GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Mencoba Melupakan


__ADS_3

"Em, maaf, Pak. Ada titipan."


Mira pun segera memberikan bekal makan siangnya untuk Jim. Jim pun menerimanya dengan wajah tak percaya.


"Permisi."


Mira juga lekas pergi setelah Jim menerimanya. Pergi seraya tersenyum kepada keduanya. Mira berjalan cepat meninggalkan Jim dan Amelia. Ia menahan bulir air mata yang ingin keluar dari persembunyiannya.


Aku harus cepat pergi.


Sedang Jim melihat kepergian Mira dari hadapan matanya. Saat itu juga ia jadi merasa bersalah. Jim pun melihat kotak nasi yang Mira berikan untuknya. Dan entah mengapa hatinya terenyuh seketika. Tapi ia tidak bisa mengejar Mira sekarang. Jim tidak bisa menampakkan perasaannya di sekolah.


Beberapa jam kemudian...


"Mira, ke kantin yuk!" ajak teman sekelas Mira.


"Tidak, kalian saja. Aku ingin belajar di kelas." Mira menolak ajakan teman-temannya.


"Tadi pagi perasaan aku melihat dirimu begitu bersemangat. Tapi kenapa setelah upacara jadi muram seperti ini? Apakah kau baik-baik saja?" tanya teman Mira yang lain.

__ADS_1


"Benar, Mira. Kalau ada apa-apa, cerita saja ke kami," tutur yang lainnya.


"Jangan sungkan, Mira. Kalau butuh tempat cerita, bisa menceritakannya pada kami." Teman yang lain menuturkan.


Saat mendengarnya, saat itu juga Mira ingin menangis saja. Hatinya terluka saat ini, tapi ia tidak ingin menampakkannya. Satu per satu teman Mira pun keluar dari kelas untuk menikmati jam istirahat bersama. Sedang Mira bersikeras untuk tetap di kelas. Ia menolak ajakan teman-temannya.


"Terima kasih ya. Lain kali saja."


Teman Mira pun akhirnya memaklumi. Mereka membiarkan Mira duduk sendiri di kelas. Mereka segera ke kantin dengan keceriaan yang menyerta. Sedang Mira masih membaca buku pelajaran di kelasnya.


Mira ....


Tak lama seseorang pun lewat di depan kelas Mira. Ialah Jim yang memutuskan untuk datang ke kelas Mira. Ia berdiri di depan pintu kelas seraya menatap Mira di sana. Mira pun melihat Jim. Tapi ia segera mengabaikannya. Seolah-olah tidak melihatnya. Mira pun kembali membaca buku pelajarannya.


Hati Jim tak menentu kala melihat Mira tidak memedulikannya. Dan Jim tahu benar jika Mira sedang marah padanya. Ia merasa bersalah.


Lusa kemudian...


"Hai, Mira!"

__ADS_1


"Lana?! Kau sudah datang?!"


Mira baru saja tiba di sanggar. Tapi ternyata Lana sudah ada di sana. Lana datang lebih awal di hari pertama latihan minggu ini. Ia terlihat sedang melakukan pemanasan di sana.


"Bagaimana kabarmu? Kulihat tidak membuat status beberapa hari ini." Lana menanyakan kabar Mira.


Mira terdiam. Tapi ia tersenyum kemudian. "Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" tanya Mira kembali.


"Aku? Aku seperti biasa. Baik-baik saja dengan segala aturan ketat yang diberikan ayahku." Lana tampak tidak mengindahkannya.


"Ah, kau bisa saja." Mira pun meletakkan tasnya ke lantai ruangan.


"Hei, kita ikut challenge, yuk! Dance Dynamite dari BTS." Lana meletakkan kamera ponselnya di depan, mengajak Lana menari bersama.


"Tap-tapi--"


"Sudah jangan banyak tapi. Ayo cepat sini!"


Lana pun meminta Mira berdiri dekat dengannya. Dan akhirnya keduanya menunggu Nona Wang datang sambil merekam dance mereka. Mira pun jadi terhibur karenanya. Ia tidak lagi bersedih dengan apa yang terjadi pada hatinya.

__ADS_1


Sabtu, pukul sebelas siang...


Hari ini Mira pulang sekolah lebih awal. Hari ini juga untuk yang pertama kalinya Mira berbaur bersama teman-teman sekelasnya. Tampak dirinya yang baru saja keluar dari kelas bersama. Tapi tiba-tiba saja ada yang meneleponnya.


__ADS_2