Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Keakraban Adin, Friska, Hans dan Ferdi


__ADS_3

"Mbaa... Tolong friska mba.." Teriak friska dan memeluk tubuh adin untuk mendapatkan perlindungan.


"Hey kamu ini kenapa de?" Tanya adin heran.


"Itu mba ka hans dan ka ferdi pasti akan sangat marah kepada ku" Ucap friska lirih.


"Loh, kenapa emang nya?" Tanya adin dan friska pun menceritakan kejadian friska membangun kan kedua pria itu tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


"Hahahaha" Gelak tawa adin.


"Sssttt... Mba jangan ketawa ntar ada ka hans dan ka ferdi" Ucap friska sambil menyimpan jari telunjuk di bibir nya.


"Apa yang kamu bicarakan dengan calon istriku Ardanti Friska Wijaya?" Suara lantang dari ferdi.


Sontak membuat adin menjadi terdiam dan friska menjadi ketar ketir, mereka berdua pun membalikan tubuh nya untuk menghadap ke arah ferdi "Ka... Kaka" Kata friska gugup.


"Apa harus aku ulangi ucapan ku Ardanti Friska Wijaya?"


"Hey sayang, apa yang kamu lakukan ke Friska? Sudah lah kamu jangan buat dia merasa takut"


"Baiklah baik"


"Friska lebih baik kamu membantu mba mu ini untuk menyiapkan makanan untuk semua nya"


"Baik mba"


Friska dan adin pun menyiapkan makanan untuk semua nya. Setelah selesai menyiapkan makanan untuk mereka semua. Akhirnya mereka menyantap makanan nya dengan sangat lahap dan teratur tidak ada kebisingan diantara mereka.


Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar becanda gurau saja.


***


Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore, adin, friska, hans dan ferdi pun bersiap-siap untuk pulang kembali kerumah nya masing-masing.


Mereka ber empat pun berpamitan pulang kepada orang tua adin. Setelah selesai berpamitan, mereka ber empat berangkat untuk kembali pulang.


Di dalam perjalanan, di dalam mobil ferdi sangat lah ramai, karena friska dan adin yang bernyanyi bersama.


Satu lagu yang mereka nyanyikan secara bersama-sama karena mereka ber empat mengetahui lagu itu.


Someone you loved - Lewis Capaldi


I'm going under, and this time, I fear there's no one to save me.


This all or nothing really got a way of driving me crazy.


I need somebody to heal, somebody to know.


Somebody to have, somebody to hold.


It's easy to say, but it's never the same.


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain.


Now the day bleeds into nightfall.


And you're not here to get me through it all.


I let my guard down and then you pulled the rug.

__ADS_1


I was getting kinda used to being someone you loved.


I'm going under, and this time, I fear there's no one to turn to.


This all or nothing way of loving got me sleeping without you.


Now, I need somebody to know, somebody to heal.


Somebody to have just to know how it feels.


It's easy to say, but it's never the same


I guess I kinda like the way you help me escape.


Now the day bleeds into nightfall.


And you're not here to get me through it all.


I let my guard down and then you pulled the rug.


I was getting kinda used to being someone you loved.


And I tend to close my eyes when it hurts sometimes.


I fall into your arms.


I'll be safe in your sound till I come back around.


For now, the day bleeds into nightfall.


And you're not here to get me through it all.


I let my guard down and then you pulled the rug.


I was getting kinda used to being someone you loved.


And you're not here to get me through it all.


I let my guard down and then you pulled the rug.


I was getting kinda used to being someone you loved.


I let my guard down and then you pulled the rug.


I was getting kinda used to being someone you loved.


"Cihua hua" Celetuk adin.


"Hahaha" Friska, hans dan ferdi tertawa terbahak-bahak.


"Loh kalian kenapa?" Tanya adin bingung.


"Abis mba lucu sih" Jawab hans.


"Baru tau ya kalau aku lucu kemana aja" Kata adin lagi sambil memainkan mata nya dengan centil.


Lagi dan lagi ke centilan adin berhasil membuat mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.


"Mba aku bahagia sekali punya calon kaka ipar seperti mba" Ucap friska.

__ADS_1


"Iya mba aku juga sungguh sangat bahagia. Aku harap suatu saat nanti aku bisa mendapatkan istri seperti mba" Timpal hans.


"Eummm sosweet. Aku pun sama seperti kalian, sungguh sangat bahagia punya adik adik ipar yang bisa terima aku di keluarga kalian, padahal aku hanya lah anak dari kalangan biasa" Kata adin.


"Mba kami tidak memandang harta dan tahta nya, menurut kami, semua manusia di muka bumi ini sama derajat nya, yang membeda kan hanya amal shaleh" Kata friska.


"Widih, apakah benar itu Ardanti Friska Wijaya?" Ledek ferdi.


"Haish kaka ini, aku memang benar Ardanti"


"Aku sempat ragu"


"Kaka.. " Rengek friska dan itu membuat mereka yang ada di mobil itu tertawa semua.


"Hahaha"...


"Oya fer?"


"Ya? "


"Besok lusa aku akan bertemu dengan sahabat-sahabat ku di cafe dekat kota, yang selalu ramai itu. Apa kamu mau ikut?"


"Maaf sayang aku ga bisa ikut, karena aku lagi sibuk sayang"


"Baiklah ga apa apa"


"Begini aja, biar friska yang ikut sama kamu"


"Loh ko aku ka? Aku juga sama sibuk" Jawab friska.


"Pekerjaan mu bisa nicholas yang menghandle"


"Baiklah baik"


"Ga perlu fer, aku bisa sendiri ko, lagian kan nanti aku bisa meminta jemput sama rey atau pun rijal"


"Keputusan ku tidak bisa di ganggu gugat sayang, friska akan tetap ikut dengan mu"


"Iya ka ga apa apa ko, lagian kan di perusahaan ada ka nicholas yang menghandle kita cukup bersenang-senang saja"


"Oke kalau begitu"


"Oya ka hans apa kamu ga akan ikut?" Tanya adin kepada hans.


"Untuk apa?"


"Kan nanti ada intan di sana" Ledek adin.


"Aku ga mau ke temu sama nenek lampir itu mba"


"Ah yang bener?" Tanya adin meyakinkan.


"Jangan mba, ka hans jangan di ajak, nanti aku pusing liat ka hans dan ka intan selalu saja bertengkar hal yang spele" Timpah friska.


"Awal nya musuh lama-lama jadi cinta" Celetuk ferdi.


"Eaaaaa" Kata adin dan friska bersamaan.


"Apa si ka mba" Kata hans sinis.

__ADS_1


"Hahahaha" Ferdi, adin dan friska tertawa bersama-sama.


__ADS_2