
"Kau ingat permainan apa saja yang pernah kita lakukan di sini?" tanya Jim kepada Mira seraya duduk bersama.
Mira mengangguk. Topi pantai menjadi penghalangnya dari sinar matahari.
"Sekarang kita sudah menikah. Tidak hanya gelang berbentuk hati yang dipakai. Tapi juga ... cincin ini." Jim menunjukkan jarinya yang telah terlingkari cincin pernikahan bersama Mira.
Mira merebahkan kepalanya di bahu Jim. "Maafkan aku, Kak. Aku masih perlu belajar lebih dewasa lagi." Mira meminta maaf kepada Jim.
Jim menoleh ke istrinya. Ia tersenyum. "Tak apa. Aku juga yang salah. Seharusnya lebih menjaga hati." Dan kesalahpahaman itu akhirnya terurai di antara mereka.
Mira tersenyum. Ia menggandeng tangan Jim dengan mesra. Jim pun mencium topi pantai yang dipakai Mira. Keduanya memandangi deru ombak bersama.
"Aku mencintaimu, Mira," kata Jim kepada gadis yang kini telah menjadi istrinya.
Mira mendongakkan kepalanya, melihat Jim. "Aku juga mencintaimu, Kak." Kata cinta itu akhirnya terucap dari mulut Mira.
Jim merasa senang. Ia kemudian mengajak Mira berdiri. "Mari kita bermain air lagi."
Ia pun mengajak Mira bermain air di pantai. Jim melangkahkan kakinya, berjalan lebih ke tengah. Mira pun tampak memerhatikannya.
Sekarang kau sudah menjadi suamiku, Kak. Walaupun awalnya terpaksa, aku harus menerimanya. Mungkin memang ini yang sudah digariskan untuk kita.
Kenangan demi kenangan pun terlintas di benak Mira saat memerhatikan Jim di sana. Ia tak menyangka jika benang takdir itu telah mengikatnya. Bagaimana awal mula pertemuannya, kedekatannya, sampai bisa berlibur bersama. Mira pun tersenyum mengenangnya.
Masih teringat jelas di benak Mira bagaimana Jim yang memintanya untuk merebahkan kepala di bahunya. Saat itu juga jantung Mira berdebar kencang. Ditambah Jim yang memegang tangannya lalu meminta Mira untuk melingkarkan kedua tangan di perutnya. Mira merasa disayang oleh Jim.
Kini Mira menerima takdirnya sebagai istri dari Jim. Walaupun terpaksa, Mira akan mencoba menjalaninya karena hal ini untuk kebaikannya juga. Ayah dan ibunya sudah pergi ke Eropa. Dan kini hanya Jim lah yang berada di sisinya. Mira pun tidak akan menyia-nyiakannya.
"Mira?"
Jim memberhentikan langkah kakinya, melihat ke belakang, ke arah Mira. Ia pun melihat istrinya yang terdiam di sana. Jim tahu jika Mira sedang memerhatikannya. Ia pun mengulurkan tangannya ke Mira.
__ADS_1
"Ayo, Sayang."
Jim mengatakannya. Sebuah kata sayang yang terucap tulus dari hatinya. Saat itu juga hati Mira tersentuh. Ia terharu melihat Jim yang begitu menyayanginya. Ia pun menghambur ke arah Jim untuk menyambut uluran tangan itu. Cintanya menjadi nyata. Semesta telah merestuinya.
.........
Aku ingin bersamamu
Dan aku ingin tetap bersamamu
Layaknya bintang yang bersinar terang
Kamu lebih menerangi sekali
Tepat di sini, di sampingmu
Aku masih berjalan kemana pun kau pergi
Kau akan hidup selamanya di hatiku
...... ...
Ambil saja semuanya
Aku bukan apa-apa tanpa cintamu
Aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkan cintamu
Jantungku berdetak karenamu
Selamanya dan selama-lamanya
__ADS_1
Hanya kau yang bisa mencuri hatiku
Wahai cintaku, cinta, cinta
Aku ingin tetap bersamamu
...... ...
Kenangan selalu ada di dalam ruangan yang disebut hati
Itu penuh dengan percakapan bersamamu
Aku bahkan tak tahu dari mana semuanya dimulai
Aku ingin memberitahumu semua ceritaku
Sekarang aku dalam kegelapan
Akankah kita bertemu dalam mimpi?
Aku ingin tetap berada di dekatmu...
.........
...TAMAT...
.........
...Mira...
__ADS_1
...Jim...