
Sabtu, pukul tujuh malam waktu sekitarnya...
Suasana ibu kota mulai ramai manakala kendaraan memenuhi jalan raya. Tampak kemacetan terjadi di radius setengah kilometer dari Hotel Horizon, hotel di mana diadakan sebuah acara megah. Yang mana bos dari ayah Mira melangsungkan pernikahan putri mereka.
Mira pun tampil sangat cantik malam ini. Ia terlihat dewasa dan jelita bak putri istana. Ditemani sang ayah dan ibunya, Mira melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung. Yang mana kedatangan mereka segera disambut hangat oleh sang tuan rumah. Mira pun diperkenalkan oleh ayahnya. Ia tampak tersenyum ceria dan menyapa tuan rumah.
"Jadi ini putrinya? Cantik sekali. Sayang, saya tidak memiliki putra." Istri dari bos ayah Mira memuji kecantikan Mira malam ini.
"Terima kasih, Nyonya. Nyonya juga cantik seperti ratu kerajaan Eropa." Mira memuji balik istri bos ayahnya.
"Ah, kau bisa saja. Sudah cantik, pintar bermain kata-kata. Pasti sudah punya pacar juga, kan?" tanya istri bos kepada Mira.
Saat mendengar pertanyaan itu. Saat itu juga Mira teringat dengan sosok pria yang tiga tahun lalu masih duduk bersamanya. Ialah Jim, yang mana membuat Mira merindukannya. Mira pun memegang gelang pemberian Jim yang berada di pergelangan tangan kirinya. Gelang itu masih Mira pakai sampai sekarang. Gelang dengan bentuk setengah hati. Yang mana setengah hatinya berada di Jim.
__ADS_1
"Mira belum punya pacar. Dia baru lulus sekolah, Nyonya. Mungkin akan kuliah terlebih dahulu." Ayah Mira menjelaskan.
"Oh, begitu. Kalau begitu mari. Silakan dicicipi hidangan yang ada." Istri bos ayah Mira mempersilakan Mira dan keluarga mencicipi hidangan pesta.
Pesta malam ini begitu meriah. Ballroom hotel menjadi saksi kemewahan pesta. Mira pun berdiri di tengah-tengah ibu dan ayahnya. Ia melihat sekelilingnya. Mira akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi yang telah tersedia. Ia ingin mengambil tempat duduknya.
"Ayah, Mira ke sana ya." Mira izin kepada ayahnya.
"Mama temani." Sang mama pun menemani putrinya.
"Hei, Malik! Lama tak bertemu!" Seorang pria paruh baya datang menghampiri ayah Mira lalu mengajak berjabat tangan.
"Park? Kau di sini? Astaga." Ayah Mira pun tak percaya melihat pria bernama Park itu.
__ADS_1
"Sudah lama sekali, tapi aku masih ingat dengan wajahmu, Malik." Park tampak terperangah melihat penampilan teman lamanya.
Park adalah teman lama dari ayah Mira yang bernama Malik. Keduanya bertemu di pesta pernikahan putri bos ayah Mira. Dan akhirnya keduanya bercakap-cakap sambil menunggu acara sakral dimulai. Sedang Mira bersama ibunya sudah mencicipi salad buah yang tersedia. Tapi kemudian sesuatu pun terjadi di antara mereka.
"Kau datang sendiri ke sini, Park?" tanya ayah Mira kepada temannya.
"Tidak. Aku datang bersama putraku. Tapi dia sepertinya sedang ke kamar kecil. Kami terburu-buru ke sini," tutur Park ke Malik.
"Lalu istrimu?" tanya ayah Mira lagi.
Pria berpakaian tuxedo hitam itu tampak sedih. "Kami sudah bercerai." Park terlihat sedih.
"Oh, maaf. Aku tidak tahu." Ayah Mira pun terlihat berempati.
__ADS_1
"Tidak apa. Kita memang tidak tahu bagaimana jalan hidup ke depannya." Park menyadari.
"Ayah!"