Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Pertengakaran Chandra dan Putri


__ADS_3

"Yaa karena gue ga mau aja ferdi mengetahui semua itu.." Jawab rian yang hanya di jawab anggukan saja oleh hans.


"Ia...." Ucapan hans terpotong karena ponsel rian berdering.


Rian : Ada apa? (tanya rian malas).


Tiara : Maaf pak saya mengganggu waktu bapa. Saya ingin menyampaikan bahwa pak chandra sedang bertengkar dengan seorang wanita pak.


Rian : Apa??!!! Dimana dia sekarang?


Tiara : Ada di kantor pak.


Rian : Baik saya akan segera kesana.


Panggilan pun di tutup oleh rian. Hans yang melihat rian yang frustrasi pun bingung dan menanyakan nya.


"Kenapa lo?" Tanya hans.


"Gue harus ke kantor si chandra, chandra lagi ribut sama si putri"


"Gue ikut" Kata hans.


Mereka berdua pun langsung meninggalkan cafe tersebut.


***


Dua jam sudah perjalanan dari cafe menuju perusahaan milik chandra.


Hans dan rian bergegas turun dari mobil dan langsung menuju ke ruangan milik chandra yang berada di lantai 7 ruangan tersebut.


Di depan ruangan chandra sudah ada tiara sekretaris chandra. Hans dan rian pun di boleh kan untuk masuk untuk melihat keadaan chandra yang tadi sedang bertengkar dengan putri.


"Chand... " Panggil rian.


Chandra pun melihat ke arah rian dan hans. Hans terkejut melihat keadaan chandra yang terlihat kusut seperti orang yang frustrasi.


Chandra pun menundukkan kepala nya lagi di meja karena ia merasa sangat pusing dengan hari ini.


"Apa yang terjadi?" Tanya rian.


Chandra pun menceritakan tentang kejadian tadi.


Flashback on


Ceklek suara pintu terbuka.


"Mau apa lagi kamu kesini ha?" Tanya chandra ketus.


"Aku ingin melihat kekasih ku" Jawab putri.


"Kekasih kau bilang? Kau sudah mengkhianati aku dan sekarang kau masih menganggap ku kekasih mu? Wanita tak tahu malu kau" Teriak chandra.

__ADS_1


"Hey.. Kau bilang apa? Wanita tak tahu malu? Jika aku wanita tak tahu malu lantas kau pria apa? Bukan kah kau juga pria yang sudah mengkhianati wanita polos yang baik dan lugu itu? Hahaha..."


"Kau!!!"


"Apa chandra? Kau mau mengelak? Tapi sayangnya itu semua adalah kenyataan yang tidak bisa kau lupakan"


"Mau apa lagi kau kesini?"


"Aku hanya ingin memberitahukan bahwa aku sekarang sedang mengandung. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang uncle" Kata putri sambil memegang perut nya yang sudah mulai membesar.


"Aku tak peduli mau kau hamil atau pun tidak. Sekarang kau keluar dari ruangan ku"


"Aku tidak mau. Aku ingin disini melihat kekasih ku bekerja dengan menggunakan jas kebanggaan nya"


"Cepaat kau pergi dari sini, kalau tidak aku tidak akan segan-segan untuk menyeret mu" Teriak chandra.


"Cih. Kau tak akan bisa chandra" kKta putri sambil tersenyum lebar.


"Kau menantang ku rupanya" Chandra pun mendekat ke arah putri dan memegang lengan putri.


"Ini kau yang mau" Chandra pun menyeret tubuh putri sampai kedepan pintu ruangan nya.


"Lepaskan aku chandra lepaskan" Kata putri.


"Aww..." Jerit putri sambil memegang perut nya.


Chandra pun melepaskan tangan nya dan berhenti menyeret putri. Chandra memanggil sekretaris nya itu.


"Tiara.." Panggil chandra.


"Panggil ambulance sekarang juga"


"Baik pak"


Tiara pun kembali ke meja nya dan segera menelpon ambulance. Karena melihat kekacauan yang terjadi, tiara langsung menghubungi rian.


Beberapa jam kemudian ambulance pun datang dan putri langsung di bawa ke rumah sakit


Flashback off


"Aaaargh..." Teriak chandra sambil meremas rambut nya.


"Obat lo di minum ga?" Tanya rian. Chandra hanya menggelengkan kepala nya.


Hans yang mendengar itu pun nambah tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan chandra.


Rian langsung mencari obat nya. Rian pun meminum kan obat nya kepada chandra agar chandra bisa tenang.


Setelah chandra tenang, rian pun membawa chandra untuk pulang ke rumah nya.


"Tiara, handle semua pekerjaan hari ini. Kamu bisa undur kan semua jika ada meeting yang penting"

__ADS_1


"Baik pak" Jawab tiara.


Rian dan hans pun membopong tubuh chandra untuk di bawa kerumah nya.


***


Rian, hans dan juga chandra sudah berada di rumah chandra. Rian dan hans mengantar kan chandra ke kamar nya untuk membaring kan tubuh nya.


Setelah membaring kan tubuh chandra, mereka berdua bergegas ke bawah, tepat nya ke ruang tamu. Sebelum berjalan ke ruang tamu, rian mencari keberadaan ART chandra.


"Bi.."


"Iya den"


"Chandra kumat lagi bi, apa selama ini chandra ga pernah minum obat lagi?"


"Iya den. Bibi perhatikan den chandra ga pernah minum obat lagi, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya"


"Pantes. Tadi chandra kambuh lagi bi"


"Gimana tadi nya den?"


"Tadi putri datang ke kantor nya chandra, mereka bertengkar. Sekarang putri di bawa kerumah sakit dan chandra gitu lagi bi"


"Yaampun kasian sekali. Sekarang bagaimana kondisi non putri den?"


"Saya kurang tahu bi, ini saya mau kesana. Tapi saya mau nunggu chandra bangun dulu"


"Oyasudah den kalau begitu mah. Den rian mau di buat kan minum apa?"


"Apa aja bi. Saya dan teman saya di ruang tamu ya bi"


"Baik den"


Mereka berdua berjalan ke arah ruang tamu. Rian yang mengerti akan kebingungan yang ada di otak hans.


Rian pun membuka suara nya.


"Gue tau lo bingun kan dengan situasi ini"


"Iya gue emang bener-bener bingung"


"Gue bakal jelasin semua nya ke elo. Tapi elu harus janji ga akan ada yang tahu selain kita berdua. Karena orang tua chandra pun gatau sama masalah ini"


"Oke "


"Jadi gini, semenjak dia di khianati sama putri, chandra menjadi stress berat. Dia menjadi orang yang berbeda dari sebelum nya. Tadi nya dia penyayang, baik tapi sekarang engga lagi. Dia berubah dia menjadi pria yang dingin dan ga pernah peduli dengan keadaan sekitar. Lo juga tadi ngedenger kan apa yang di bilang sama chandra, dia aja sampe berani nyeret orang yang lagi hamil, jelas-jelas dia lagi hamil. Dia selalu merasa frustrasi dan merasakan sakit kepala yang amat sakit kalau bayang-bayang masa lalu nya tiba-tiba datang. Seperti tadi, dia selama ini selalu minum obat jika sudah merasa pusing. Dan gue juga gatau dia mau ngelakuin hal apa buat adin kalau dia udah dapetin adin lagi. Orang tua nya juga gatau tentang hal ini, karena chandra yang ga mau bikin kedua orang tua nya khawatir"


"Sebesar apa cinta dia ke putri sampe-sampe dia kaya gini?"


"Sangat besar. Bayangin aja, dia lebih milih putri dari pada adin. Berarti cinta dia lebih besar kan?"

__ADS_1


"Iya juga sih. Terus sampe kecewa begitu gimana tadi nya?"


"Jadi gini....."


__ADS_2