
Friska masih bergelut dengan tugas nya yang melacak keberadaan chandra melalui ponsel milik rian.
Nicholas pun tidak kalah siap, ia juga bertarung dengan laptop nya karena ia yakin pasti nona muda nya itu meninggalkan jejak.
Friska dan nicholas pun bekerja sama untuk mendapatkan keberadaan adin.
Friska dan nicholas yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, dan rian memulai obrolan nya kembali.
"Atas nama chandra saya meminta maaf dengan kejadian ini. Saya juga tidak menyangka bahwa chandra akan senekat ini dengan adin. Jika saya mengetahui nya sejak awal saya akan mencegah nya. Atas nama chandra saya meminta maaf sebesar-besar nya" Kata rian lirih.
"Jika sampai terjadi yang tidak-tidak terhadap calon istri saya, saya tidak akan segan-segan untuk menghancurkan Guntur Chandra Dermawan" Tegas ferdi dengan sorot mata tajam.
"Saya mengerti dan paham" Jawab rian.
"Maaf yan gue ga bisa bantu, tindakan chandra memang udah di luar batas" Ucap hans.
"Iya hans gue ngerti posisi lo sekarang" Kata rian dan hanya di jawab anggukan saja oleh hans.
Satu jam sudah mereka menunggu kepastian dari friska dan nicholas akhirnya mereka menemukan keberadaan adin.
"Ka" Panggil friska.
"Katakan" Ucap ferdi.
"Mba adin berada di daerah Bandung, letak nya di pegunungan ka" Kata friska.
"Kita membutuhkan waktu tempuh sekitar empat jam bos" Lanjut nicholas.
"Sekarang pukul berapa?" Tanya ferdi.
"Pukul 4 sore bos. Jika kita berangkat sekarang kemungkinan kita akan sampai pada jam 8 malam bos jika itu tidak ada kendala" Jelas nicholas ferdi menganggukan kepala nya sambil berfikir.
"Oke. Kita bagi sekarang" Kata ferdi.
"Untuk intan lo hubungi orang tua adin bilang, kalau dia akan lembur di kantor nya dan dia akan pulang ke apartemen gue yang ga jauh dari kantor nya" Lanjut ferdi.
"Baik" Jawab intan, dan intan langsung mengikuti apa yang di katakan oleh ferdi.
"Untuk rey, siapkan peralatan medis selengkap-lengkapnya, kita akan mudah jika ada yang terluka" Titah ferdi.
"Siap laksanakan pak dokter" Jawab rey.
__ADS_1
"Untuk hans, siapkan dua mobil yang berada di garasi kedua, untuk kita berangkat kesana"
"Siap ka" Jawab hans.
"Dan Nicholas. Gerakan semua anak buah kita yang ada di daerah tersebut, kepung villa milik chandra di sana, kepung tempat itu tanpa terlihat, bawa senjata mereka masing-masing" Titah ferdi.
Friska yang sudah mengenal kaka nya yang sangat kejam itu hanya bergridik ngerih. Untuk intan, rey dan rian yang mendengar nya terkejut karena mereka baru mengetahui kejam nya seorang ferdi jika sudah menyangkut orang yang dia sayang nya.
"Sudah siap semua bos" Ucap Nicholas.
"Kita berangkat sekarang" Ucap ferdi dan melangkah kan kaki nya dengan wajah penuh dendam.
Sampai di depan mobil ferdi kembali berbicara.
"Mobil pertama ada gue, nicholas, rian dan friska. Untuk mobil kedua ada hans, rey dan intan" Ucap ferdi dan hanya di jawab anggukan saja oleh mereka semua.
"Di belakang mobil kalian ada pengawal sekitar dua mobil yang mengikuti kita, kalian tidak perlu khawatir jika ada serangan mendadak karena mobil ini di modif dengan mobil anti peluru" Lanjut nicholas.
"Baik" Jawab mereka serempak.
Mereka pun mulai memasuki mobil nya masing-masing dan melajukan mobil nya ke tempat tujuan.
Di villa milik chandra
Tak kalah siap dengan ferdi, chandra pun menyiapkan semua nya, ia meminta pengawalan ketat dari jalan utama yang akan memasuki kediaman nya dan pengawalan ketat untuk di area villa nya.
Karena chandra yakin, bahwa rian benar-benar mendengar suara adin. Dan pasti rian merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan adin.
Setelah menyiapkan semua nya. Chandra kembali ke kamar adin.
"Sayaaang" Panggil chandra kepada adin.
Adin hanya diam mematung dan menangis karena ia masih tidak menyangka dengan apa yang telah chandra lakukan pada nya. Adin yang tidak ingin makan apapun membuat diri nya lemas. Mata yang sudah sembab dan terlihat kantung mata yang sudah menghitam, pipi kebiruan yang karena tadi terkena tamparan dari chandra.
"Adin apa kamu baik-baik aja?" Tanya nya lembut tapi tetap tak ada jawaban dari adin. Adin hanya mampu terisak saja.
"Kamu makan dulu ya. Aku ga tega liat kamu kaya gini sayang"
"Kalau kamu ga tega, kenapa kamu culik aku ka kenapa? Aku benci sama kamu chandra" Teriak adin.
"Maaf... Aku hanya ingin memiliki mu saja" Kata chandra.
__ADS_1
"Kau terlalu terobsesi kepada ku ka"
"Aku akan keluar, kamu istirahat lah" Titah chandra.
Chandra melangkah kan kaki nya hendak keluar, adin yang melihat itu pun mengambil kesempatan untuk keluar dari situ. Adin menendang punggung chandra sampai chandra terjungkal.
Brugg...
Ketika sudah melihat chandra tersungkur adin segera melarikan diri dari situ.
"Adiiinnnn. Jangan lari kau... " Teriak chandra memperingati.
"Pengawall.." Teriak chandra lagi.
Pengawal pun berlari ke asal suara "Iya tuan?"
"Kejar wanita itu jangan sampai lolos bawa dia kembali kehadapan ku!!" Titah chandra.
"Baik tuan" Kata pengawal chandra.
Pengawal itu pun langsung membagi tugas nya untuk mencari adin. Adin yang benar-benar merasa lemas dia harus melawan beberapa pengawal agar bisa terlepas dari villa itu.
Dengan kaki tanpa menggunakan alas apapun, rambut yang sudah acak-acakan, ia berlari dengan gontai nya, ia bersembunyi ketika ada pengawal, ketika ia bisa melawan ia akan melawan nya. Sampai akhir nya ia menemukan sebuah pintu keluar, ia langsung keluar dari villa tersebut.
Betapa terkejut nya ketika ia melihat hutan. Tanpa fikir panjang lagi, ia langsung masuk kedalam hutan tersebut.
Adin terus menelusuri hutan tersebut. Sampai akhirnya ia kembali bertemu dengan anak buah nya chandra yang sudah ada di hadapan nya. Adin pun mau tak mau melawan beberapa anak buah nya chandra itu, karena memang adin yang sudah tidak bertenanga akhir nya adin kalah dan adin pun pingsan saat itu juga.
Anak buah chandra pun dengan mudah nya membawa kembali adin kedalam villa tersebut.
"Bawa dia kembali ke kamar nya" Titah chandra ketika anak buah nya sudah sampai di villa nya kembali.
"Baik tuan muda"
Setelah membaringkan tubuh adin di atas kasur nya, chandra mendekat lagi ke arah adin.
"Kenapa kau coba berlari dari ku sayang?"
"Aku tidak jahat jika kau menurut kepada ku"
"Aku akan menjaga mu, aku tidak akan membiarkan mu berada di tangan siapa pun lagi" Kata chandra sambil mencium kening adin dan meninggalkan nya di kamar.
__ADS_1