
"Penyusup.." Teriak pengawal yang berada di depan pintu kamar adin.
Nicholas dan friska pun berlari ke arah taman belakang, agar ferdi dan intan leluasa membebas kan adin.
Sampai di taman belakang, friska dan Nicholas di kejutkan dengan beberapa pengawal yang sudah membawa senjata.
"Ups.. Hehe kayanya friska salah arah ka" Kata friska sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
"Huh.. Kau ini, yasudahlah mau bagaimana lagi kita harus lawan. Kamu pegang senjata kan?" Tanya nicholas.
"Oke kalau begitu. Iya ka aku bawa tenang saja" Jawab friska.
"Lawan mereka.." Teriak pengawal tersebut.
Hiaaaah..... Bug.. Bug.. Dor.. Dor...
Di taman belakang yang sedang ramai karena sedang ada perkelahian, berbeda hal nya dengan di ruang tamu, mereka yang mendengar ada penyusup pun langsung berlari ke arah suara, setelah di rasa penyusup itu lari ke arah taman belakang, mereka ikut lari ke arah tersebut, dan perkelahian pun tak dapat di hindari lagi.
Tepat nya berada di lantai dua, di lantai dua yang sedang berdag dig dug serr... Suara detak jantung intan..
Intan yang merasa dag dig dug dan sudah keringat dingin karena baru pertama kali nya ia berada di situasi seperti ini.
Ferdi yang mulai membuka kan pintu nya dengan cara di dobrak, langsung melihat dengan jelas. Tubuh adin yang lemah.
Brakk... Suara pintu yang di dobrak.
"Sayaang... Adin.." Panggil ferdi sambil mendekat ke arah adin.
"Adin... Bangun" Kata intan.
Adin yang mengenal suara itu pun langsung membuka kan mata nya dan langsung memeluk tubuh ferdi.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aku takut" Kata adin.
"Udah ya sayang udah kamu jangan takut lagi ya, udah ada aku dan intan" Kata ferdi sambil mengusap kepala nya.
"Kita harus segera keluar, keburu ada pengawal lagi yang akan memergoki kita" Kata intan.
Ferdi dan adin pun mulai beranjak dari duduk nya, adin yang menguatkan diri nya karena sebenarnya adin masih merasa sangat lemas "Kamu masih kuat sayang?" Tanya ferdi khawatir.
"Iya aku masih kuat, ayo kita keluar sekarang" Ucap adin.
Baru beberapa mereka melangkah kan kaki nya, langkah mereka harus terhenti karena ada suara kaki dan tepuk tangan dari arah luar.
Prok.. Prok.. Prok..
"Kalian sungguh hebat, aku tidak menyangka bahwa kau akan menyelamatkan kekasih mu itu fer" Kata chandra sambil memasukan tangan nya di kantong celana nya.
Yaa... Yang datang dari arah luar adalah chandra dan beberapa pengawal nya.
Flashback on
__ADS_1
Ketika chandra berlari ke arah taman belakang, chandra sudah melihat friska, nicholas dan beberapa pengawal yang ia tak kenal sedang melawan anak buah milik chandra. Hans, rey dan rian pun ikut terjun langsung untuk membantu nicholas.
Chandra yang melihat itu pun langsung mengingat adin yang berada di kamar nya. Ia berlari dan mengajak beberapa anak buah nya untuk ikut bersama nya.
Flashback off
"Saya sudah memperingatkan anda, untuk tidak mengganggu apa yang jadi milik saya!" Tegas ferdi dengan sorot mata yang tajam.
"Dan saya juga sudah bilang kepada anda, apa yang jadi milik saya, akan tetap menjadi milik saya, tidak akan ada yang bisa mengambil nya dari tangan saya!" Ucap chandra tak kalah tegas.
"Pengawal tangkap mereka, bunuh mereka kecuali adin!" Perintah chandra.
Anak buah chandra pun mengepung ferdi, intan dan adin. Adin yang menguatkan diri nya ikut melawan, walaupun ferdi sudah melarang nya.
"Kamu tetap di samping ku, jangan ikut melawan" Ucap ferdi.
"Engga fer, aku akan tetap ikut melawan" Ucap adin kekeh.
"Baiklah, tapi kamu harus berhati-hati" Perintah ferdi.
"Iya kamu juga" Kata adin.
Ferdi, intan dan adin pun siap untuk melawan.
"Adin kamu sudah tidak usah ikut melawa " Ucap chandra.
"Aku lebih baik mati dengan melawan mereka, dari pada harus hidup bersama orang-orang seperti mu chandra" Kata adin dengan tajam.
"Baik kalau itu mau mu" Kata chandra.
Bug..
Bug..
Brakk...
"Fer awas.." Teriak adin dan berlari ke arah ferdi.
Bug... Tendangan adin pas kena tubuh anak buah chandra yang akan melukai ferdi.
"Hati-hati" Kata adin.
"Iya sayang"
Bug...
Bug..
Duar... Satu suara tembakan terlepas begitu saja.
"Intan awas..." Teriak ferdi dan adin.
__ADS_1
"Aaaa..." Pekik adin sambil menutup mata nya.
"Gue gapapa santai" Kata intan sambil tersenyum.
Yaa.. Yang terkena peluru itu adalah anak buah yang menyerang intan.
"Plis deh siapa yang mainin pistol? Berani-berani nya mau lawan gue pake pistol" Ucap intan dengan tenang.
"Hehe sorry... Itu gue" Ucap hans sambil menunjukkan gigi putih dan rapih nya.
"Sontoloyo" Kata intan.
Hans, rian dan rey dan beberapa anak buah ferdi pun datang ke arah kamar adin, mereka semua mengepung chandra saat ini.
"Chandra kau sudah kalah sekarang!" Ucap ferdi tegas.
"Aku tidak akan pernah kalah walaupun keadaan seperti sekarang" Kata chandra tetap pada pendirian nya.
"Chand liat gue chand" Teriak rian, chandra yang mendengar nya pun melihat tajam ke arah rian.
"Mau apa lagi lo? Lo udah ngehianatin pertemanan kita yan. Lo malah belain mereka dari pada teman lo sendiri yan. Teman macam apa lo" Ucap chandra dengan nada tinggi.
Rian masuk kedalam lingkaran chandra, dan mendekat ke arah chandra "Chand udah, lo harus bisa ikhlasin adin. Adin udah bahagia sama ferdi chand. Sudahi semua nya, agar hidup kita juga tenang, jangan ada dendam lagi diantara kita chand. Dulu elo yang ninggalin adin, yang nyakitin adin. Sekarang lo harus relain dia sama orang lain chand" Ucap rian panjang lebar.
"Gua tidak akan pernah terima ini semua yan!" Kata chandra.
Dan
Dor... Satu peluru keluar dari pistol yang ada di genggaman chandra ke arah tubuh rian.
Rriaan...."
"Ka riaan..." Teriak mereka semua bersamaan.
Rian membulatkan mata nya saat peluru sampai di dada nya "Lo tega chand, kurang baik apa gue selama ini sama lo chand?" Kata rian dengan menahan rasa sakit itu dan langsung tidak sadar kan diri.
Melihat hal itu anak buah chandra langsung melumpuhkan chandra dengan tembakan di arah kaki dan tangan nya.
"Bawa rian ke rumah sakit sekarang.." Teriak ferdi.
Beberapa anak buah ferdi mengangkat tubuh rian, dan rey berlari untuk mencari alat agar bisa menyelamatkan rian.
"Bawa dia ke markas, obati dia jangan sampai di terluka terlebih dahulu" Titah ferdi kepada anak buah nya.
"Baik bos" Ucap serempak anak buah ferdi.
"Ayo sayang" Ajak ferdi kepada adin.
Adin dan yang lainnya pun pergi meninggalkan tempat itu. Baru beberapa langkah, karena adin yang benar-benar sudah lemas pun akhirnya jatuh pingsan kembali.
"Adin..." Pekik intan.
__ADS_1
"Sayang..." Panggil ferdi sambil memukul mukul pelan pipi nya.
Karena tak ada gerakan dari adin, akhirnya ferdi langsung mengangkat tubuh adin agar bisa di larikan ke rumah sakit..