Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Pertemuan Intan dan juga hans


__ADS_3

"Terus kalau sama friska?" Tanya adin lagi.


"Kalau tentang dia aku ga tau mba, soal nya kan aku pindah"


"Iya juga ya hehe. Oya kamu udah makan belum?"


"Udah mba, tadi pas aku lagi beli makan eh ka Ardi telpon hans, jadi nya hans kesini deh buru-buru"


"Maaf ya jadi ngerepotin kamu"


"Gapapa ko mba hehe. Oya mba, orang tua mba tadi hans kasih tau kalau mba masuk rumah sakit, katanya mereka besok akan kesini"


"Oyaudah terimakasih ya"


"Iya mba"


****


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore waktu setempat, intan yang berada di perusahaan bergegas untuk pergi ke rumah sakit karena ingin menjenguk sang sahabat.


Tanpa di ketahui oleh intan, chandra mengikuti intan dari belakang, karena ia yang penasaran kemana adin yang selama ini tak pernah terdengar kabar nya.


Sampai di rumah sakit, intan turun dengan rasa tanpa curiga, chandra yang sudah mengetahui rumah sakit nya lekas kembali untuk menyusun rencana selanjutnya agar adin mau kembali bersama dia.


Tok.. Tok.. Tok.. Ceklek


"Permisi.. Spaaadaaa" Ucap intan.


"Eh intan lo udah dateng, sini sini" Kata adin. Intan pun melangkah mendekat ke arah adin.


"Siapa mba?" Kata hans melihat ke arah intan.


Intan yang mendengar itu lun langsung menjawab pertanyaan dengan mengulur kan tangan nya "Kenalin gue Intan laila bisa panggil intan bisa panggil laila bebas terserah mau panggil apa juga" Ucap intan.


"Hans" Kata nya singkat.


"Ih sombong banget lo" Ketus intan.


"Gimana gue" Kata hans.


"Ck" Ceplos intan dan adin hanya tersenyum melihat tingkah kedua nya.


"Eh adin gue sampe lupain elo gara-gara cowo tengil ini nih. Gimana kabar nya sayaang?" Kata intan.


"Aku udah mendingan ko ntan" Kata adin.


"Awas coba lo minggir" Kata intan judes kepada hans.


"Ga boleh judes judes dong sama cowo itu" Kata adin.


"Noh denger kata kaka ipar gue. Mba adin aja lembut begini kenapa jadi temen nya kaga punya akhlak begini sih bingung gue. Dikasih makan ape si lo sama orang tua lo ha?" Kata hans.


"Dikasih makan duit segepok mau ape lo ha?"


"Eh eh ko kalian jadi ribut begini sih, awas jangan ribut terus entar lama-lama jadi cinta" Kata adin.


"Amit-amit" Kata intan dan hans bersamaan.


"Eummm" Kata adin.


"Udah deh mba hans mau keluar aja" Kata hans sambil meninggalkan ruangan adin.


"Siapa sih dia din ngeselin banget?" Gerutu intan.

__ADS_1


"Dia adik sepupu ferdi ntan. Udah ah jangan ngeselin ngeselin begitu entar jatuh cinta baru nyaho" Kata adin meledek


"Jangan sampe jangan sampe" Kata intan sambil mengetuk ngetuk meja di ruangan adin.


"Huss" Kata adin.


Mereka pun terus mengobrol sampai tak henti-henti nya tertawa.


***


Di ruangan milik ferdi.


Hans yang memang ada di ruangan tersebut karena tidak tahu harus kemana lagi selain keruangan kaka sepupu nya itu.


"Ih siapa sih cewe itu ngeselin banget sumpah. Kalau bukan temen nya mba intan udah gue jotos kali tuh mulut " Gerutu hans.


"Haaaaah" Buang nafas panjang.


Karena merasa lelah, hans pun tertidur di sofa milik ferdi.


Ferdi yang baru saja selesai mengoperasi pasien nya. Ia melangkah kan kaki nya menuju kamar adin terlebih dahulu.


"Sayang" Panggil ferdi.


"Eh ada intan maaf, ganggu ya?" Lanjut nya lagi ketika melihat ada intan di sana.


"Oh engga ko fer santuy" Jawab intan.


Ferdi hanya tersenyum, ia melihat sekeliling tidak ada hans, ia pun menanyakan keberadaan adik sepupu nya itu "Sayang, hans kemana?" Tanya nya.


"Dia tadi bilang keluar, tapi aku gatau dia kemana" Jawab nya jujur.


"Oh gitu, yaudah aku cari dia dulu ya. Intan jaga adin dulu ya"


Ferdi keluar dari ruangan adin mencarai keberadaan adik sepupu nya itu.


Ia melangkah kan kaki nya ke ruangan milik nya, karena ketika melihat ke arah parkiran mobil nya masih terparkir dengan rapih di area parkiran rumah sakit. Ia sangat yakin anak itu sekarang berada di ruangan nya karena ia tidak tahu tempat selain ruangan nya.


"Yaampun, bener aja nih bocah ada disini" Kata ferdi ketika melihat hans sedang tergeletak tidur di atas sofa milik nya itu.


"Hans bangun hans" Panggil ferdi sambil menggoyang-goyang kan tubuh hans.


"Emm" Kata hans.


"Bangun, kenapa lo ada disini. Gue kan udah bilang jaga adin lu malah molor disini gimana sih?" Kesal ferdi.


"Haduh ka, tadi hans itu ada disana tapi karena ada si cewe cempreng itu hans jadi kesini"


"Siapa? Intan?"


"Yaa!!"


"Emang dia apain lo?"


"Dia itu ya ka datang-datang masa bilang gini sih 'permisi spaaadaaa' " Kata hans sambil mempraktekan gaya bicara intan.


"Hem terus?"


"Terus masa gua suruh minggir coba padahal gua yang dari tadi disitu"


"Terus"


"Yaudah gue keluar aja dari situ males liat muka nya"

__ADS_1


"Terus cempreng nya belah mana?"


"Kak Ardi ah pokoknya tau banget lah pasti"


"Yayayaya oke oke"


"Oya ka gimana langkah selanjutnya untuk chandra?"


"Aku akan datangi dia untuk berhenti mengejar adin"


"Aku ikut ka"


"Mau ngapain?"


"Mau minta beliin permen. Ya mau liat lah ka gimana sih"


"Oke oke"


***


Hari sudah mulai larut, intan pamit untuk pulang walaupun adin sudah melarang tapi intan tetap memaksa untuk pulang.


Beberapa menit Hans juga pulang karena yang menjaga sudah ada ferdi. Hans yang melihat intan di jalan yang sedang di cegat oleh para preman pun turun dari mobil nya untuk membantu intan.


"Serahkan motor elo" Kata preman tersebut.


"Kalau ga mau gimana bang?"


"Nantangin kita lo ya"


"Tarik dia" Ucap salah satu teman nya itu.


Dua orang teman nya itu baru memegang bahu intan dari arah belakang ada hans yang memukul nya.


Bug...


"Berani nya sama perempuan ya lo. Sini kalau berani lawan gue satu lawan satu" Teriak hans.


Dua orang preman yang tadi memegang intan pun melawan hans.


Bug..


Bug..


Bug...


"Ahhh... " Keluh hans yang terkena tinjuan.


Bug..


Bug..


Bug...


Intan melihat hans yang mulai kelelahan juga membantu hans untuk menghabisi preman tersebut. Intan yang sebenarnya jago bela diri mampu menaklukan ketiga preman tersebut. Dan hans yang melihat itu pun melongo.


"Tau lo jago bela diri kaya gini kenapa harus gua bantuin tadi, muka gue jadi babak belur gini kan" Gerutu hans kesal.


"Lo juga so jagoan banget sih" Kata intan menyalahkan hans.


"Lo bukan nya bilang makasih kek apa kek" Kata hans.


"Buat apa?"

__ADS_1


__ADS_2