GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Terpaksa


__ADS_3

Mira diam. Ia tidak menjawab panggilan ibunya. Tampak sangat ibu yang menghela napas di depan pintu kamarnya. Ia pun pergi lalu kembali dengan membawa kunci cadangan pintu kamar anaknya. Ia membuka pintu kamar Mira. Mira pun terkejut saat sang ibu membuka pintunya.


Mama?!


"Mira, kenapa tidak membuka pintunya?" Sang ibu terlihat bersabar menghadapi sikap putrinya.


Mira mengusap air matanya. "Mama tidak lagi memedulikan Mira. Mama bertindak tanpa memikirkan bagaimana perasaan Mira." Mira berkata seperti itu.


Sang ibu menelan ludahnya. Ia menarik napas dalam-dalam lalu berjalan mendekati putrinya. Ia duduk di pinggir kasur anaknya. Ia pun mengusap wajah putrinya.


"Maafkan mama, Mira. Keputusan ini sudah tidak dapat diubah lagi. Mama dan ayah harus pergi jauh dan tak ada yang menjagamu di sini," katanya kepada Mira.


"Apa?!" Seketika Mira pun terkejut dibuatnya. Ia menoleh cepat ke ibunya. "Maksud Mama?"

__ADS_1


Sang ibu mengangguk. "Papa akan pindah ke pelayaran Eropa. Mama juga harus ikut ke sana. Tidak ada pilihan lagi sekalian menikahkan kalian secepatnya."


Dan akhirnya Mira tahu alasan sang ibu yang ingin cepat-cepat menikahkannya. Ternyata kedua orang tuanya akan pergi jauh dari ibu kota. Mira pun tak menyangka.


Satu bulan kemudian...


Lampu-lampu taman menjadi saksi pertemuan dua keluarga yang menjalin hubungan lebih dekat lagi. Di sana, di vila keluarga milik ayah Jim, proses janji suci itu telah dilaksanakan. Dan kini sepasang pengantin muda itu telah sah melepas masa lajang. Mira dan Jim menikah. Tampak keduanya yang menebarkan senyuman kepada sanak saudara. Tapi sayang, senyum Mira hanya sebatas di depan kamera.


Sedari tadi Mira bersandiwara untuk menyenangkan hati ayah dan ibunya. Bahkan saat pesta dansa dilangsungkan, ia tampak enggan menatap Jim. Mira masih memendam kekesalam terhadap guru tarinya itu. Jim pun menyadarinya. Ia mencoba menanyakan apa alasan Mira. Tapi sayang, Mira hanya diam saja.


"Mira, kau masih marah padaku?" Jim menanyakan kepada Mira. Pesta dansa itu masih berlangsung di tengah kedua keluarga yang berbincang ria.


Mira diam. Ia tidak bicara sama sekali. Jim pun tampak ragu untuk lebih mendekatkan dirinya ke Mira.

__ADS_1


Aku harus lebih agresif. Dia sudah menjadi istriku.


Tapi status itu telah mengikat keduanya secara resmi. Jim dan Mira telah mengikat janji suci. Ia akhirnya mengalah kepada Mira. Ia tak peduli lagi didiamkan Mira berlama-lama. Pada akhirnya ia pun ingin mencium Mira. Sekalipun gadis yang telah menjadi istrinya itu mengabaikannya.


Mira, maaf jika aku salah.


Tapi saat ingin mencium, saat itu juga Jim teringat dengan apa yang terjadi di vila waktu itu. Di mana sang ayah menggagalkan ciumannya. Jim pun tidak jadi mencium Mira.


Dia kenapa?


Mira sendiri tertegun. Ia merasa aneh dengan sikap Jim.


"Em, maaf. Nanti saja." Jim pun membatalkan ciumannya.

__ADS_1


Mira mengernyitkan dahinya, seolah bertanya kenapa. Jim pun menyadarinya.


"Nanti saja. Aku trauma ayahku menggagalkannya," katanya polos kepada Mira.


__ADS_2