GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Bertemu


__ADS_3

Tak lama seorang pria muda datang menghampiri Park dan Malik. Ia terbalut jas berwarna putih. Ia tampan dan juga rupawan. Senyumannya indah seperti bunga mawar yang merekah.


"Lama sekali." Sang ayah menggerutu padanya.


"Maaf, Yah. Tadi aku lama mencari Ayah," terang pria muda tersebut.


Park menyadari jika ada teman lamanya. Ia kemudian mengenalkan putranya. "Oh, ya. Ini putraku. Namanya Jim." Park berbicara kepada Malik.


"Om." Pria muda itu pun menyapa ayah Mira.


Ayah Mira tersenyum. "Sepertinya perbedaan usianya dengan putriku tidak terlalu jauh." Malik menduga.


"Putri? Kau punya seorang putri?" tanya Park ke Malik.


Malik mengangguk. Ia kemudian menoleh ke belakang. "Mira, kemari!"

__ADS_1


Saat itu juga pria muda yang merupakan anak dari teman lama ayah Mira melihat Mira di sana. Wajahnya pun terbelalak seketika.


Mira ...?!


Pria muda itu adalah Jim, guru tari Mira sendiri. Tiga tahun yang lalu ia mengajar di kelas tari Mira. Tapi setelah itu ia memutuskan untuk ke luar kota karena diminta membantu orang tuanya. Dan kini Jim datang kembali ke kota ini. Yang mana ia melihat seorang gadis cantik jelita memakai gaun malam yang anggun sekali.


Mira datang ke ayahnya. "Ayah?"


Saat itu juga Mira melihat siapa saja yang ada di dekat ayahnya. Ia pun melihat ada seorang pria yang dikenalnya. Sontak Mira terbelalak seketika.


"Kak Jim?!" Mira pun tak percaya akan melihat Jim di sini.


Malik dan Park tampak heran sendiri. "Kalian sudah saling mengenal?" tanya keduanya.


Mira diam. Begitu juga dengan Jim. Keduanya saling bertatapan untuk memastikan jika benar apa yang dilihat ini. Mira pun melihat tangan Jim. Begitu juga Jim yang melihat ke tangan Mira. Dan ternyata mereka masih sama-sama saling memakai gelang itu. Sepasang gelang titanium yang jika digabungkan berbentuk hati. Sontak Mira dan Jim terkejut sendiri.

__ADS_1


Kak Jim, akhirnya kita bertemu lagi.


Mira sendiri seperti tidak bisa berkata apa-apa. Jantungnya berdegup kencang seakan ingin lompat dari tempatnya. Mira girang, gembira, dan sedih yang menjadi satu di hatinya. Ternyata ia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Jim seorang. Sedang Jim terlihat menelan ludahnya. Ia tidak menyangka akan bertemu Mira malam ini. Di mana aura keanggunan Mira begitu terlihat di matanya. Jim terpesona.


Kaukah gadis kecilku, Mira?


Tak lama seorang pria bertuxedo hitam pun datang menaiki panggung acara. Ialah pembawa acara pesta pernikahan malam ini. Yang mana ia mengabarkan jika acara sakral akan segera dimulai. Para hadirin pun diminta untuk berdiri.


Satu jam kemudian...


Pesta pernikahan malam ini berlangsung meriah. Ikrar janji suci pun berjalan dengan khidmat. Terlihat Mira dan Jim yang berdiri berdampingan di tengah pesta. Keduanya melihat sepasang pengantin yang telah sah menikah. Dan sang pembawa acara pun mempersilakan mempelai pria mencium mempelai wanitanya. Saat itu juga Jim menoleh ke Mira.


Dia tumbuh cantik dan dewasa. Mira, kau memang memesona.


Jim melihat Mira dari matanya. Ia pun merasa senang karena bisa bertemu kembali dengan Mira di sini. Mira pun merasa diperhatikan oleh Jim. Ia kemudian menoleh ke arah Jim yang berdiri di sisi kanannya. Mira pun mengerlipkan matanya kepada Jim.

__ADS_1


"Kak Jim?" Mira menyapa.


"Em, iya."


__ADS_2