Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Jangan buat diri kamu menderita


__ADS_3

Ferdi pun merebahkan tubuh adin di kamar yang bernuansa pink yang sudah banyak boneka, berbagai macam foto adin, piala, piagam dan mendali yang tergantung di dinding kamar yang cukup minimalis itu. Ferdi yang melihat itu pun merasa kagum kepadanya sebab ia tidak pernah menyangka bahwa adin sebegitu cerdasnya dan sebegitu telaten nya dalam mengurusi kamar nya yang terlihat begitu rapih layaknya kamar wanita lain. Ferdi pun melihat foto adin waktu adin berumur 6 tahun dan memasukan nya kedalam kantong celana nya. Ferdi pun keluar dari kamar adin dan langsung berpamitan kepada orang tua nya adin karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Pak, bu ferdi pamit ya sudah larut malam juga. Sekali lagi ferdi minta maaf sudah mengganggu waktunya dan telat mengantar kan Adin pulang" Kata ferdi.


"Iya tidak apa-apa nak. Yasudah kamu hati-hati di jalan nya" Ucap mama adin.


"Baik bu. Saya permisi" Kata ferdi sopan dan mencium punggung tangan kedua orang tua adin.


***


Keesokan harinya


Adin pun terbangun dari tidur nyenyak nya.


Hoaaam....


"Eh tunggu-tunggu, ini ada di mana ya? Ini bukan nya kamar aku ya?" Kata adin sambil mengerjapkan mata nya berkali-kali untuk meyakinkan bahwa ia ada di kamar nya sendiri.


"Loh loh iya bener ini kamar aku. Ko bisa ya? Bukannya semalam aku ada di....???" Ucap adin memotong ucapan nya.


"Ah sial. Aku kan semalam ketiduran di mobil nya ferdi. Terus yang bawa aku ke kamar siapa? Eh nanti dulu. Haaaah allhamdulilah baju nya belum ganti masih pake baju yang semalam berarti aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh bersama nya" Kata adin.

__ADS_1


"Ah bodoh bodoh bodoh kenapa harus ketiduran juga sih. Aku harus bertanya ini sama mama" Lanjut adin sambil berjalan keluar kamar mencari sang mama.


"Pak?" Panggil adin.


"Iya din ada apa?" Kata ayah nya.


"Mama mana?" Tanya adin.


"Di dapur" Jawab ayah nya. Adin pun langsung ke dapur dan menghampiri sang mama.


"Mamaaaaa...." Teriak adin.


"Hehe maaf mah" Ucap adin.


"Oya mah, aku mau nanya dong" Kata adin.


"Tanya apa? Pasti kamu mau tanya kenapa kamu bisa ada di kamar kamu iya kan?" Tebak sang mama.


"Aish ko mama bisa tau sih" Kata adin malu malu.


"Sudah ketauan sama mama" Ucap sang mama.

__ADS_1


"Yaudah mah jawab dong" Kata adin.


"Semalam kamu diantar oleh ferdi, kata ferdi kamu tertidur di mobil nya. Terus ferdi yang gendong kamu dan mengantar kan ke kamar kamu" Jelas sang mama.


"Apa???!!!!!" Teriak adin dan membuat sang mama terkejut.


"Astagfirullah jantungan aku. Adin kamu bisa tidak sih kalau kaget itu biasa saja tidak usah berteriak segala" Kesal sang mama.


"Hehe maaf mah maaf kan aku kaget shock ceritanya. Eh tapi ko baginda raja (panggilan becanda untuk sang ayah nya) tidak marah marah si mah?" Kata adin.


"Untuk apa marah sayang? Kamu sudah besar, kamu pasti sudah tau kan mana yang salah dan mana yang benar. Lagian ferdi sudah menjelaskan semua nya kepada kami. Yaa mau apa lagi" Jelas mama adin.


"Lain kali kamu ga boleh sampai ketiduran lagi ya di mobil orang apalagi itu cowo, engga baik. Sebaik baik nya orang kalau lagi ada setan nya mah jadi engga baik. Paham kan maksud mama?" Lanjut mama adin.


"Iya mama aku paham ko. Uuuh aku sayang mama. Sini peyuk duyu" Kata adin sambil memeluk mama nya.


"Haduh ko gadis mamah bau sih badan nya. Ko mau-mau nya ferdi dekat dengan kamu ya. Yaudah sana kamu mandi dulu gih, dari kemarin sore kan belum mandi ya?" Goda sang mama.


"Ah mamah jangan gitu. Aku kan jadi malu, lagian aku kan cuma temen aja sama ferdi ga lebih" Kata adin memegang pipi nya yang mulai memerah itu.


"Sayang, mau itu teman mau itu lebih kamu harus tetap baik dan harus bisa jaga diri. Kamu harus bisa melupakan masa lalu mu sayang. Kamu harus mulai membuka hati kamu lagi, jangan membuat diri kamu menderita" Kata sang mama.

__ADS_1


__ADS_2