Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu...


Pagi ini di perusahaan tidak terlihat kedatangan adin. Adin yang semalam sudah meminta izin kepada atasan nya yaitu pak darren, bahwa ia tidak akan masuk karena sedang tidak enak badan.


Intan yang tidak mengetahui hal itu langsung menghubungi sahabat nya.


Intan : Hallo din lo lagi dimana?


Adin : Di rumah.


Intan : Lo ga ke kantor?


Adin : Engga, gue udah izin sama pak darren.


Intan : Lo kenapa emang?


Adin : Ga enak badan gue ntan.


Intan : Oke, nanti pas balik gue kerumah elo.


Adin : Oke


Adin merebahkan tubuh nya kembali, dan ia menarik selimut nya hingga leher nya, karena merasa sangat dingin tetapi badan nya sangat panas.


Dua minggu ini adin dan ferdi yang sama-sama sibuk dengan pekerjaan nya. Chandra yang tetap gencar untuk mendapatkan hati adin, tidak pernah lelah walaupun ia selalu di tolak dan selalu berhadapan dengan pengawal yang di berikan oleh ferdi.


Hans pun mulai mengantar jemput adin sampai sekarang. Hans yang hari ini datang ke rumah adin, karena adin lupa tidak memberitahukan kepada hans bahwa ia tidak akan pergi bekerja.


Tok.. Tok.. Tok..


"Mba adiin...?" Teriak hans.


Adin yang merasa sangat lemas tidak menghiraukan panggilan dari hans, ia tetap bertahan dalam kamar nya.


"Mbaaa... Apakah mba ada di dalam?"


Karena hans yang merasa kesal ia pun memilih untuk mendobrak nya.


"Mba kalau ga mba buka akan aku dobrak pintu ini" Teriak hans.


"Oke karena ga ada pergerakan aku akan dobrak pintu nya" Gumam hans.


1.....


2....


3....


Brak... Pintu rumah adin pun di dobrak oleh hans.


Hans pun masuk dan mencari adin. Hans yang berhenti tepat di depan pintu kamar adin pun membuka nya betapa terkejut nya melihat adin sedang menggigil.


"Mba.. Mba adin.." Panggil hans.


"Awwss panas sekali tubuh mu mba" Kata hans sambil menempel kan punggung tangan nya ke jidat adin.


"Mba sebentar ya mba, aku akan telpon ka ardi dulu" Lanjut hans.


Hans pun menelpon ferdi, karena ferdi yang sangat sibuk di rumah sakit nya, maka dari itu ia tidak mengangkat telpon dari hans.

__ADS_1


Hans pun menggendong tubuh adin untuk di bawa ke rumah sakit, kebetulan rumah sakit tempat bekerja nya ferdi dekat dengan rumah adin.


***


Lima belas menit di perjalanan, akhirnya sampai juga di rumah sakit.


Hans langsung menggendong tubuh adin dan memanggil suster yang ada.


"Suster tolong sus, tolong kaka ipar saya" Kata hans sambil menurun kan tubuh adin di brankar.


"Baik pak" Suster itu pun mendorong brankar tersebut.


Setelah suster masuk ke ruangan IGD, hans langsung pergi ke ruangan kaka sepupu nya itu.


Hans berlari menuju ruangan tersebut dan ia langsung membuka pintu ruangan tersebut.


Ceklek


Hans tidak melihat siapa pun di dalam ruangan tersebut, ia pun bertanya kepada suster yang melewati ruangan tersebut.


"Sus maaf, apakah dokter ferdi ada jadwal hari ini?"


"Oh maaf, dokter ferdi sedang berada di dalam ruang operasi mungkin sebentar lagi beliau akan keluar"


"Baik kalau begitu terimakasih"


"Iya pak, saya permisi"


Suster itu meninggal kan hans. Hans berinisiatif untuk pergi menuju ruangan operasi, ia di masukan ke dalam ruangan khusus penanganan yang di lakukan oleh dokter ferdi. Maka akan mudah jika ada yang sedang mencari ferdi jika dalam keadaan gawat seperti ini.


Lima belas menit menunggu, akhirnya ferdi keluar dari ruangan tersebut, ferdi yang melihat hans pun terkejut, karena ia tidak tahu siapa yang di bawa kesini.


Hans pun menoleh ke arah ferdi dan mendekat ke arah ferdi "Ka, mba adin sakit. Sekarang ia ada di ruang IGD"


"Apa kamu bilang, adin sakit?"


"Iya ka"


"Yaudah ayo kita ke ruang IGD sekarang"


Mereka berdua berlari menuju ruang IGD. Sampai di ruangan tersebut, ferdi langsung menanyakan tentang kondisi adin.


"Bagaimana keadaan nya dok?"


"Dia hanya kelelahan dan memiliki banyak fikiran saja dokter ferdi, sebaiknya ia di rawat inap disini, agar kondisi nya cepat membaik"


"Baik saya akan membicarakan ini kepada pasien"


"Terimakasih dokter ken" Lanjut ferdi.


"Sama-sama dokter ferdi. Kalau begitu saya permisi dulu"


"Iya dok"


Ferdi mendekat ke arah adin. Hati nya merasa sangat teriris melihat sang kekasih berbaring lemah seperti ini.


"Apa yang terjadi? Apa ini semua karna cucunguk itu sayang?" Kata ferdi pelan.


"Aku tidak akan tinggal diam jika sesuatu terjadi pada mu" Lanjut nya lagi.

__ADS_1


Tak lama tangan adin mulai bergerak dan mata nya mulai terbuka perlahan.


"Ferdi.." Panggil adin lemah.


"Sayang kau sudah sadar? Kau mau apa?" Tanya ferdi khawatir.


"Minum"


Ferdi langsung mengambil kan minum untuk adin dan meminum kan nya. Adin yang sedang minum menjadi tersedak ketika ada seseorang yang masuk mengagetkan ke dua nya.


Brak pintu ruangan tersebut di buka tanpa ketukan terlebih dahulu


Uhuk... Uhuk.. Uhuk.. Adin pun tersedak karena kaget.


"Eh sorry din sorry" Kata pria tersebut.


"Elo" Ucap adin pelan.


"Gimana keadaan lo? Gue kaget pas denger lo di bawa kerumah sakit din" Kata rey.


"Bisa tidak etika nya di pakai dokter reyhan maulana?"


"Hehe maaf kan saya dokter ferdi saya hanya kaget saja melihat sahabat saya terbaring lemah disini"


"Gapapa sayang, sudah jangan di marahi rey nya"


"Baiklah aku akan memafkan sahabat mu ini sayang" Kata ferdi, adin hanya tersenyum.


"Hehe makasih ya din. Eh iya gimana kabar lo. Apa lo baik-baik aja?" Kata rey.


"Gue gapapa ko, cuma kecapean aja" Kata adin.


"Syukur lah, yaudah kalau gitu gue balik lagi ya soal nya banyak bu ibu yang mau meriksa kandungan nya bye"


"Bye"


Rey pun meninggalkan mereka berdua. Di dalam ruangan igd tersebut, tinggal menyisakan adin dan ferdi karena hans yang menunggu di luar.


"Apa kau sudah membaik?" Tanya ferdi.


"Sudah"


"Kamu harus di rawat inap dulu selama satu malam disini sayang, tidak apa apa kan? Biar aku yang akan menjaga mu disini" Kata ferdi.


"Aku ingin pulang saja"


"Tidak sayang, kamu harus mengikuti apa kata dokter ken tadi"


"Aku sudah lebih baik sayang. Jadi aku ingin pulang saja"


"Kau ingin membantah ku?"


"Tidak"


"Yaudah kamu menginap dulu ya disini, kan ada aku yang akan menjaga mu"


"Baiklah aku akan menurut saja"


"Yasudah aku akan menyuruh suster untuk memindahkan mu keruang VVIP agar kamu merasa nyaman" Kata ferdi dan hanya di jawab anggukan saja oleh adin.

__ADS_1


__ADS_2