
Ketika hari sudah semakin larut dan aku pun akan terpejam, getar ponsel membuatku memutuskan untuk kembali membuka mata.
Dret dret dret...
"Oh tuhan, dosa apa sih aku, baru aja mau tidur, udah bergetar lagi aja nih ponsel" gerutuku dalam hati sambil mengambil ponselku dan kemudian membukanya.
"Waaaaaw, dia ngechat aku? Mau ngapain ya?" mataku melebar ketika membuka ponsel dan membacanya ternyata Chandra yang mengirimkan pesan.
Isi pesan
Chandra
Malaam din
^^^Adin^^^
^^^Iya malam, ada apa?^^^
Chandra
Engga ada apa apa sih, aku cuma mau ngechat kamu aja, aku ganggu kamu ya?
^^^Adin^^^
^^^Gimana ya?^^^
Chandra
Kalau aku ganggu kamu yaudah aku minta maaf ya, Din
^^^Adin^^^
^^^Oh iya engga apa-apa ko^^^
__ADS_1
Chandra
Kamu belum tidur, Din
^^^Adin^^^
^^^Kalau aku udah tidur, aku engga bakal bales chat kamu^^^
Chandra
Ohaha iya juga ya, maksudku kamu kenapa belum tidur?
^^^Adin^^^
^^^Tadi aku baru mau tidur, tapi kamu malah ngechat, yaudah aku engga jadi tidurnya^^^
Chandra
Yaudah kamu tidur gih udah malem juga, good night, Din"
^^^Adin^^^
^^^Read^^^
Kemudian aku pun tertidur dengan keadaan masih senyum-senyum sendiri berharap akan mimpi indah.
***
Keesokan Harinya
Aku bercerita kepada teman-temanku tentang apa yang aku alami dari kemarin sampai tadi malam, yaa mereka sangat mendengarkanku, engga ada cerita yang tertinggal satu kata pun, mereka hanya senyum-senyum saja mendengarnya, yaa mungkin mereka juga kaget dan engga nyangka kalau aku bisa jatuh cinta lagi sama cowo, setelah aku kehilangan dia. Cowo yang udah mengkhianatiku, yang sekarang sedang mengejarku kembali, kata anak-anak sih, katanya dia nyesel pernah berbuat seperti itu kepadaku, tapi aku tidak menghiraukannya, aku hanya diam seribu bahasa ketika mereka mengulang masa laluku kembali. Ketika aku mau memasuki pintu gerbang sekolah.
"Adin" ada seorang pria yang memanggilku dengan tersenyum manis kepadaku.
__ADS_1
"Eh iya" balasku dan memberikan senyuman juga.
"Nanti aku chat kamu lagi ya" katanya, aku hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala saja menandakan bahwa aku menyutujuinya.
Tanpa disadari ternyata teman-temanku sedang memperhatikanku, dan mulailah bergosip.
"Gilak, Adin ada yang naksir juga" celetuk Intan.
"Mana ganteng lagi" timpal Ratna.
"Eh tapi bagus deh syukur allhamdulilah kalau gitu, ternyata dia sudah bisa moveon dari mantannya, hahaha" Timpal aul sambil mengangkat kedua tangannya, seperti orang sedang berdoa.
"Amiin" Jawab Ratna.
"Apa sih kalian, lebay tau engga begitu-begitu" jawabku sambil menahan rasa malu.
"Yaudah sih engga apa-apa, lagian kita juga bahagia ko, liat kamu bahagia Din, jadinya kan temen kita yang satu ini udah engga galau lagi iye 'kan? Hahaha" Ucap Intan.
"Ah udahlah ayo kita lanjut jalan lagi, nanti keburu bel bunyi loh" jawabku.
Aku tetap menutup muka, karna merasa malu kepada mereka, akhirnya mereka tau juga siapa laki-laki yang sedang aku kagumi dengan rasa malu ketika ada yang memanggil, aku pun tak mendengarnya.
"Adiin.... Adin... Awas ituuuu..." teriak Ratna.
Bltaaaak.....
"Awwww, sakit" lirihku sambil memegang jidatku, karna aku menabrak sebuah tiang.
"Hahahaha" teman-temanku dan siswa lain yang serempak mentertawakanku.
"Sialan ini tiang, kapan ada disini, siapa yang memindahkannya" teriakku.
"Dari tahun nenek moyang juga itu tiang udah ada disitu, Adin" celetuk salah satu siswa.
__ADS_1
"Mangkanya kalau jalan itu liat-liat, jangan di tutupin mulu mukanya, nabrak tiang 'kan akhirnya" jawab Aul.
"Heeu, yaudah ayo ke kelas" jawabku sambil meninggalkan mereka, walaupun sudah jauh tapi tertawanya mereka masih saja terdengar sangat jelas.