Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Dia kembali


__ADS_3

"Bisa aja kamu" Kata adin sambil tersenyum.


"Jangan buat aku malu friska" Kata ferdi.


"Huh. Ayo ka sama aku aja yuk, kita jelajahi acara ini, disini terus ga enak tau ka" Ajak friska.


"Ayo" Kata adin.


Friska dan adin pun meninggalkan ferdi dan juga hans.


Ferdi dan hans pun berbincang-bincang setelah sekian lama tidak bertemu.


"Kenapa lo ga bilang aja waktu itu, kalau itu elo" Tanya ferdi saat mengingat kan waktu mereka bertemu di pantai.


"Waktu kapan ya?" Kata hans pura-pura lupa.


"Ck. Pas lo di tabrak di pantai itu sama si adin"


"Oh, gue pengen tau aja lo masih inget sama gue atau engga" Kilah hans.


"Halah kita kan udah lama banget ga ketemu"


"Gue aja inget sama lo"


"Boong banget lo"


"Hahaha. Lo udah lama hubungan sama si adin?"


"Lumayan lah segitu mah"


"Kapan mau di halalin?"


"Bulan depan gua lagi nyiapin semua nya"


"Mau elo siapin apa lagi? Harta udah punya, rumah tinggal beli, mau apa lagi ka ardi?"


"Kesiapan dia lah" Kata ferdi.


"Emang dia belom siap?"


"Belom, semoga aja bulan depan dia udah siap. Malam ini mau gua omongin lagi"


"Siap siap siap. Hati-hati aja ya, gue ingetin banyak yang ngincer cewe lo"


"Oke. Gue emang lagi jagain dia ko"


"Oke"


Hari sudah semakin malam, ferdi pun mengantarkan adin kembali ke rumah nya. Di dalam perjalanan mereka membicarakan apa yang mereka lakukan ketika di pesta.


Tiga puluh menit sampai di kediaman adin. Adin turun dari mobil dan di ikuti oleh ferdi.


"Sayaaang" Panggil ferdi.


"Yaaaa?"


"Ada yang ingin aku katakan"


"Tentang?"


"Apa kamu udah siap untuk menikah dengan ku?"


"Hemm" Jawab adin dengan berfikir.


"Yasudah tak apa kalau kamu belum siap"


"Fer..?" Panggil adin.

__ADS_1


"Aku udah siap jadi istri dan menjadi ibu dari anak anak mu" Ucap adin.


Ferdi yang mendengar nya pun merasa sangat bahagia "Apa kamu serius?"


"Aku serius sayang"


"Terimakasih sayang terimakasih. Aku akan memberitahukan kepada orang tua kita" Kata ferdi sambil memeluk adin.


"Iya sayang sama-sama" Jawab adin.


"Yaudah kamu masuk ya udah malem juga. Selamat istirahat" Ucap ferdi.


"Iya sayang selamat istirahat juga ya kamu hati-hati"


"Iya sayang"


Ferdi pun pergi meninggalkan adin. Sampai di rumah, ferdi segera masuk kedalam kamar nya ia membersihkan diri nya dan merebahkan tubuh nya.


***


Sinar mentari yang indah mampu membuat semua mata melihat nya. Begitu pun dengan ferdi, ferdi yang terbangun dari mimpi indah nya karena cahaya yang masuk ke dalam kamar nya.


Ferdi mulai meranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan segera bergegas ke rumah sakit.


Ponsel ferdi berdering menandakan ada telpon masuk. Ferdi pun mengangkat telpon nya.


Ferdi : Ada apa nicholas?


Nicholas : Saya ingin menyampaikan sesuatu bos.


Ferdi : Katakan.


Nicholas : Orang yang selama ini ingin merusak hubungan anda dengan nona muda adalah sepupu anda sendiri bos Hans tri saputra wijaya.


Ferdi : Apa?!! Apa kau tidak salah?


Ferdi : Ada makud apa dia ingin merusak hubungan ku? Pantas saja semalam dia berbicara seperti itu.


Nicholas : Tapi bos. Tuan muda hans juga melakukan semua itu karena sahabat nya.


Ferdi : Siapa dia?


Nicholas : Chandra bos.


Ferdi : Apa?!! Berani berani nya dia ingin merusak hubungan ku dengan nya.


Nicholas : Apakah saya harus bertindak bos?


Ferdi : Jangan dulu biarkan saja. Atur jadwal pertemuan saya dengan hans jika saya tidak ada jadwal padat di rumah sakit.


Nicholas : Baik bos.


Ferdi memutuskan sambungan telpon nya dan ia bergegas untuk pergi kerumah sakit.


***


Adin yang beraktifitas kembali seperti biasa nya. Tapi hari ini ia berbeda karena hari ini ia merasa sangat bahagia. Pasal nya sebentar lagi ia akan menjadi istri ferdi.


Tadi pagi ia sudah memberitahukan kepada kedua orang tua nya bahwa bulan depan ia akan menikah dengan ferdi.


***


Di tempat lain chandra yang sudah bangun dari tempat tidur nya. Ia sudah mulai membaik kembali segera pergi ke kantor nya.


Sekarang ia menjalan kan rencana nya sendiri, karena hans yang tak kunjung mau menjalan kan rencana nya. Chandra yang belum mengetahui tentang identitas asli dari hans dan juga ferdi.


"Ck. Dasar hans tak guna"

__ADS_1


"Oke aku akan menjalan kan rencana ku sendiri"


Dia pun mulai menyelesaikan tugas kantor nya. Setelah jam makan siang tiba, ia mengistirahatkan tubuh nya. Ia pun mulai memakan makan siang nya yang sudah di belikan oleh sekretaris nya itu.


Setelah selesai semua, ia mulai mencoba menjalankan rencana nya di mulai dari menghubungi nomor dari adin.


Tuuut... Sambungan tersambung


Adin : Hallo.. (chandra yang sangat rindu akan suara dari adin ia pun terdiam dan tersenyum sendiri setelah mendengar suara lembut adin).


Adin : Hallo dengan siapa ini?


Chandra : Hai apa kabar?


Adin : (adin yang mengenal suara tersebut sangat terkejut).. Ma.. Maaf anda siapa ya?


Chandra : Ga mungkin kamu ga kenal sayang.


Adin : Apa mau kamu?


Chandra : Aku mau kamu. Inget kamu ga akan menjadi milik orang lain sayang, kamu akan selalu menjadi milik ku.


Adin : Ga waras!!!


Adin pun langsung mematikan sambungan telpon tersebut.


Chandra yang melihat itu pun semakin tersenyum.


"Ternyata kamu masih mengenal suara ku sayang. Tenang aja kamu ga akan menjadi milik orang lain" Kata chandra sambil tersenyum.


***


Adin yang sedang makan siang dengan sahabat nya itu berhenti seketika.


"Lo kenapa din?"


"Ntan dia dia dia datang lagi ntan"


Yaaa... Intan, intan yang bekerja satu perusahaan dengan adin. Rey yang sudah berprofesi sebagai dokter dengan ferdi, aul yang sudah menikah dengan andre dan ratna yang sudah berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas ternama di kota tersebut dan rijal yang sekarang bekerja di sebuah perusahaan besar juga, ia menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut.


"Dia siapa din?" Tanya intan penasaran.


"Chan.. Chandra ntan"


"Apa??!!" Intan yang kaget langsung menutup mulut nya dengan tangan nya sendiri.


"Gue harus gimana ini? Ntan, gue takut chandra bakal lakuin sesuatu"


"Emang chandra bilang apa sama lo?"


"Dia bilang katanya gue ga akan menjadi milik siapa pun, gue harus tetep jadi milik dia ntan"


"Gila kali ya tuh orang"


"Gue harus gimana ini ntan?"


"Lo harus kasih tau ferdi soal ini"


"Engga engga gue engga mau nyusahin ferdi. Gue harus bisa beresin masalah ini sendiri. Lo mau kan temenin gue?"


"Tapi din, ferdi berhak tau"


"Gue ga mau terus terusan bawa ferdi kedalam masalah gue"


"Oke oke gue bakal bantuin elo. Elo tenang aja. Tapi kalau misalkan udah kepepet banget kita ga bisa lakuin sesuatu lo harus kasih tau ferdi tentang hal ini. Gimana?"


"Iya gue janji"

__ADS_1


"Oke"


__ADS_2