
Jim bingung untuk memosisikan hatinya saat ini. Ia membutuhkan Mira tapi takut membuat Mira terluka dengan kedekatan mereka. Karena bagaimanapun Mira seorang perempuan yang menggunakan hampir seluruh aktivitasnya dengan perasaan. Jim takut Mira menuntut status darinya sedangkan ia belum bisa memberikan. Jim dilanda dilema perasaannya. Ia membutuhkan Mira untuk berdiskusi bersama.
Mungkin aku telepon dia saja untuk menentukan bagaimana selanjutnya. Apakah harus diteruskan atau tidak.
Dan pada akhirnya Jim menelepon Mira. Yang mana Mira pun segera mengangkat telepon darinya. Mereka bercakap-cakap setelah liburan hari ini. Tak lama keduanya pun tertawa, membahas apa yang belum lama terjadi. Mira mampu menghibur Jim kembali. Sampai Jim lupa dengan pertimbangannya sendiri. Mira tak ragu untuk menunjukkan perasaannya. Jim pun menyadarinya.
Senin, pukul delapan pagi, selepas upacara di sekolah Mira...
Hari ini Mira tampak bersemangat mengikuti upacara Hari Senin. Ia datang lebih awal dan berdiri di barisan paling depan teman-teman sekelasnya. Jim pun ikut menghadiri upacara kali ini. Ia memerhatikan Mira dari para barisan guru di sana. Mira pun melemparkan senyumnya kepada Jim. Tapi Jim tidak bisa segera membalasnya. Karena bagaimanapun ia guru di sekolah itu.
Selepas upacara, Mira pun langsung masuk ke kelasnya. Ia segera mengambil kotak nasinya yang dibawa dari rumah. Untuk yang pertama kalinya Mira membawa bekal ke sekolah. Dan untuk yang pertama kalinya Mira juga memasaknya sendiri. Tetapi bekalnya itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk Jim. Mira pun tersenyum-senyum saat mengantarkannya. Tapi sebelum sempat bekal itu sampai, Mira melihat Jim dari kejauhan sedang berbicara bersama seorang wanita. Mira pun tampak memerhatikannya.
Dia ...???
__ADS_1
Entah mengapa rasa sakit itu tiba-tiba saja Mira rasakan saat melihat siapa gerangan wanita yang berbicara bersama Jim. Mira pun segera mendekati mereka lalu bersembunyi di balik dinding. Mira ingin mengetahui perbincangan yang terjadi. Dan ternyata...
"Aku harus mengajar. Pulanglah." Jim meminta wanita itu pergi.
"Tapi kita harus bicara. Aku minta maaf atas kejadian kemarin malam." Wanita itu terus memaksa Jim bicara padanya.
"Amelia, tolong. Ini di sekolah. Kau tidak boleh ke sini. Aku harus bekerja," kata Jim lagi.
Jim terdiam. Mira pun mengintip apa yang Jim lakukan. Jim terlihat berpikir untuk membuat Amelia pergi. Jim akhirnya mengatakan.
"Pulang sekolah kita bertemu di kedai biasa." Dan akhirnya pupus lah harapan Mira mendengarnya.
Dia ternyata masih mau bertemu dengan mantannya.
__ADS_1
Sakit, perih, itulah yang Mira rasakan manakala Jim masih mau bertemu dengan mantan pacarnya. Amelia, mantan pacar Jim itu nekat datang ke sekolah dan meminta Jim bertemu kembali dengannya. Yang mana membuat hati Mira terluka.
Kenapa hatiku sakit sekali?
Mira pun mencoba menarik napas dalam-dalam. Bekal makanan yang dibuatnya pun dipegang erat-erat. Tak lama lonceng pertanda masuk jam pelajaran pertama terdengar. Mira pun jadi tidak punya kesempatan untuk bersembunyi lebih lama.
Mira, kau harus kuat. Kau sudah membuatkan makanan itu sedari pagi. Kau tetap harus memberikannya walau hatimu sakit.
Dan akhirnya Mira keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan mendekati Jim yang sedang bertemu Amelia. Mira pun mencoba tersenyum kepada mereka.
"Em, Pak." Mira menyapa Jim. Sontak Jim pun terkejut melihat kedatangan Mira.
"Mira?!"
__ADS_1