
Kesya yang di panggil oleh ferdi langsung melangkah kan kaki nya ke ruangan ferdi.
Tok..tok..tok.. Ceklek
"Ada yang bisa saya bantu dok?" Tanya kesya.
"Tolong obati luka hans"
"Baik dok"
"Oya, apakah dokter rey sibuk?"
"Tidak dok"
"Baik" Jawab ferdi. Ferdi pun menghubungi rey agar ke ruangan nya.
Sambil menunggu rey ke ruangan nya dan kesya yang sedang mengobati hans. Ferdi menghubungi nicholas dan juga friska untuk meminta bantuan.
Ferdi : Nicholas?
Nicholas : Iya bos?
Ferdi : Datang ke rumah saya dan tunggu saya di ruang kerja. Sekarang!!
Nicholas : Baik bos
Ferdi mematikan sambungan telpon nya dan beralih menghubungi friska.
Ferdi : Fris
Friska : iya ka?
Ferdi : Datang ke rumah ku dan langsung ke ruang kerja ku sekarang.
Friska : Baik ka.
Setelah menghubungi ke duanya kesya yang sudah selesai mengobati luka hans pun pamit untuk keluar dari ruangan ferdi. Dan tak lama rey datang dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Ada apa fer?"
"Lo ikut ke rumah gue ayo"
"Ada apa emang nya?"
"Adin di culik"
"Apa??!!" Teriak Rey.
"Biasa aja bro" Kata hans.
"Eh iya ka"
"Yaudah ayo ikut kita" Ajak hans.
Mereka melangkah kan kaki untuk keluar dari rumah sakit itu. Di depan ruang UGD mereka bertiga berpapasan dengan intan.
"Loh intan lo kenapa?" Tanya rey.
"Panjang ceritanya" Jawab intan.
"Lo udah gapapa?" Tanya ferdi.
__ADS_1
"Gapapa fer. Kalian mau kemana?"
"Kerumah gue" Jawab ferdi.
"Gue ikut fer" Kata intan.
"Ayo ntan" Ajak rey.
Akhir nya intan, ferdi, hans dan rey pun pergi menuju rumah ferdi.
***
Di tempat lain, tepatnya di villa milik chandra.
Terlihat wanita yang berparas cantik dan lemah lembut itu sedang terkulai lemas di sebuah kasur ukuran besar. Siapa lagi kalau bukan adin, yaa adin di bawa ke tempat di mana chandra juga sudah berada di tempat itu.
Chandra yang sekarang sudah berada di hadapan adin, mengusap lembut kepala dan pipi adin.
"Hai sayang, apa kabar?" Tanya chandra kepada adin.
"Akhirnya kita ketemu lagi yaa"
"Aku udah lama menunggu mu disini. Sekarang kamu engga bisa kemana-mana lagi ya sayang. Kamu harus selalu bersama ku" Kata nya lagi.
Adin pun perlahan membuka kan mata nya, ia melihat sekeliling nya dan terakhir ia menatap seorang laki-laki yang sangat ia kenali.
"Chandra..." Ucap adin.
"Kamu masih mengenali ku sayang?" Tanya chandra.
"Kenapa kamu ada disini? Dan dimana aku?" Tanya adin sambil menjauh dari chandra, karena ia merasa sangat takut.
"Tidak usah takut begitu adin, aku tak akan melukai mu. Kamu aman disini, ini villa miliku sayang, maaf anak buah ku menyakiti mu" Bujuk chandra dan mendekat ke arah adin.
"Kamu masih belum berubah ya ternyata, masih galak" Kata chandra.
"Kalau masih mendekat, aku akan.." Kata adin terpotong karena tangan nya sudah di genggam erat oleh chandra.
"Akan apa sayang?" Kata chandra.
"Lepas lepaskan aku chandra!!" Teriak adin.
Dret.. Dret... Dret... Ponsel chandra berdering. Mendengar dering dari ponsel nya chandra melepaskan tangan adin dan mengangkat telpon nya, karena yang menghubungi nya adalah rian.
Chandra : Ada apa lo?
Rian : Dimana lo? Gue kerumah lu tapi kata bibi lo ga ada di rumah.
Chandra : Gue lagi liburan.
Rian : Wah parah lo, lo ga ngajak-ngajak gue. Keterlaluan lo chand.
Chandra : Gue bukan liburan aja sih yan, gue juga kerja.
Adin yang mendengar chandra memanggil si penelpon itu dengan sebutan 'yan' pun ia langsung ingat kepada rian. Adin pun mulai berteriak "Ka.. Ka rian tolong adin ka.." Teriak adin yang terdengar jelas oleh rian.
Rian : Chand lo lagi sama adin?
Adin yang hendak berteriak tapi kalah cepat dengan tangan chandra yang menutup mulut adin agar tak bersuara.
Chandra : Engga, itu mah telinga lu nya aja kali yang terlalu aktif. Gue lagi sendiri aja ini di villa. Yaudah lah gue matiin gue lagi sibuk.
__ADS_1
Telpon pun di putus oleh chandra.
"Jangan pernah macam-macam sayang" Kata chandra sambil mengusap rambut adin.
Hiks.. Hiks.. Hiks.. Adin mulai terisak "Kenapa sih chand kenapa kaka kaya gini ke adin? Salah apa aku sama kaka?" Tanya adin.
"Kamu ga salah apa-apa, aku hanya ingin kamu kembali kepada ku. Aku ga rela kalau kamu terus bersama dengan nya" Jujur chandra.
"Tapi aku udah bahagia dengan ferdi ka" Jawab adin dan itu membuat chandra marah dan langsung menampar pipi mulus adin.
Plak..
"Ahh..." Jerit adin.
"Jangan pernah kau sebut nama dia di hadapan ku lagi. Camkan itu!!" Kata chandra dengan amarah nya.
Chandra pun meninggalkan kamar yang di tempati oleh adin.
***
Di ruang kerja ferdi
Di ruangan itu sudah ada ferdi, hans, nicholas, intan, rey dan juga friska. Mereka duduk saling berhadapan.
"Sebenarnya ada apa sih ka?" Tanya friska.
"Adin di culik"
"Apa?!!" Pekik friska.
"Ko bisa ka? Gimana tadi nya?"
Hans pun menceritakan apa yang telah terjadi diantara mereka.
"Ka rian.." Gumam rey sambil melihat ke arah ponsel nya dan membuat mereka semua menoleh ke arah nya.
"Maksud lo?" Tanya intan.
"Ka rian hubungin gue. Sebentar gue angkat dulu" Kata rey.
"Load speaker" Kata nicholas.
Rey pun mengaktifkan pengeras suara yang ada di ponsel nya agar mereka bisa mendengarkan apa yang akan di ucapkan oleh rian.
Rian : Hallo rey lo dimana?
Rey : kenapa emang ka?
Rian : Gue mau ngomong penting sama lo masalah adin (mereka semua yang mendengar nya pun membulatkan mata nya, dan ferdi pun angkat bicara).
Ferdi : Lo bisa kerumah gue sekarang juga. Biar rey yang akan sharelok ke elo. Gue ga butuh lama.
Rian : Oke!!
Rey pun langsung mematikan sambungan telpon nya dan langsung mengirimkan sharelok nya.
Tiga puluh menit mereka menunggu, akhirnya rian pun sampai juga di rumah ferdi. Rian langsung melangkah kan kaki nya ke ruang kerja ferdi.
"Jelaskan secara rinci" Kata ferdi to the point.
"Tadi gue telpon chandra, karena gue pas kerumah dia ga ada siapa siapa kata pembantu nya. Pas gue lagi telpon dia adin teriak minta tolong sama gue. Gue tanya sama chandra itu suara adin apa bukan kata dia bukan. Langsung di matiin sambungan telpon nya sama si chandra"
__ADS_1
"Mana ka nomor nya biar aku yang lacak" Kata friska. Rian pun memberikan ponsel itu kepada friska.