
"Mira?" Jim tampak berpikir sejenak. "Oh, ya. Maaf, Mira. Aku baru bangun tidur. Ada apa menelepon malam-malam? Apakah ada keperluan penting?" tanya Jim segera. Ia ternyata baru terbangun dari tidurnya.
Mira segera berpikir cepat. "Hari Rabu nanti Kakak mengajar tari tidak, ya? Aku ingin sekali belajar menari zumba." Mira beralasan.
"Oh ...," Jim menyandarkan punggung di bantalnya. Ia duduk di kepala kasurnya. "Kau tertarik ikut festival zumba?" tanya Jim lagi.
Festival Zumba?!
Sontak Mira kaget sendiri. Ternyata perkataan yang asal-asalan itu terbukti ada festivalnya.
"Memangnya di mana, Kak?" tanya Mira ingin tahu.
"Di Hotel Horizon. Dua minggu lagi akan diadakan festival zumba di sana. Ada tiga kategori yang dilombakan. Kau mau ikut?" tanya Jim lagi.
Mira tersenyum tak jelas mendengarnya. "Em ... aku tak bisa, Kak. Kecuali Kak Jim yang mengajariku. Kak Jim punya waktu untuk bertemu denganku?" Mira segera menanyakannya.
Saat itu juga Jim terdiam. Ia tersentak dengan pertanyaan Mira. Ia menyadari jika Mira adalah gadis yang pintar. Yang mana bisa mengarahkan pembicaraan. Karena tujuan utama Mira adalah untuk bertemu dengannya.
__ADS_1
"Sebentar ya. Aku lihat jadwal mengajarku dulu."
Jim pun membuka kalender di ponselnya. Ia melihat jadwal hariannya minggu ini. Ia kemudian berkata, "Sabtu malam aku kosong. Kau ingin bertemu?" Jim pun bertanya.
Sabtu malam? Malam Minggu?
Mira pun segera memikirkannya. "Em, baiklah. Kita mau bertemu di mana, Kak?" Mira tampak tidak keberatan.
"Em ...," Jim tampak berpikir di sana. "Aku belum berani datang langsung ke rumahmu. Bagaimana kalau kita janjian saja?" Jim bertanya.
"Di mini market terdekat rumahmu saja. Yang ada kursi terasnya. Kita bisa mengobrol sambil bersantai di sana. Kau keberatan?" Jim memastikan.
Mira mengingat-ingat apakah ada janji sebelumnya atau tidak. Ia kemudian berkata, "Baiklah. Sabtu malam pukul tujuh aku tunggu Kak Jim di sana ya." Mira membuat kesepakatan.
Jim mengangguk. "Oke." Ia pun menyetujuinya. Dan akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu. Mira pun riang seketika.
Beberapa hari kemudian...
__ADS_1
Malam minggu akhirnya tiba. Di mana Mira telah membuat janji temu dengan Jim. Dan kini ia baru sampai di mini market terdekat rumahnya. Tentunya Mira juga sudah izin kepada ibunya. Mira pun membeli es krim sambil menunggu Jim datang. Ia segera membayar di kasirnya. Tapi saat itu juga ia kaget melihat Jim sudah berada di sampingnya.
"Kakak?!" Mira tak percaya.
"Biar aku saja yang bayar." Jim pun membayarkan es krim yang dibeli Mira.
Keduanya mengenakan jaket hodie malam ini. Hanya saja berbeda warnanya. Bisa dibilang malam ini adalah malam pertama bagi Mira janjian dengan pria. Dan pria itu adalah Jim. Karena minggu ini ternyata Jim tidak mengajar di sanggarnya. Ia sibuk dengan tugas mengajar di sekolah.
Keduanya kemudian duduk di paling ujung agar bisa leluasa berbicara. "Aku pikir Kakak belum datang." Mira pun membuka percakapan.
Jim tersenyum. "Aku sudah lima belas menit yang lalu di sini," terang Jim. Ia kemudian membuka botol softdrink-nya.
"Benar, kah?" Mira pun tak percaya.
"Aku melihatmu menyeberang. Sepertinya tidak jauh dari rumahmu, ya?" Jim ingin tahu.
Mira mengangguk. "Hanya berjarak beberapa ratus meter saja." Mira mengatakan.
__ADS_1