Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Bridal shower


__ADS_3

Weekend telah tiba, hari ini adalah hari dimana adin dan teman-teman nya akan berkumpul di cafe yang telah di janji kan oleh para sahabat nya itu.


Adin yang tidak mengetahui bahwa para sahabat nya itu akan mengadakan acara 'Bridal shower' untuk sahabat yang satu ini, yang akan melepas masa lajang nya dan akan memperoleh gelar 'Nyonya Muda Wijaya'.


Adin yang memakai pakaian casual dengan dress code putih dan mocca itu membuat adin terlihat semakin cantik dan anggun. Tak lupa pula friska yang mengenakan pakaian yang senada seperti adin memperlihatkan wajah imut nya itu.


Mereka berdua pergi menggunakan mobil milik adin, friska yang memang menginap di rumah adin memudah kan mereka untuk berangkat bersama.


Setelah tiga puluh menit di dalam perjalanan, akhirnya adin dan friska pun sampai di tempat tujuan.


Mereka berdua berjalan dengan sangat anggun, mampu membuat pengunjung disana terpana melihat pancaran kecantikan mereka berdua.


Adin berjalan menuju pelayan untuk menanyakan meja yang sudah di pesan atas nama Rijal Putra. Pelayan yang sudah mengetahui nya pun memberitahukan dan mengantar kan adin.


Mereka bertiga melangkah kan kaki nya menuju private room yang berada di lantai dua cafe tersebut.


"Silahkan masuk nona" Kata pelayan yang sudah berada di depan pintu private room


"Baik mba terimakasih" Ucap adin.


Adin pun membuka handle pintu ruangan tersebut, melihat sekeliling hanya ruangan kosong dan gelap tak berpenghuni.


Adin dan friska saling tatap dan memberanikan diri untuk melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam.. Dan


1...


2...


3..


"Suprise..." Seketika lampu di ruangan tersebut nyala dan terdengar teriakan para sahabat nya.


Adin melongo melihat sekeliling nya, air mata bahagia pun lolos dari mata indah milik adin.


"Pakai ini untuk kamu ratu sehari dalam acara 'Bridal Shower'" Ucap ratna sambil mengenakan slendang yang bertulisakan nama 'Nadin Prasetya Anggraeni' dan memakai kan mahkota di kepala nya.


"Ka... Kalian" Ucap adin terbata-bata setelah sadar dari keterkejutan nya melihat suprise yang di buat oleh para sahabat nya itu.


"Cup cup cup... Udah kamu ga boleh nangis dong sayang" Ucap aul sambil mengusap air mata yang ada di pipi adin.


"Aaaah kalian sungguh romantis sekali" Kata adin.


"Selamat datang calon nyonya muda Wijaya" Teriak intan.

__ADS_1


"Ga usah lebay deh" Celetuk adin.


Mereka semua pun menikmati acara tersebut begitu pula dengan friska. Friska yang baru pertama kali gabung dengan sahabat calon kaka ipar nya merasa iri, karena ia tidak memiliki sahabat seperti calon kaka ipar nya itu, yang hangat dan peduli satu sama lain. Karena selama ini friska hanya sibuk dengan belajar dan pekerjaan nya.


Friska berjalan ke arah makanan yang sudah tersedia di tempat itu, ia memilah dan memilih makanan yang akan ia santap.


Ketika friska sedang memilih makanan yang akan ia santap, ia melihat seorang pria yang sedang serius memainkan ponsel nya, satu kata yang lolos dari bibir indah friska 'tampan', kata ke dua yang lolos dari bibir mungil milik friska 'tampan', kata ke tiga yang lolos dari bibir pink milik friska 'tampan'. Friska yang tidak sadar bahwa ia sedang di tatap oleh pria tersebut, friska tetap melihat ke arah pria itu, pria itu hanya bisa tersenyum manis dan memberikan tangan nya untuk berkenalan.


"Rijal" ucap rijal.


Yaa.. Pria tersebut adalah Rijal sahabat sekaligus pria yang pernah menyukai dalam diam sahabat nya itu yang tak lain adalah adin.


Friska yang tersadar dalam lamunan nya itu pun menerima uluran tangan dari rijal dan mereka pun saling bersalaman "E.... Eh.. Friska ka" Sambil tersenyum.


"Kenapa wajah mu memerah?" Tanya rijal dan mampu membuat wajah friska semakin memerah.


"Ah itu ka, disini sangat panas sekali. Friska permisi dulu ka" Kata friska sambil meninggalkan rijal.


Rijal yang melihat itu pun hanya menggeleng-geleng kan kepala nya karena merasa lucu dengan tingkah friska.


"Hadeeh... Aku butuh nafas buatan.. Eh eh jantung ku mau melompat keluar ini haduh aku harus menelpon ka ferdi" Kata friska sambil mengeluarkan ponsel di saku celana nya.


Tak lama ferdi mengangkat telpon dari friska dengan wajah panik.


Friska : Itu ka aku butuh nafas buatan ka haduuh.


Ferdi : Apa terjadi sesuatu? Apa kamu kebanyakan menghirup asap? Apa yang terjadi friska? Coba jelaskan.


Friska : Haduh ka, itu tadi aku ketemu sama salah satu sahabat mba adin dia tampan banget dan ketika aku berkenalan dengan nya tiba-tiba aku merasakan sesak di dada ku dan jantung ku terasa ingin melompat saja ka (kata friska dengan polos nya).


Ferdi : Haish kau ini membuat kaka khawatir saja. Awas saja jika kau sudah pulang akan ku jitak kepala mu itu.


Friska : Ish, salah apa aku?


Ferdi : Akan kaka matikan sambungan telpon nya, kamu cuma ganggu kakak aja.


Friska : Kakak... (rengek friska).


Tut...


"Ish sebel. Kaka bukan bantuin aku. Eh tapi dada ku udah ga sesak lagi sih, lebih baik aku masuk kembali"


Friska pun masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia bahagia bisa melihat calon kaka ipar nya bahagia, ia merasakan bahwa kaka ipar nya itu adalah benar-benar wanita yang baik yang pantas untuk di sayang oleh semua orang.

__ADS_1


***


Hari sudah semakin sore, sekarang sudah menunjukkan pukul 5 sore, acara tersebut pun telah selesai dengan foto bersama.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Adin yang melihat friska selalu tersenyum sedari tadi ketika masih di cafe tersebut.


"Fris?"


"Ah iya mba?"


"Kamu kenapa?"


"Aku? (sambil menujuk kepada diri sendiri). Aku ga apa-apa mba"


"Kamu jangan berbohong de, apa kamu lagi bahagia?"


"Serius deh mba, aku seneng banget liat mba ku tersayang ini bahagia"


"Mba ko ga percaya ya"


"Ah mba, aku ga bohong"


"Baiklah mba percaya sama kamu"


"Gitu dong mba"


Mereka pun sampai di rumah adin, friska yang masih ingin menetap di rumah adin sebelum ia kembali berkutat dengan pekerjaan nya kembali.


Mereka masuk ke dalam kamar nya masing-masing, karena hari sudah mulai larut mereka merebahkan tubuh nya setelah selesai mandi.


Baru saja adin hendak memejam kan mata nya, ferdi menelpon nya terlebih dahulu, adin pun mengangkat telpon nya itu.


Adin : Hallo?


Ferdi : Sayang, apa kamu baik-baik aja?


Adin : Baik, emang nya ada apa fer?


Ferdi : Tadi friska telpon aku, kata nya dia butuh nafas buatan.


Adin : Haa?


Ferdi : Apa udah terjadi sesuatu?

__ADS_1


Adin : Engga sayang, tadi kita baik-baik aja ko, acara nya juga berjalan dengan baik.


__ADS_2