
Pantai
Di sebuah villa yang megah terdapat tiga pria yang bersahabat sedang duduk bersama di ruang tamu sambil memegang minuman.
"Apa kau sudah bertemu dengan mereka?" Ucap salah seorang pria.
"Sudah bro" Jawab pria itu.
"Oke. Hancurkan hubungan mereka, gua ga mau dan ga sudi liat mereka selalu bersama! Gua cuma pengen wanita nya, lo tidak boleh menyakiti wanita nya, kalau lo berani menyakiti nya lo akan habis. Apa lo paham?" Ucap pria tersebut.
"Iya gue paham" Jawab pria tersebut.
"Lo mau ngapain lagi sih chan sama si adin. Lo yang ninggalin dia, lo juga yang ngejar ngejar dia!" Sela rian.
"Gue mau adin jadi milik gue lagi yan" Jawab chandra.
"Lo udah gila ya chan. Lo udah nyakitin dia, tapi lo malah minta adin buat balik lagi ke elo. Ga habis fikir gue" Ucap rian.
"Gimana gue" Jawab chandra ketus.
"Ck"
Yaa.. Mereka adalah chandra, rian dan hans, chandra yang sudah menyiapkan cara untuk menghancurkan hubungan adin dan ferdi. Chandra yang sudah menyuruh hans untuk menyelidiki mereka dan mengikuti mereka dan merusak hubungan mereka. Hans adalah sahabat dari chandra ketika chandra berkuliah di salah satu Universitas ternama di Inggris, karena chandra yang mendapat kan beasiswa untuk berkuliah di Inggris.
Chandra yang sudah sukses, sudah memiliki perusahaan sendiri. Perusahaan chandra masih di bawah perusahaan tempat bekerja nya adin.
Flashback on
"Hans, kamu harus mencari tau tentang hubungan mereka sudah sampai sejauh mana" Tutur chandra.
"Lalu?"
"Kamu harus merusak hubungan mereka"
"Yaelah, kenapa ga lo sendiri aja yang ngerusak? Kenapa harus gue?"
"Yaudah lah lo ikutin aja apa kata gue"
"Yayaya oke"
Flashback off
***
Di restoran
"Sayang mau makan apa?"
"Spaghetti Saus Tomat dan minum nya mocthail"
"Kalau saya, pasta Carbonara Tiramisu, minum nya samakan saja"
"Baik tuan dan nona saya permisi"
Setelah pelayan pergi meninggalkan mereka berdua, mereka pun berbincang-bincang.
"Sayang?" Panggil adin.
"Iya sayang, kenapa?"
__ADS_1
"Malam minggu nanti seluruh karyawan di perusahaan tempat ku bekerja di undang ke pesta pernikahan pak derren selaku kepala divisi bagian keuangan. Apa kamu mau menemani ku untuk datang ke acara pernikahan pak derren?" Tanya adin.
"Eummm" Kata ferdi sambil berfikir.
"Ayolah sayang" Bujuk adin dengan mengedip-ngedipkan mata nya.
"Hahaha... Kau sunggu menggemas kan sayang" Sambil mencubit pipi adin.
"Aw.. Sakit fer" Jerit adin.
"Hehe maaf maaf" Kata ferdi sambil mengusap-ngusap pipi adin.
"Yaudah jadi gimana? Kamu bisa nemenin aku engga?"
"Aku ga bisa janji ya, nanti aku usahain deh"
"Oke pak bos"
Pesanan mereka pun datang. Mereka langsung menyantap makanan mereka masing-masing.
Sudah habis semua makanan yang ada di meja. Mereka pun lekas pergi dari restoran itu.
"Apa kita mau pulang?" Tanya adin.
"Iya sayang, kita mau pulang. Apa kamu engga lelah seharian udah jalan-jalan?"
"Ini belum sehari sayang, masih ada setengah hari lagi" Kata adin.
"Yaudah gimana kalau kita ke villa miliku aja? Kita menghabiskan hari kita disitu. Nanti malam kita baru pulang" Saran ferdi.
"Ide bagus. Yaudah kita let's go" Kata adin bersemangat.
Ferdi tersenyum melihat adin yang begitu antusias. Ferdi pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju villa milik nya.
"Gapapa?"
"Gapapa ko"
"Tapi aku mau nemenin kamu aja deh"
"Yaudah kalau mau nemenin gapapa"
"Iya sayang"
Baru beberapa menit hening. Ferdi melihat ke arah adin yang sudah terlelap. Ferdi hanya bisa tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut adin.
"Sungguh menggemaskan, ingin sekali aku melahap mu. Tapi aku masih bisa menahan nya sampai hari itu tiba sayang" Gumam ferdi.
"Tetap menjadi adin yang ku kenal, cukup perlihatkan sikap mu yang ini hanya kepada ku saja sayang" Gumam ferdi lagi sambil tersenyum.
Ferdi pun melanjutkan perjalanan nya menuju villa.
****
Berjam-jam di jalan, akhirnya sampai juga di villa milik dokter tampan ferdi.
Ferdi melihat ke arah adin yang masih terlelap, ia pun memutuskan untuk menggendong tubuh adin untuk di bawa ke kamar yang sudah di sediakan.
Pak anto dan bu mirna istri dari pak anto keluar dari villa tersebut untuk menyambut kedatangan tuan muda majikan nya.
__ADS_1
Sedikit tentang ferdi, sebenarnya ferdi adalah anak dari orang yang terpandang di kota tersebut, ferdi yang tidak ingin siapa pun mengetahui tentang identitas aslinya itu akhirnya menutupi semua nya, sampai ia menemukan yang tulus menyayangi nya maka ia akan memberitahukan identitas yang sebenarnya, dari keluarga adin hanya adin sajalah yang tidak mengetahui tentang hal tersebut, bahkan perusahaan yang saat ini adin sedang mengadu nasib pun masih di bawah naungan perusahaan ferdi, karena perusahaan tersebut di pegang oleh paman nya.
Walaupun ferdi seorang dokter, tapi ferdi juga masih mengecek urusan perusahaan nya, yang sekarang ia percayai di pegang oleh tangan kanan nya yaitu nicholas.
"Selamat sore tuan muda ferdi" Sapa kedua orang tersebut.
"Sore pak anto, sore bu mirna. Oya, nanti kalau nona ini sudah bangun, kalian jangan memanggil ku dengan sebutan tuan muda, panggil saja saya ferdi" Kata ferdi.
"Baik tuan muda" Jawab mereka bersamaan.
"Yaudah saya akan membawa nona muda ke kamar dulu" Kata ferdi.
"Baik tuan muda"
Ferdi pun membawa adin ke kamar yang sudah di sediakan. Setelah merebah kan tubuh adin ke kasur, ferdi pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah terasa sangat lengket.
Setelah selesai membersihkan tubuh nya. Ferdi pun pergi ke bawah untuk bersantai.
"Bu mirna, tolong siapkan makanan untuk saya dan nona"
"Baik tuan muda"
"Jika sudah selesai bisa panggil saya. Saya ada di balkon"
"Baik tuan muda"
Setelah memerintah kan bi mirna, ferdi berjalan ke arah balkon untuk duduk bersantai.
Beberapa saat ponsel yang sedang di genggam nya pun berdering.
Nicholas : Hallo bos.
Ferdi : Ada apa?
Nicholas : Saya ingin memberitahukan bahwa sekarang ada yang sedang mengincar nona muda bos.
Ferdi : Siapa?
Nicholas : Dia bernama hans bos.
Ferdi : Seberapa jauh?
Nicholas : Baru merencanakan bos. Tapi sudah mengetahui bahwa nona muda sudah berhubungan dengan anda tuan muda.
Ferdi : Baik, suruh orang untuk mengawasi gerak-gerik mereka.
Nicholas : Baik tuan muda.
Tut.. Sambungan pun terputus.
"Kurang ajar berani-berani nya dia mau mengusik wanita ku" Kesal ferdi.
"Aku ga akan biarin adin terluka" Lanjut ferdi.
"Aku harus memberikan penjagaan yang lebih ketat untuk adin"
Saat hendak menelpon seseorang, terdengar suara lembut yang memanggil nama nya, siapa lagi kalau bukan Adin.
"Fer..?" Panggil adin.
__ADS_1
"Aku di balkon sayang" Teriak ferdi.
Adin pun berjalan ke arah ferdi "Fer kamu lagi ngapain disini?" Tanya adin.