GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Bimbang


__ADS_3

...Mira...



...Jim...



.........


"Kau tidak ingin berpegangan padaku?" tanya Jim ke Mira.

__ADS_1


Langit sore menjadi saksi kebersamaan ini. Mira pun terkejut dengan pertanyaan yang diajukan Jim. Ia masih tampak ragu untuk bepergangan pada Jim karena belum terbiasa. Tapi Jim cukup mengerti bagaimana anak seusia Mira. Jim lalu memegang tangan Mira dari depan. Ia melingkarkan kedua tangan Mira ke perutnya. Alhasil Mira pun terbelalak seketika.


"Rebahkan kepalamu di pundakku."


Dan akhirnya Jim mengatakan hal itu. Hati Mira pun jadi tersentuh. Angin perjalanan yang berembus menjadi saksi kehangatan yang Mira rasakan. Jim memperlakukannya dengan baik. Dan pada akhirnya Mira pun merebahkan kepalanya di bahu Jim. Ia mencoba menikmati kenyamanan yang Jim berikan. Jim pun tersenyum di balik helmnya. Perasaan itu semakin tumbuh di hatinya. Jim ternyata menyayangi Mira.


Malam harinya...


Kak Jim, terima kasih. Kau begitu melindungiku hari ini. Kau juga mengantarkanku sampai ke depan rumah walau tidak berani masuk ke dalamnya. Bolehkah aku mengatakan jika aku menyukaimu?


Sebagai seorang remaja, rasa cinta itu bisa datang kapan saja. Masa pubertas adalah masa-masa di mana gejolak kawula muda membahana. Hampir menghiasi setiap sudut hati yang terkenanya. Dan terkadang seseorang yang sudah terkena, dilanda mabuk cinta. Begitu juga dengan yang dialami Mira. Tapi Mira pun tersadar dengan perasaannya. Ia tidak boleh bersikap berlebihan karena bisa membuat Jim ilfeel padanya. Mira harus bersikap biasa-biasa saja.

__ADS_1


Sementara Jim sendiri tampak memikirkan perjalanan yang telah dilaluinya hari ini. Ia duduk di atas kasur, di dalam kamarnya yang kecil. Di bawah lampu luar yang menyinari kamarnya. Ia pun memikirkan Mira. Sosok gadis yang dengan segenap hati berusaha membuatnya tertawa. Logika Jim pun bertarung dengan perasaannya. Ia khawatir salah langkah.


"Aku tidak bisa membantumu. Tapi aku bisa menjadi kekuatanmu. Kau bisa bercerita padaku, Kak."


Dan itulah perkataan Mira yang sangat mengena di hati Jim. Harus Jim akui jika membutuhkan Mira sebagai tempat bercerita. Tapi ia juga takut terlarut perasaannya.


Aku khawatir jika benar-benar menyukainya dan dia juga menyukaiku. Aku belum tahu perasaan apa yang ada di hatiku ini. Harus kuakui jika aku memang bahagia saat bersamanya. Tapi aku juga takut jika perasaan ini hanya sebatas pelarian saja. Aku takut menyakiti hatinya.


Jim baru saja terluka. Ia dikhianati kekasihnya yang sudah lima tahun menjalin hubungan. Dan saat itu terjadi, Mira datang memberi kekuatan untuknya. Jim pun tersadar jika ia membutuhkan Mira. Tapi ia takut terlarut dan terhanyut ke perasaannya. Jim takut menyukai Mira hanya sebatas pelarian saja. Sedang Jim tidak ingin menyakiti hati Mira.


Dia masih terlalu kecil untukku. Usianya pun baru lima belas tahun. Sedang aku sudah dua puluh lima tahun. Kami berbeda sepuluh tahun jaraknya. Tapi dia bisa bersikap dewasa saat bersamaku. Apakah dia mempunyai rasa yang sama padaku? Mira, tolong jangan sakiti hatimu. Karena aku tidak ingin menyakitinya. Jangan terlalu berharap lebih padaku.

__ADS_1


__ADS_2