
"Sayang maaf. Maafin aku, aku ga bisa jaga kamu, maaf aku selalu nyakitin kamu" Kata ferdi lirih.
"Aku bener-bener minta maaf, karena aku, kamu jadi seperti ini" Lanjut ferdi lagi sambil terisak dan meneteskan air mata nya.
Beberapa menit kemudian..
"Eugh.. " Ucap adin.
"Sayang? Kamu udah sadar?" Tanya ferdi dan hanya di jawab anggukan saja oleh adin.
"Kamu mau apa? apa kamu mau minum?" Lagi lagi adin hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Ayo aku bantu untuk duduk. Pelan-pelan ya" Kata ferdi sambil mendudukan adin.
Setelah adin minum, ferdi membantu adin kembali untuk berbaring.
"Kamu gapapa?" Tanya adin
"Aku gapapa ko sayang" Jawab ferdi.
"Jangan nangis" Ucap nya.
"Aku ga nangis ko"
"Bohong, ini bukti nya apa?" Tanya nya sambil menyentuh wajah Ferdi.
"Sayang, maaf" Ucap ferdi lirih sambil memegang tangan adin dan menciumi nya.
"Gapapa, aku gapapa ko, kamu jangan ngerasa bersalah gitu"
"tapi ini karena kelalaian aku"
"Bukan. Ini udah harus nya kaya gitu sayang" Ucap Adin dan tidak ada jawaban dari ferdi. Ferdi hanya menciumi tangan lembut sang wanita pujaan nya saja.
"Oya, gimana keadaan ka rian?" Tanya adin.
"Rian udah melewati masa kritis nya sayang, tinggal nunggu sadar aja" Jelas ferdi.
"Aku mau pulang fer, mama dan bapa aku pasti udah nunggu aku" Kata adin.
"Kamu tenang aja ya, intan udah minta izin sama orang tua kamu, kalau kamu itu ada urusan mendadak, dan kamu akan tinggal selama beberapa hari di apartemen aku" Jelas ferdi.
"Terimakasih ya"
"Iya. Yaudah sekarang kamu istirahat lagi ya"
"Jangan tinggalkan aku lagi"
"Iya sayang, aku akan ada di sini menemani mu"
"Yaudah kamu istirahat lagi ya" Titah ferdi kemudian mencium kening adin.
Adin pun terlelap kembali.
Di depan ruang adin, hans yang lagi-lagi ribut dengan intan karena masalah siapa yang akan membeli makanan untuk makan siang mereka, karena sekarang sudah lewat dari jam makan siang, membuat friska dan rey geleng-geleng kan kepala nya saja.
"Heh sarboah, lo aja sana yang beli makan, gue udah laper tingkat dewa nih" Kata hans.
"Ogah banget gue, ada geh elo sana yang beli makan buat kita-kita. Lo kan laki" Jawab intan.
"Mau gimana jadi ibu rumah tangga yang baik, kalau begini aja masih cowo yang repot"
"Siapa juga yang mau jadi ibu rumah tangga"
__ADS_1
"Terus lo mau jadi apa saniah?"
"Moon maap ya mon maap saya mau jadi wanita karir"
"Halah gaya lo wanita karir, cewe jadi-jadian aja mau jadi wanita karir"
"Apa lo bilang? Cewe jadi-jadian? Mana ada cewe secantik gue jadi cewe boongan"
"Ada. Itu bukti nya elo"
"sue lo"
"Yaudah sana buru, lo beli makan. Perut gue perih nih"
"Jangan-jangan lo hamil lagi"
"Heh lo sekate-kate banget ya. Gue ini laki mana ada hamil. Ada juga lo gue hamilin mau? "
"Hiii. Gua mah si mau nya sama orang yang ganteng, baik, kece, body aduhay. Nah elo body udah kaya orang-orangan sawah masih aja pede mau hamilin gue"
"Gue hamilin baru nyaho lo"
"Sebelum lo hamilin gue, gue kasih tinjuan terdahsyat gue dulu nih"
"Emang lo pikir gue ga bisa menghindar?"
"Udah udah kenapa kalian jadi berantem sih, berisik tau. Ini kan rumah sakit bukan hutan" Lerai rey.
"Tuh dia duluan" Tuduh hans.
"Lo duluan ya, gue dari tadi diem aja" Jawab intan.
"Gini aja, meningan geh ya, ka hans dan ka intan yang beli makanan nya, aku sama ka rey yang nunggu disini" Kata friska.
"Ya terus mau siapa?" Tanya friska.
"Aku sama friska aja ayo" Ajak intan.
"Yaudah deh ka ayo, kita beli makan" Kata friska mengiyakan ajakan intan.
Friska dan intan pun meninggalkan mereka, karena mereka akan membeli makanan untuk yang lain nya.
***
Nicholas yang sedang berdiri di hadapan chandra, ia hanya tersenyum sinis ketika melihat chandra yang tak bisa berkutik lagi. Chandra yang sekarang sudah lemah.
Chandra membuka mata nya dan melihat sekeliling nya. Pertama kali membuka mata ia hanya melihat nicholas yang sedang melihat ke arah diri nya.
"Bagaimana keadaan mu apakah sudah lebih baik?" Tanya nicholas kepada chandra.
"Kenapa kau harus membuat saya seperti ini? Kenapa tidak di biar kan mati saja" Tanya chandra sinis.
"Karena bos saya yang meminta untuk merawat anda. Kurang baik apa bos saya kepada anda tuan guntur chandra dermawan?"
"Bagaimana keadaan adin sekarang?"
"Nona muda sekarang keadaan nya sudah baik. Tapi tidak dengan anda tuan, anda akan menerima hukuman yang setimpal dengan nona muda dan teman anda"
"Saya tidak peduli"
"Baik kalau begitu, tuan akan mengetahui hukuman apa yang cocok untuk anda. Anda akan menyesalin nya tuan"
"Terserah. Saya ingin kembali"
__ADS_1
"Anda tidak akan bisa kembali sebelum kami mendapat perintah dari bos kami tuan"
"Katakan kepada bos anda, bahwa saya ingin kembali kerumah saya saja"
"Baik"
Nicholas pun mengambil ponsel nya dan menghubungi bos nya itu yang tak lain adalah ferdi.
Nicholas : Hallo bos.
Ferdi : Ada apa?
Nicholas : Tuan chandra ingin kembali kerumah nya bos.
Ferdi : Aku akan segera kesana. Tunggu saja.
Nicholas : Baik bos.
Nicholas pun memberitahukan kepada chandra bahwa ferdi akan menemui nya, seketika chandra tegang kembali ketika mengingat kemarahan ferdi.
***
Ferdi yang enggan untuk meninggalkan adin akhirnya mau tidak mau ia harus meninggalkan adin untuk sementara waktu karena ia akan menyelesaikan masalah nya terlebih dahulu dengan chandra.
Ferdi keluar dari ruangan adin dan bingung ketika melihat hanya tersisa dua mahluk saja di situ.
"Kemana pergi nya friska dan intan hans?" Tanya ferdi kepada hans.
"Lagi pada beli makan ka" Jawab hans.
"Oh. Gue nitip adin dulu ya hans rey, gue ada urusan dulu"
"Mau kemana ka?"
"Ada urusan, kalian disini saja. Jika ada apa-apa dengan adin dan rian tolong langsung hubungi saya"
"Baik ka"
Ferdi pun meninggalkan rey dan hans, ferdi yang berjalan dengan cepat karena ingin segera mengakhiri ini semua.
Tiga puluh menit bergelut dengan jalanan yang tak begitu ramai, ferdi pun sampai di tempat yang sudah di tentukan untuk membawa chandra.
Ferdi berjalan dengan sangat gagah dan tampan dengan sorot mata yang tajam. Ferdi terus melangkah kan kaki nya sampai ke tempat di mana chandra di obati.
Ceklek
"Bagaimana keadaan anda tuan guntur?" Tanya ferdi.
Nicholas dan chandra yang mendengar suara barinton dari ferdi pun melihat ke arah ferdi "Baik" jawab chandra.
"Saya dengar dari nicholas, anda ingin kembali pulang?"
"Ya"
"Saya akan menuruti kemauan anda tuan"
"Nicholas hancurkan perusahaan chandra sampai ke dasar" Lanjut ferdi dengan sorot mata yang tajam.
"Baik tuan"
"Apa maksud mu ferdi?"
"Kau pasti sudah tahu chandra, aku sudah pernah memperingati mu bahwa kau jangan pernah bermain-main dengan ku, jangan pernah membuat masalah dengan ku. Tapi sepertinya kau tidak mendengar apa yang aku ucapkan. Terima lah" Kata ferdi sambil tersenyum sinis.
__ADS_1