Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Rian yang Kritis


__ADS_3

"Hans lo bawa mobil biar gue yang kasih pertolongan pertama buat rian cepat cari rumah sakit terdekat" Teriak ferdi.


"Iya ka" Jawab hans.


"Friska dan intan ayo ikut dengan rey di mobil ini, friska bawa mobil rey yang akan melakukan pertolongan pertama pada adin. Lo bisa kan?" Ucap ferdi dengan khawatir.


"Iya fer gue bisa. Walaupun gini gini juga gue dokter kandungan, sedikit sedikit gue bisa fer"


"Oke. Gue percaya sama lo"


"Dan untuk kamu nicholas, bereskan semua pekerjaan yang bersangkutan dengan pria itu" Lanjut ferdi.


"Baik bos" Jawab nicholas.


Friska pun melaju kan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, karena ini masih berada di pegunungan.


Intan yang duduk di depan, sesekali melihat ke arah belakang dan bertanya kepada rey bagaimana keadaan adin. Rey yang sudah memeriksa nya pun bisa bernafas lega karena adin hanya kelelahan dan hanya merasa lemas karena ia tidak makan.


"Rey bagaimana keadaan adin?" Tanya intan.


"Allhamdulilah, keadaan Adin baik-baik aja ntan, dia hanya kelelahan karena tadi melawan banyak anak buah ka chandra dan lemas karena ia tidak mendapat kan asupan makanan" Jelas rey.


"Syukurlah" Kata intan bisa bernafas lega.


Dret... Dret... Dret... Ponsel intan bergetar.


Intan pun melihat siapa yang menghubungi nya. Tertera jelas nama 'Ferdi' di layar ponsel intan. Intan pun mengangkat telpon itu.


Ferdi : Hallo ntan.


Intan : Iya fer ada apa?


Ferdi : Gimana adin?


Intan : Kata rey, adin gapapa fer, dia hanya kelelahan karena melawan anak buah nya ka chandra dan lemas karena ia tidak dapat asupan makanan.


Ferdi : Allhamdulilah syukur kalau begitu.


Intan : Iya fer. Oya gimana ka rian?


Ferdi : Kritis, bentar lagi kita sampai di rumah sakit terdekat, kalian hati-hati.


Intan : Oke fer.


Tut.. Sambungan pun terputus.


"Gimana ka rian ntan?" Tanya rey.


"Kritis rey. Mereka bentar lagi sampai di rumah sakit terdekat" Kata intan.


"Yaudah kalau gitu kita juga bawa mba adin kesana saja" Kata friska.


"Iya fris benar" Kata rey.


Friska pun melajukan mobil nya dengan kecepatan rata-rata karena mereka sudah memasuki daerah perkotaan.


Ferdi dan hans pun sampai di rumah sakit terdekat.


"Dok tolong teman saya, dia kena luka tembak di bagian dada nya" Kata ferdi.


"Loh dokter ferdi?" Ucap dokter tersebut.

__ADS_1


"Eh iya dok. Maaf siapa ya?" Kata ferdi.


Belum dokter menjawab ferdi melanjutkan perkataanya "Dok maaf tolong bantu teman saya dulu, ia dalam kondisi kritis saat ini" Kata ferdi.


"Baik, dokter ferdi bisa ikut menangani teman anda" Kata dokter tersebut.


"Baik kalau begitu, saya akan ikut menangani nya" Ucap ferdi.


Ferdi pun ikut masuk ke ruang operasi.


Lima menit kemudian, intan, rey dan friska sampai juga di rumah sakit yang sama dengan rian.


"Sus tolong teman saya sus" Teriak intan.


"Iya mba sebentar ya mba" Kata suster nya sambil mendorong brankar untuk adin.


"Iya sus" Jawab intan.


Setelah adin di masukan ke dalam ruang UGD, friska mencari keberadaan hans dan juga ferdi.


"Sebentar aku akan menguhubungi ka hans dulu ya" Kata friska dan di jawab anggukan saja oleh rey dan juga intan.


Friska : Halo ka hans. Kaka dimana?


Hans : Di rumah sakit Kasih Bunda


Friska : Aku juga tau ka. Kita juga ada disini sekarang, aku membawa mba adin ke rumah sakit yang sama, agar dapat di periksa lebih baik.


Hans : Oyaudah kalau begitu, kalian ada dimana sekarang?


Friska : Di ruang UGD ka.


Friska : Oke ka.


Hans pun mematikan sambungan telpon nya, dan bergegas menuju ke ruang UGD.


"Bagaimana keadaan nya?" Tanya hans setelah sampai di depan ruang UGD.


"Masih di periksa ka" Jawab rey.


"Yaudah" Jawab hans.


"Ka rian gimana?" Tanya rey.


"Ka Ferdi lagi mengoprasi nya" Jawab hans.


"Ko bisa ka?" Tanya friska.


"Kebetulan dokter disini kenal sama ka ferdi fris" Jelas hans.


"Oh gitu, pantes aja" Ucap friska.


Tak lama dokter yang menangani adin pun keluar. Mereka yang melihat nya pun, langsung mencecar dokter tersebut dengan berbagai pertanyaan.


"Dok bagaimana keadaan kaka saya?" Tanya friska.


"Kaka anda hanya kelelahan dan lemah saja mba. Maaf mba sebelum nya, apakah kaka anda tidak makan selama dua hari ini?"


"Hem iya dok, kaka saya agak sedikit sulit untuk makan"Kkilah friska.


"Oyaudah kalau begitu, karena itu kaka anda jadi lemah mba"

__ADS_1


"Apakah harus di rawat inap dok?" Tanya rey.


"Seperti nya tidak mas, jika pasien sudah siuman dan keadaan nya membaik sudah boleh pulang" Kata dokter nya.


"Syukur lah" Kata rey.


"Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi? Jika tidak ada saya permisi dulu" Kata dokter nya.


"Iya dok silahkan. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih" Kata hans.


"Iya sama-sama. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter" Jawab sang dokter. Dokter pun meninggalkan mereka ber empat.


"Ka, bayar administrasi nya dulu sana" Kata friska ketika ingat bahwa mereka belum membayar administrasi adin.


"Emang belum?"


"Belum hehe"


"Kau ini. Yasudah kaka bayar dulu ya"


"Iya ka"


Hans pun meninggalkan mereka. Mereka masih terjaga di depan pintu UGD. Tak lama ponsel friska kembali berdering, menandakan bahwa ada panggilan masuk. Ia pun mengangkat telpon nya ketika sudah membaca nama yang ada di layar ponsel nya.


Friska : Hallo ka.


Ferdi : Kamu dimana?


Friska : Di ruang UGD ka.


Ferdi : Rumah sakit mana?


Friska : Rumah sakit yang sama dengan ka rian ka.


Ferdi : Yasudah kaka kesana.


Friska : Iya ka.


Friska mematikan sambungan telpon nya. Ferdi melangkah kan kaki nya, ferdi yang memang sangat tampan menjadi pusat perhatian di sepanjang koridor rumah sakit itu, ferdi yang mengetahui hal itu, bersikap acuh tak acuh dan memasang kan wajah dingin nya.


Sampai di depan ruang UGD, ferdi langsung menanyakan kabar tentang adin.


"Bagaimana keadaan adin fris?"


"Keadaan nya baik-baik saja ka, mba adin hanya kelelahan dan lemas saja. Mba adin juga sudah bisa di bawa pulang jika ia sudah siuman dan tubuh nya membaik"


"Syukur lah. Dimana hans?" Tanya ferdi sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"Membayar administrasi" Jawab rey.


"Bagaimana keadaan ka rian?" Tanya rey.


"Dia sudah melewati masa kritis nya, tinggal menunggu ia siuman saja" Jelas ferdi.


"Allhamdulilah" Jawab mereka serempak.


"Yasudah. Aku akan masuk ke dalam, kalian tetap lah disini" Titah ferdi.


"Baik" Jawab mereka serempak.


Ferdi pun melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam ruangan adin.

__ADS_1


__ADS_2