Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Di cegat


__ADS_3

"Adiin sini" titah pamanku.


"Yaampun baru aja mau ganti baju udah di panggil lagi aja" gumamku dalam hati.


"Iya sebentar, ada apa paman?" tanyaku sambil berjalan ke arah paman.


"Ini tolong belikan pur ayam ya" ucapnya.


"Oke" jawabku, aku pun mengambil uang dan pergi untuk membeli pur.


***


"Ekhem" terdengar deheman dari salah seorang pria.


Aku pun menoleh dengan rasa penasaran, ketikaku menoleh kepada suara itu, ternyata itu adalah Chandra, ya yang memanggil ku adalah Chandra si cowo yang sudah memporak porandakan hatiku.


"Yaampun ngapain dia harus begitu" gumamku aambil menahan senyum dengan pipi yang mulai memerah.


Aku tetap berjalan untuk membeli pur ayam, setelah selesai aku kembali pulang dan melewati jalan itu, aku melihat ada banyak pria dipinggir jalan yang tadi memanggilku, aku diberhentikan.


"Stop stop stop" ucap salah seorang pria yang memberhentikanku.


Aku pun berhenti dan diam hanya menaikan satu alisku yang bisa diartikan sebagai "ada apa?"


"Wey ka chandra cepet nih bilang mumpung orangnya udah kita cegat" sambung pria itu yang menjegatku.


Aku pun kaget dan membulatkan mataku "Chandra? Apa ini teman-temannya? Lah terus kenapa dia menjegatku?" gumamku dalam hati.


"Iya ka Chandra cepet" ucap teman yang lain.


Aku pun mencari dia yang ternyata dia sedang bersembunyi di belakang badan temannya yang satu mungkin dia merasa malu.


"Cepet ada apa ini? Kalau engga ada apa-apa aku mau jalan lagi" ketusku.


"Iya ka Chandra cepet" timpal temanya.

__ADS_1


"Yaudah kamu boleh pergi" sambung temannya yang lain karna tetap tidak ada jawaban dari Chandra.


Aku pun kembali jalan dan pulang. Kemudian aku mengasih pur ayam itu kepada pamanku dan mengganti pakaian.


"Dasar pria memalukan ingin mendekati wanita saja harus temannya yang menangani" gerutuku dengan suara pelan.


Tak selang beberapa lama ponselku bergetar menandajan bahwa ada yang menelepon, ternyata dari nomor asing dan aku pun tidak mengangkatnya sampai ketiga kalinya ponsel itu bergetar baru aku mengangkatnya.


Dret... Dret... Dret....


"Ck siapa sih?"


Percakapan via telpon


Adin : "Diam sejenak menunggu dia berbicara"


Chandra : Hallo assalamualaikum.


Adin : Waallaikum salam.


Adin : Iya saya sendiri.


Chandra : Maaf mengganggu waktunya aku Chandra.


Adin : Chandra yang mana ya?


Chandra : Yang selalu menitipkan salam kepada Rey dan yang tadi temanku menjegatmu.


Deg.... Jantungku diam sejenak mungkin karna kaget dan aku mengatur nafasku agar tidak terdengar gugup.


Adin : Oh kamu, iya aku tau.


Chandra : Baguslah kalau kamu tau.


Adin : Dapet nomor aku dari siapa?

__ADS_1


Chandra : Kamu engga perlu tau aku dapet nomor kamu dari siapa, yang jelas bukan dari Rey karna dia sangat susah untuk di pinta.


"Syukur deh kalo bukan dari rey" Gumam adin dalam hati.


Adin : Oh yaudah.


Chandra : Boleh aku simpan nomor kamu?


Adin : Silahkan aja asal jangan selalu menggangguku.


Chandra : Oke terimakasih.


Adin : Yaudah udah dulu ya aku lagi sibuk.


Chandra : Iya assalamualaikum.


Adin : Waallaikum salam.


Aku melepaskan ponselku dari telingaku dan menatap ponsel itu, tak biasanya aku melihat ponsel sebahagia ini.


***


Ditempat lain..


"Gila gua ko deg degan gini sih padahal cuma ngomong gitu doang" ucap Chandra.


"Bang gimana Adin?" tanya Rey penasaran.


"Serem hiii walaupun dia sopan tapi judes ya" jawab Chandra.


"Yaaa gue bilang juga apa, dia mah emang gitu kalo ke orang yang baru dia kenal, eh tapi abang engga ada bilang dapet nomor dia dari gua 'kan?" tanya Rey.


Chandra mengangguk "Iya lu tenang aja gua engga bilang kalau dapet nomornya dari elu ko" jawab Chandra.


"Oke mantap, yaudah bang semangat ya cepet luluhin tuh hatinya si Adin, eh tapi inget kalo udah di luluhin jangan di sakitin kalau berani nyakitin gua duluan yang bakal turun tangan bang" tegas Rey.

__ADS_1


"Iya siap-siap" jawab Chandra.


__ADS_2