GURU TARIKU, I LOVE YOU

GURU TARIKU, I LOVE YOU
Ternyata


__ADS_3

"Aku ingin sekali sepertimu. Bisa bebas melakukan apa saja tanpa terikat dengan siapapun. Sedang kehidupanku sehari-hari selalu diantar oleh supir. Dan aku tidak boleh bertemu dengan lelaki." Lana menceritakan.


Mira merasa teriris mendengarnya. Ternyata kehidupan Lana tidaklah seindah yang Mira bayangkan. Lana yang ceria ternyata memendam duka di hatinya.


Lana memutar tubuhnya ke Mira. Meraih kedua tangan Mira lalu berkata, "Aku tahu saat ini kak Jim sedang terpukul. Tapi aku tidak bisa banyak membantunya. Mungkin kau bisa membantunya agar dia tidak seperti diriku, yang hanya berbeda cerita saja. Kau mau, kan?" Lana bertanya kepada Mira.


Mira mengerti maksud Lana. Yang mana Lana tidak ingin Jim terkekang dengan duka di hatinya. Sehingga karena itulah Lana meminta Mira untuk menghiburnya. Tapi ada suatu hal yang Mira herankan dari Lana. Dari mana ia mengenal Jim sedekat ini? Mira pun ingin menanyakannya.


"Em, aku ... sedikit bingung. Kau sepertinya banyak mengetahui tentang kak Jim." Mira mencoba memancing Lana untuk mengatakannya.


Lana tersenyum. Ia melepas pegangan tangannya dari Mira. "Kak Jim adalah teman kakak pertamaku. Tepatnya teman SMA. Dulu dia sering main ke rumahku." Lana menceritakan.

__ADS_1


"Jadi karena itu kau menyukainya?" tanya Mira lagi.


Lana terkekeh. "Mungkin. Namanya juga cinta monyet. Lagipula aku cukup sadar diri jika dia tidak akan mau denganku." Lana tertawa.


Mira memerhatikan Lana. Akhirnya ia mengerti mengapa Lana mudah sekali tertawa. Namun, di dalam hatinya sangat memerihatinkan kondisi Lana yang merasa terkurung dengan dunianya. Lana tidak bisa bebas bergerak seperti Mira. Lana terikat perjanjian ayahnya. Dan hanya kepada Mira, Lana bercerita.


"Em, baiklah. Kalau begitu bantu aku untuk mengenal bagaimana karakter kak Jim." Mira pun bersedia. Saat itu juga Lana tersenyum padanya.


Masa SMA adalah masa-masa rawan seorang remaja mengenal dunia. Karena itu peran orang tua sangat penting terhadap anaknya. Jangan sampai putra putri mereka kebablasan dan melupakan norma. Para orang tua diharuskan jadi teman baik bagi anak-anak mereka. Semua tak lain agar sang anak terbuka kepada orang tuanya.


Kini Mira sedang mendengarkan Lana bercerita tentang Jim. Mira pun kaget karena ternyata Jim belum mengetahui siapa Lana sebenarnya. Karena waktu Jim main ke rumah Lana, Lana masih kanak-kanak. Sehingga Jim tidak menyadari siapa Lana. Dan akhirnya cerita tentang Jim pun dilanjutkan. Bersamaan dengan gol yang masuk ke gawang di sana. Jim ternyata berhasil membobol gawang lawan.

__ADS_1


Malam harinya...


Bintang-bintang bertaburan indah di angkasa. Cahayanya berkerlap-kelip seperti mata Mira yang indah. Dan kini gadis tomboy yang perlahan-lahan sudah mulai berubah itu sedang mencoba menelepon Jim. Mira ingin menanyakan di mana Jim berada. Dan tak lama telepon Mira pun diangkat olehnya.


"Halo?" Jim mengangkat dari seberang.


"Em, Kak. Maaf mengganggu." Mira pun berbasa-basi dahulu.


"Em ...." Jim seperti berpikir di sana. "Ini?" Ternyata ia belum menyimpan nomor Mira.


Mira mendengus kesal di hatinya. Ia tak habis pikir jika Jim belum menyimpan nomor ponselnya. "Ini Mira, Kak," kata Mira lagi kepada Jim.

__ADS_1


__ADS_2