GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Menerima Tamu


__ADS_3

Esok harinya...


Hari ini adalah Hari Kamis. Mira pulang cepat dari sekolahnya dengan menaiki bis. Pukul sebelas siang ia sudah sampai di rumah. Karena hari ini hanya mencatat jadwal mata pelajaran saja. Sedang Hari Senin sudah mulai aktif belajar.


Tentu saat Mira pulang, sang ibu sudah pergi bekerja. Ibu Mira merupakan seorang administrasi di salah satu klinik rumah sakit. Sehingga terbiasa pulang bekerja pada pukul dua siang. Yang mana langsung menjemput Mira di sanggar tarinya.


Kini gadis cantik nan tomboy itu meletakkan tas sekolah di atas meja belajarnya. Ia pun segera berganti pakaian dengan mengenakan pakaian santai. Tak lama sebuah dering telepon pun terdengar olehnya. Mira pun segera melihat siapa gerangan yang meneleponnya. Dan ternyata, Lana.


"Halo?" Mira pun mengangkat telepon dari Lana. Mereka mulai dekat sehingga saling bertukar nomor telepon.


"Mira, kau di mana? Sudah pulang sekolah belum? Hari ini aku cuma class meeting saja. Aku ingin ke rumahmu," kata Lana dari seberang telepon.


"Oh ...," Mira pun berpikir cepat untuk menjawab. "Aku di rumah. Baru sampai. Kau ingin ke rumahku?" tanya Mira memastikan.


"He-em. Aku OTW ya. Kirimkan saja denah lokasinya. Aku diantar supir," kata Lana lagi.


"Baiklah."

__ADS_1


Mira pun mengangguk. Tak lama kemudian sambungan telepon mereka berakhir. Mira pun menunggu Lana datang ke rumahnya.


Mungkin tak apa Lana ke rumahku. Aku telepon ibu saja dahulu.


Mira pun segera menelepon ibunya untuk mengabarkan jika ada temannya yang ingin datang ke rumah. Sang ibu pun menjawab teleponnya. Dan akhirnya diizinkan. Mira jadi tenang menerima tamu setelah mendapat izin dari ibunya. Ia pun menunggu kedatangan Lana.


Dua puluh menit kemudian...


"Hai!" Lana begitu semringah melihat Mira membukakan pintu untuknya. "Eh, kok sepi?" Lana pun melihat-lihat rumah Mira.


"Ibuku sedang bekerja. Tapi aku sudah bilang jika kau mau ke sini." Mira menyambut Lana datang.


"Ayahku bekerja di kapal pesiar. Dia pulang tiga bulan sekali. Jadi tidak ada di rumah saat ini," kata Mira lagi.


Keduanya kemudian duduk di kursi tamu bersama. "Kau anak tunggal ya?" Lana ingin tahu banyak tentang Mira.


Mira mengangguk.

__ADS_1


"Wah, enak sekali. Aku tiga bersaudara dan kakakku laki semua. Mereka seringkali bertengkar jika berada di rumah." Lana menceritakan sambil memijat kepalanya.


Mira tertawa. "Kau mau minum apa? Aku punya softdrink rasa apel. Mungkin kau mau." Mira menawarkan.


"Ya. Aku mau." Lana pun menrima tawaran Mira.


Lana adalah tipikal gadis periang. Berbeda dengan Mira yang lebih banyak diam. Sehingga saat keduanya bertemu seperti minyak dan air di kuah mie. Saling melengkapi walaupun tidak bisa bersatu. Karena Mira selama ini lebih dekat dengan teman lelaki. Ia merasa canggung jika berteman dengan perempuan. Tapi saat bertemu Lana, semuanya berangsur-angsur berubah.


"Ini, silakan." Mira pun membawakan dua kaleng softdrink beserta cemilan untuk dimakan bersama.


"Terima kasih." Lana pun segera mencicipinya.


"Kau diantar supir ya?" tanya Mira sambil melihat ke depan rumah.


Lana mengangguk. "Tapi dia kusuruh pergi. Nanti kita berangkat bersama saja ke sanggar. Aku akan meminta supir menjemput lagi," kata Lana.


"Memangnya tidak merepotkan?" tanya Mira segera.

__ADS_1


Lana tertawa. "Ya, tidak. Santai saja. Lagipula aku bete kalau harus terus di rumah. Jadi aku main ke sini dulu. Baru ke sanggar," terang Lana ke Mira.


__ADS_2