GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Bercengkrama


__ADS_3

"Dia adalah sosok gadis yang tangguh. Dia murid di sanggar tariku. Dia juga siswi di sekolah yang kuajar dulu, Yah." Jim mulai menceritakan siapa Mira kepada ayahnya.


Sang ayah mengembuskan asap rokoknya. "Ayah tahu Malik. Kami berteman cukup lama. Dia adalah pria bertanggung jawab dan tidak akan membiarkan orang yang disayanginya terluka. Jika kau serius pada anaknya, ayah akan bicara. Tapi jika hanya main-main, lebih baik jangan umbar kemesraan di hadapan orang." Park berkata tegas kepada putranya.


Jim mengangguk. "Aku memang berniat serius padanya. Tapi apa tidak apa-apa menikahi gadis yang masih sangat muda?" Jim menanyakan pendapat ayahnya.


Sang ayah mengerti maksud pertanyaan putranya. Jim khawatir perbedaan usia menjadi penghalang Mira dalam meraih cita-cita. Karena bagaimanapun Mira masih sangatlah muda. Terlebih ia berasal dari kalangan mampu dan berada.


"Kau harus membuat perjanjian pra nikah dengannya. Jangan sampai membebaninya. Biarkan dia mengejar cita-citanya. Sampai dia lelah dan menyadari siapa dirinya. Kau tidak perlu memaksanya. Biarkan semua mengalir begitu saja." Park menyarankan putranya.

__ADS_1


Jim tertunduk memikirkannya.


"Lagipula dia masih sangat muda. Kalian bisa bersama selama tujuh tahun ke depan tanpa ada tuntutan untuk memiliki anak. Kau pasti mengerti maksud perkataan ayah, Jim. Tinggal menurunkan egomu saja," kata Park lagi.


Jim mengangguk. "Aku mengerti, Yah. Aku juga tidak akan memaksanya untuk tidur denganku. Aku akan menunggunya datang sendiri." Jim mengerti.


Sang ayah menepuk pundak putranya. "Itu bagus. Jadi ayah tinggal bicara saja pada Malik." Keputusan pun akhirnya dihasilkan dari perbincangan mereka.


Benang takdir itu mempertemukan mereka kembali. Jim yang memang berniat menemui Mira setelah datang ke ibu kota, ternyata lebih cepat dipertemukan semesta. Jim pun terperanjat dengan perubahan Mira setelah tiga tahun berpisah. Mira tampak lebih cantik dan anggun dari sebelumnya. Dan Jim ingin memiliki Mira sepenuhnya.

__ADS_1


Jim tahu jika Mira adalah tipikal wanita yang setia, seperti yang diharapkannya. Karena bagi Jim cukup sekali menanggung derita. Cukup sekali ia dikhianati kekasihnya. Dan ia ingin memulai hubungan yang lebih serius bersama Mira. Gadis yang ada untuknya di kala hati sedang berduka. Jim menyayangi Mira.


Lusa kemudian...


Malam bertabur bintang dengan sempurna. Berkerlap-kelip nan jauh di sana. Tapi malam ini juga menjadi saksi kawan lama yang bercengkerama. Ialah Malik dan Park di sana. Di teras vila keluarga.


"Jarang sekali kita bisa minum kopi bersama. Sudah ada sepuluh tahun? Tidak. Mungkin sudah tiga puluh tahun kita tidak bertemu." Park bercengkrama bersama ayah Mira di teras vila keluarganya.


Saat ini ayah Mira sedang mengunjungi vila keluarga milik Park, ayah Jim. Tentunya bersama sang istri dan juga putrinya. Jim juga berada di sana. Ia tengah membantu ibu Mira memanggang daging sapi malam ini. Mereka mengadakan acara keluarga bersama.

__ADS_1


"Ya. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Tapi mengapa kau masih ingat padaku?" tanya ayah Mira kepada kawan lamanya itu.


__ADS_2