GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Canggung


__ADS_3

Jim berterus terang. Saat itu juga Mira menahan tawanya. Keduanya pun terus berdansa di antara lampu-lampu taman yang indah. Cinta keduanya direstui semesta. Jim dan Mira telah sah menikah.


Malam pengantin...


Ayah dan ibu Mira menutup malam dengan berpesan kepada anak dan menantunya sebelum beristirahat dari lelahnya pesta. Tampak Jim yang bicara kepada ayah Mira. Sedang Mira bicara dengan ibunya. Keduanya diantar menuju kamar pengantin mereka. Yang mana sudah didekorasi seindah dan senyaman mungkin oleh pihak keluarga.


"Mira, mulai sekarang biasakan dirimu tidur bersama Jim. Dia sudah menjadi suamimu." Dan begitulah yang dipesankan ibu Mira kepada putrinya.


Mira diam. Ia tidak menjawab apa-apa. Sampai akhirnya sang ibu mengantarkan putrinya ke depan kamar. Sang ibu pun lekas berpamitan kepada Mira. Ia juga ingin beristirahat segera.


Apa yang harus kulakukan sekarang?


Sedang Mira diterpa dilema. Ia pun masuk ke kamar lalu duduk di pinggir kasurnya. Tak lama Jim juga datang, membuka pintu kamar begitu selesai bicara dengan ayahnya. Tampak Jim yang berjalan mendekati Mira. Ia duduk di sebelah istrinya.

__ADS_1


"Em." Jim tampak ragu untuk memulai pembicaraan. "Papa berpesan agar kita saling terbuka satu sama lain," katanya kepada Mira.


Mira tidak menggubrisnya. Ia hanya mendengar saja.


"Mira, apakah ada suatu kesalahan yang telah kuperbuat hingga kau seperti ini?" Jim pun menanyakannya.


Mira menoleh sejenak. "Tidak ada." Ia pun berkata seperti itu.


"Begitu ...."


"Mira, maafkan aku jika telah salah bersikap padamu." Jim meminta maaf kepada Mira.


Mira masih memalingkan wajahnya. Ia tampak enggan untuk mengungkapkan keadaan hatinya. Mira malu mengakui kecemburuannya waktu itu. Tapi ia juga merasa kasihan kepada suaminya. Karena sebulan ini ia banyak diam dan bicara seperlunya saja. Mira tidak tega, tapi ego itu masih menguasai hatinya.

__ADS_1


Dia masih diam seperti ini?


Sementara Jim merasa bingung harus bersikap bagaimana. Malam pengantin yang seharusnya disambut bahagia malah kaku seperti batu. Jim pun akhirnya menyerah. Ia pasrah didiamkan Mira.


Mungkin aku tidak perlu bicara lagi. Pakai bahasa tubuh saja.


Pelan-pelan tangan Jim pun bergerak untuk meraih tangan Mira. Jim tampak ragu melakukannya. Tapi hanya hal itu yang bisa ia lakukan untuk memecah suasana. Hingga akhirnya Jim berhasil meraih tangan Mira. Ia pun menggenggamnya. Saat itu juga Mira menoleh ke arahnya. Ia melihat tangannya dipegang oleh Jim. Mira pun tersenyum kepada pria di sampingnya. Ia tidak bisa mendiamkan Jim lebih lama. Ia harus mengakui jika mencintai guru tarinya.


Beberapa hari kemudian...


Burung-burung berterbangan di atas pantai yang indah. Awan putih berarak menjadi saksi langkah kaki kedua insan yang baru saja menikah. Jim dan Mira kembali mengunjungi pantai, tempat mereka pertama kali berlibur bersama. Tampak Jim yang bernostalgia dengan keadaan sekelilingnya. Ia pun mengajak Mira bermain di sana.


"Mira, kemarilah!"

__ADS_1


Sepasang pengantin baru itu menikmati masa-masa indah setelah pernikahan. Mira pun mendekati Jim yang berdiri di pinggir pantai. Ia tahu jika tidak ada gunanya melawan takdir yang telah digariskan. Mira menerima takdirnya. Sang suami pun mengajaknya duduk di tengah ombak kecil yang datang.


__ADS_2