdirkan bersama?

__ADS_1


Takdir itu seolah mengejarnya. Di mana ada Mira, di situ ada Jim. Jim seolah mengikuti Mira ke mana saja. Membuat gadis itu pusing sendiri menghadapi takdirnya. Ia pun memegang gelang pemberian dari Jim. Mira tampak memandanginya.


"Kakak, kenapa kau selalu ada di mana aku berada?"


Mira tersenyum melihat gelang itu. Gelang berbentuk setengah hati masih ia pakai di tangannya. Ia juga melihat Jim masih memakai gelangnya tadi. Gelang bak magnet yang kuat untuk mereka. Seolah tidak ada yang bisa memisahkan keduanya. Dan akhirnya Mira pasrah terhadap takdir yang harus dijalaninya.


Beberapa hari kemudian...


Semilir angin menyapu helaian demi helaian rambut Mira yang berdiri di teras kelas lantai dua kampus. Ia seorang diri di sana sambil memerhatikan keadaan kampus dari atas. Tampak pandangan matanya tertuju pada para mahasiswa yang sedang bermain basket di sana. Mira pun ingin ikutan. Tapi ia merasa tak pantas lagi untuk melakukannya.


Dan itulah yang ada di pikirannya. Tak berapa lama ia pun melihat sesuatu tengah berjalan di sisi lapangan kampus. Ialah Jim bersama beberapa mahasiswi yang mengerubunginya.

__ADS_1


"Dosen Jim, apakah Dosen akan mengajar di kelas kami?" tanya seorang mahasiswi kepada Jim.


"Aku juga mau diajar oleh Dosen Jim. Tapi aku fakultas tani," kata yang lainnya.


Ternyata oh ternyata, siang ini Mira melihat Jim dikerubungi mahasiswi di kampusnya. Mira juga melihat bagaimana mahasiswi-mahasiswi itu yang bertingkah berlebihan kepada Jim. Dan entah mengapa rasa kesal itu muncul di hatinya. Seolah tak terima jika Jim didekati wanita lain.


Dia sengaja lewat sini agar terlihat olehku?!


Mira pun kesal saat melihat pemandangan itu. Ia memukul pagar teras lalu pergi berlalu. Sontak Jim menyadari asal suara gaduh itu. Ia pun melihat Mira yang berlalu. Semburat senyum itu pun terlukis di wajahnya. Jim menyadari jika Mira cemburu padanya.


Mira, ternyata kau masih menyayangiku.

__ADS_1


Jim merasa senang. Ternyata Mira masihlah sama seperti yang dulu. Jim pun berharap perasaan Mira selalu sama kepadanya. Sebagaimana perasaannya kepada Mira.


Jim berharap mereka benar-benar ditakdirkan bersama. Dalam suka, dalam duka. Untuk menjalani bahtera hidup bersama dengan penuh suka cita.


__ADS_2