
2 bulan sudah dari perayaan pernikahan 3 tahun Adin dan Ferdi, kini keduanya tengah menunggu kelahiran sang buah hati kedua dan ketiga, karena yang mereka tau, bahwa kini Adin sedang hamil bayi kembar. Rezeki yang tak terduga dari sang Ilahi bahwa adin bisa hamil anak kembar. Dari keputusan dokter kandungan, Adin bisa melahirkan secara normal dalam jangka waktu dua minggu atau bisa 2 minggu sebelum itu.
Nampak berbeda dari kelahiran sang baby boy, kini Adin dan Ferdi tidak di temani oleh kedua keluarga mereka, karena baik Adin dan Ferdi merasa kasihan melihat mereka yang sudah cukup umur takut kelelahan, maka dari itu kedua keluarga mereka tidak berkunjung ke rumah megah Adin dan juga Ferdi. Kedua keluarga mereka akan berkumpul ketika baby twince sudah lahir. Kini di rumah megah Ferdi, hanya ada keluarga kecil Ferdi, Friska, para ART, tak lupa pula uncle Hans yang tak pernah absen dari Adin dari pertama kali lahiran. Kata nya sih itu adalah kesan tersendiri bagi Hans yang sampai sekarang belum menikah saja.
Kini mereka sudah berada di kamarnya masing-masing, karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Apa kamu merasa mulas sayang?" Tanya Ferdi ketika mendapatkan pergerakan dari sang istri.
"Engga sayang, aku hanya kram sedikit saja"
"Sini biar aku usap-usap" Ucapnya dan diangguki oleh Adin. Ferdi pun mengusap-ngusap perut yang sudah membuncit itu. Adin pun kembali memejamkan matanya.
Ferdi yang melihat itu pun tersenyum bahagia, ia tetap terus mengusap-ngusap perut istrinya sampai ia kembali tertidur.
***
Pagi menjelang, Ferdi dan Adin pun bangun dari tidur nyenyaknya. Ferdi mencium kening Adin dan tak lupa mencium perut buncit sang istri.
"Selamat pagi sayang, selamat pagi anak-anak daddy" Sapanya.
"Selamat pagi juga daddy" Jawab Adin dengan menirukan suara anak kecil.
Ferdi pun hanya tersenyum dan beranjak dari tidurnya untuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Mom, daddy" Panggil Kalan dari balik pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar sang mommy.
Ceklek (pintu di buka oleh adin)
"Hay sayang, kamu udah rapih aja, mau kemana sih anak mommy?" Tanya nya sambil mencium pipi sang anak.
"Mau masuk ke kamar mommy, mau usap-usap adik bayi mom" Katanya.
"Ayo sayang" Ajak Adin sambil menggandeng tangan sang anak.
Adin pun mengajak sang anak ke kasur king size nya itu.
"Adik bayi, aku Kalan kakak kalian berdua. Kalian kapan keluarnya?" Tanyanya sambil melihat ke arah perut sang mommy.
"Hay kakak Kalan, tunggu kami ya, sebentar lagi kami akan keluar bertemu kakak" Jawab Adin sambil menirukan suara anak kecil. Kalan yang mendengarnya pun terkekeh kecil.
"Mom daddy mana?" Tanyanya ketika tak mendapati sang daddy tidak ada di kamarnya.
"Daddy sedang mandi nak" Jawabnya dan diangguki oleh Kalan.
Kalan pun kembali berbicara dengan perut Adin sambil pintu kamar mandi terbuka.
"Eh ada kamu boy"
"Iya dad"
"Ada apa hem?" Tanyanya.
"Kalan ingin menyapa adik kalan saja dad"
"Baiklah, daddy akan berganti pakaian dulu"
"Yes dad"
Ferdi pun melangkahkan kakinya untuk mengganti pakaiannya.
"Ka Kaaalaaaan" Teriak seorang gadis kecil dan imut yang selalu ingin di kuncir kuda. Siapa lagi kalau bukan ARdan Farijal Putra anak pertama dari Friska dan Rijal yang biasa di panggil Ardan, usia mereka memang sama, tetapi karena Kalan adalah cuci pertama di keluarga Wijaya jadilah Arema memanggilnya dengan sebutan kakak.
"Ka Kalan aku mencari mu" Ucapnya ketika sudah masuk ke dalam kamar Adin dan menemukan keberadaan Kalan.
"Ada apa?"
"Ayo Ka kita main"
"Aku sedang bermain dengan mommy dan adik-adik ku"
"Ardan juga mau dong aunty" Ucapnya menggemaskan.
"Sini Dan" Ucap Adin.
"Yes" Girang Ardan. Ardan pun mendekat ke arah Adin dan mulai mengusap lembut perut Adin.
"Hay adik kecil" Sapanya.
"Ck, kamu juga kecil, Dan" Ledek Kalan dan hanya mendapatkan tatapan sinis dari Ardan.
Adin yang melihat itu pun hanya tersenyum.
"Astagfirullah aku kenapa?" Gumam Adin dalam hati.
"Ko perut ku sakit banget ya"
"Apa aku kontraksi?" Tanya nya dalam hati.
Adin pun tetap tenang sambil menahan rasa sakitnya itu agar anak-anaknya tidak panik.
__ADS_1
"Mom kenapa?" Tanya Kalan ketika melihat keringat sudah banyak di wajah Adin.
"Mom tidak apa-apa nak" Jawab lnya dengan tenang.
Kalan yang memang sudah cerdas, tak percaya dengan apa yang di katakan oleh sang mommy, ia pun langsung turun dari kasur dan langsung berlari menuju sang daddy yang di mana sedang memakai pakaiannya.
"Dad"
"Ya ada apa nak?"
"Mommy dad" Kata Kalan. Tanpa menunggu lama, Ferdi pun langsung berlari meninggalkan Kalan.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Perut aku sakit banget mas"
"Kita kerumah sakit sekarang" Ucapnya dan di angguki oleh Adin.
"Kalan beritahu mbo minah agar segera mengambil pakaian daddy dan mommy dan tas kecil itu langsung bawa ke rumah sakit sama pak supir" Titahnya kepada sang anak.
"Yes dad"
"Ardan, kamu bilang ke mamah kamu, tolong bantu uncle membawa unty ke rumah sakit ya nak" Titahnya lagi.
"Baik uncle"
Adin dan Ferdi pun meninggalkan kamar.
"Ayo sayang hati hati"
"I... Iya mas"
Tak lama, orang yang ada di rumah megah Ferdi pun seolah olah sibuk mendapati kabar yang di bawakan oleh kedua tuan mudanya itu.
"Mba pelan-pelan ya mba, tarik nafas buang, tarik nafas buang" Kata Friska setelah mendapati kabar dari sang anak, Friska langsung berlari ke arah kaka dan kaka iparnya itu.
"Hans bawa mobil" Titah Ferdi.
"Baik ka"
Hans pun langsung berlari untuk menyiapkan mobil yang akan di bawa ke rumah sakit.
"Kamu urus anak-anak aja Fris, kamu bareng sama mbo minah ke rumah sakitnya. Biar aku, hans dan rijal, yang akan ke rumah sakit"
"Baik ka" Jawabnya patuh.
Kini Hans pun melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai di rumah sakit dengan segera.
"Mas sakit" Lirih Adin ketika di dalam perjalanan.
"Tahan ya sayang, sebentar lagi kita sampai" Jawab Ferdi menenangkan.
***
Setelah sampai di rumah sakit
"Dokter cepat istri saya mau melahirkan" Teriak Ferdi ketika sudah turun dari mobilnya itu sambil menggendong tubuh gembul istrinya.
Pihak rumah sakit yang memang sudah mempersiapkan pun segera mendorong brangkar kehadapan Ferdi dan langsung memasukan Adin ke ruang bersalin dan Ferdi pun ikut masuk ke dalam.
Ketika masuk ke dalam ruang bersalin itu, Ferdi pun sangat gugup, entah kenapa ia merasa sangat gugup dari pada saat kelahiran Kalan, mungkin karena sekarang Adin akan melahirkan anak nya sekaligus dua, maka dari itu Ferdi sangat gugup.
"Sabar ya sayang, kamu harus kuat demi anak kita, demi baby twince girls, buah hati kita" Ucap Ferdi di telinga Adin sambil mengecup kening sang istri.
"Iya mas" Jawab Adin sambil tersenyum.
"Semangat sayang. Kamu pasti bisa" Semangat Ferdi lagi sambil menitikan air matanya ketika melihat sang istrinya sedang berjuang dengan maut.
Dan tak lama kemudian....
Eaaaak....... Eaaakk.... Eaaak... Terdengar suara tangis bayi perempuan yang sangat nyaring itu sedang menangis.
Dan selang beberapa menit, lahir lah kembali bayi perempuan yang tak kalah nyaringnya.
"Selamat tuan Ardi anak anda kembar dan seorang perempuan sangat cantik seperti istri anda" Ucap dokter sisil yang membantu persalinan Adin. Ya dokter Sisil tetap menjadi andalan Ferdi dalam menangani kehamilan Adin. Karena Ferdi sangat percaya kepada dokter Sisil.
Mendengar hal itu Adin dan ferdi pun tak kuasa menahan kebahagiaannya, Ferdi pun menghujani ciuman di wajah sang istrinya itu.
"Sayang, terimakasih kamu udah mau melahirkan anak-anak ku sayang, terimakasih" Ucapnya sambil menciumi wajah sang istri.
"Iya mas"
"Sekali lagi terimakasih sayang" Lagi dan lagi ucapan terimakasih dari sang suami untuk sang istri tercintanya.
"Anak anda sudah bisa di adzani" Titah suster yang merawat anak dari Adin dan juga Ferdi.
"Iya sus"
Ferdi pun mengadzankan kedua anak kembarnya itu.
__ADS_1
Setelah ferdi mengadzankan anak nya itu, ferdi pun keluar dari ruang bersalin.
"Bagaimana ka?" Tanya Friska yang sudah berada sekitar 5 menit.
"Bagaimana mom dad?" Tanya kalan.
Ferdi pun langsung memeluk Kalan dengan air mata yang langsung turun, dan Ferdi pun langsung menghapus nya.
"Apa mommy kesakitan dad?" Tanya polos Kalan.
"Tidak sayang, adik kamu sudah lahir, mereka sangat cantik"
"Benarkah? Ardan ingin melihatnya uncle" Timpal Ardan.
Ferdi pun melepaskan pelukannya kepada anaknya, dan kembali merengkuh Kalan dan juga Ardan "Ya nanti kalian bisa melihat baby twince"
"Asik" Jawab Ardan.
"Aku ingin bertemu mommy dad" ucap Kalan.
"Iya nak sebentar"
"Selamat ya ka kamu sudah menjadi ayah lagi sekarang" Ucap Friska sambil terkekeh
"Iya Fris terimakasih" jawabnya sambil terkekeh
"Yes gue punya keponakan lagi cooy" Celetuk Hans. Dan mereka semua pun tertawa melihat tingkah Hans.
Tak lama Adin dan kedua bayinya pun di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu, Ferdi, Kalan, Ardan, Friska, Hans, Rijal dan mbo minah pun mengikuti tubuh Adin yang sedang di dorong di brangkar tersebut.
Setelah sampai di ruang VVIP mereka pun duduk sambil memperhatikan kedua bayi tersebut yang sedang tidur dengan nyenyak.
"Siapa nama nya uncle?" Tanya tya.
"Kalau yang ini (sambil menunjuk bayi dengan bedong berwarna pink) nama nya Latikha Eleaner Prasetya Wijaya dan yang ini (menunjuk bayi dengan bedong berwarna biru muda) namanya Latisha Elanora Prasetya Wijaya. Ardan bisa panggil, Tikha dan Tisha"
"Nama yang bagus" Ucap Rijal.
"Makasih Jal" Jawab Ferdi.
"Kakaknya yang mana dad?" Tanya Kalan.
"Adik pertama mu Latikha dan adik kedua mu Latisha sayang" ucap nya dan diangguki oleh Kalan.
***
Seminggu sudah Adin di rumah sakit tersebut setelah melahirkan kedua anaknya itu. Kini Adin sudah di bolehkan untuk pulang kerumah karena memang kondisinya dan kondisi sang bayi sudah baik dan sudah bisa di bawa pulang kerumahnya.
Hanya Ferdi yang menjemput Adin di rumah sakit, karena para keluarga yang lain sedang menyiapkan suprise untuk Adin di rumah mereka tanpa Adin ketahui.
"Mas, Kalan engga ikut sama kamu? Ko cuma kamu sih yang jemput aku?" Tanya Adin kepada suaminya itu.
"Kalan sedang bersama babysiter nya sayang" Kilah Ferdi.
"Ohh" Jawab Adin cuek.
Mereka pun masuk kedalam mobil dan ferdi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
***
Satu jam sudah dalam perjalanan, akhir nya mereka pun sampai di kediaman 'Ardi Wijaya Familly'
Mereka pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumah mereka.
Tap..
Tap..
tap..
Ceklek..
"Suprise" Teriak semua orang yang berada di dalam rumah Ardi itu.
"Welcome to baby twince girls Latikha Eleaner Prasetya Wijaya and Latisha Elanora Prasetya Wijaya" Teriak Kalan dan Ardan.
*TAMAT
.
.
.
Terimakasih sudah membaca Hadirnya Orang ketiga season 2😊😊 terimakasih yang sudah selalu menunggu cerita mom adin dan dad ferdi ya♥️♥️
Terimakasih juga atas dukungan dari kalian semua🤗🤗 kasih kesan dan pesan nya setelah kalian baca cerita ini ya aku tunggu ☺️☺️
Aku ada niatan buat nulis cerita tentang anak anak nya mom adin dan dad ferdi. Tapi aku belum bisa kasih tau kapan nya, karena aku mau mulis cerita ku yang masih on going. Kalian bisa mampir di cerita ku yang on going😊😊
__ADS_1
Pokoknya terimakasih sekali lagi atas dukungan kalian, cerita ku bukan apa apa tanpa adanya dukungan dari kalian🤗🤗
Sampai jumpa, salam sayang dari keluarga wijaya untuk kalian 😍😍😘😘