
Di rumah sakit
Ferdi yang masih sibuk dengan pasien nya yang banyak karena ia mengambil cuti kemarin.
Ferdi yang banyak di gembrungi oleh wanita-wanita cantik, bukan anak muda saja yang mengidolakan ferdi tetapi ibu-ibu juga sangat mengidolakan dokter tampan itu.
Tak jarang ibu-ibu hamil itu meminta dokter ferdi untuk mengelus perut nya, karena sifat baik yang di miliki oleh dokter tampan itu maka dokter ferdi pun mengikuti kemauan mereka tanpa mengeluh dan tanpa harus menerima imbalan nya.
Sejenak untuk mengistirahat kan tubuh nya kembali karena ia merasa tubuh nya sangat lah letih.
Ia membuka ponsel nya dengan senyum indah di bibir nya. Karena melihat serentetan pesan yang di kirim oleh sang kekasih.
From : Nadin Prasetya Anggraeni ❤️
Selamat siang pujaan hatiku.
Jangan lupa untuk makan siang ya.
Jangan sampai telat makan dear.
Aku menyayangi mu.
Ferdi pun membalas pesan tersebut walaupun sudah telat.
To : Nadin Prasetya Anggraeni ❤️
Selamat siang juga wahai ratu di hati ku.
Kau juga jangan lupa makan siang, ingat untuk menjaga kesehatan ya karena bulan depan kita akan memulai kehidupan kita yang baru.
Aku juga menyayangi mu.
Setelah membalas pesan dari adin, ferdi pun meletakkan ponsel nya dan ia memesan makanan untuk nya.
***
Di tempat lain tepat nya di perusahaan WJY crop
Terlihat seorang wanita cantik sedang bergelut dengan komputer di hadapan nya. Siapa lagi kalau bukan adin yang sedang fokus dengan pekerjaan nya sekarang.
Ia memutuskan untuk melupakan kejadian yang tadi chandra menelpon nya, karena ia ingin fokus dengan pekerjaan dan juga pernikahan nya dengan ferdinan bulan depan.
Sedang fokus dengan komputer nya, adin merasakan ada getaran dari ponsel nya, ia pun mengambil ponsel nya dan tersenyum indah di bibir nya, karena kekasih yang selama ini sudah menemani nya mengabari nya.
From : Ferdinan ❤️
Selamat siang juga wahai ratu di hati ku.
Kau juga jangan lupa makan siang, ingat untuk menjaga kesehatan ya karena bulan depan kita akan memulai kehidupan kita yang baru.
Aku juga menyayangi mu.
__ADS_1
Adin hanya membaca nya saja, karena ia memiliki pekerjaan yang harus segera ia selesaikan. Ia pun menyimpan kembali ponsel nya kedalam tas nya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore waktu setempat.
Adin bergegas merapihkan meja nya karena ia akan segera pulang. Ia melangkah kan kaki nya bersama dengan sahabat nya itu intan.
"Din,lo balik naik apa?"
"Gue bawa mobil ntan. Lo naik apa?"
"Gatau din, gue boleh nebeng ga sama lo. Soalnya motor gue masuk bengkel tadi"
"Oke"
Mereka berdua pun menaikki mobil adin. Mobil adin pun berjalan dengan kecepatan sedang. Sedang di dalam perjalanan ponsel adin pun berdering, ia pun mengangkat telpon nya karena yang menghubungi nya adalah kekasih nya.
Ferdi : Hallo sayang.
Adin : Iya?
Ferdi : Kamu lagi dimana sayang?
Adin : Aku lagi di jalan pulang sayang. Tapi aku mau nganterin intan pulang dulu.
Ferdi : Yasudah kalau begitu kamu hati-hati ya, kalau udah sampai rumah kabari aku.
Adin pun mematikan sambungan telpon nya.
Selang beberapa menit ponsel nya kembali berdering. Ia pun mengerutkan kening nya karena tidak tahu siapa yang menelpon. Tetapi adin tetap mengangkat nya.
Chandra : Hallo bep?
Adin : Maaf anda siapa?
Chandra : Kamu tidak menyimpan nomor ku sayang tega sekali kau?
Adin : Maaf anda siapa ya?
Chandra : Chandra cinta pertama mu.
Adin yang mendengar nya pun langsung mengerem mendadak. Untungnya di jalan itu tidak banyak mobil atau motor yang melintas.
Adin : Apa maksud mu?
Chandra : Tidak ada maksud apapun sayang.
Intan yang mengerti bahwa itu chandra ia pun tetap diam sambil melihat ke kanan dan kekiri takut ada yang menjegat nya.
Tidak begitu jauh dari mobil milik adin, ada orang suruhan dari ferdi yang mengikuti adin kemana pun ia pergi.
__ADS_1
Mereka pun menghubungi bos nya dengan apa yang terjadi pada adin.
Orang suruhan ferdi : Hallo bos. Nona muda ngerem mendadak padahal di depan nya tidak ada apapun yang di curigai.
Ferdi : Oke. Ikuti terus kemana pun ia pergi.
Orang suruhan ferdi : Baik bos.
***
Di rumah sakit
Ferdi yang barusan mendapat informasi dari orang suruhan nya itu, langsung menghubungi kekasih nya, tetapi ponsel nya tidak bisa dihubungi, ia kembali menghubungi intan, tetapi ponsel intan sama saja tidak bisa di hubungi.
Ia pun meminta friska untuk menyadap ponsel milik adin. Ferdi juga menghubungi nicholas untuk melacak ponsel adin.
Ferdi yang mendapatkan pasien lagi, ia bergegas ke ruang operasi. Walaupun ferdi banyak masalah, tapi ia tetap konsentrasi dalam menjalankan tugas nya itu.
Selesai sudah tugas nya di rumah sakit. Ia pun berganti shif dengan yang lain. Sebelum pulang ia menerima panggilan tak terjawab dari friska, adin dan juga nicholas. Ferdi merasa tenang karena ia mendapat kan pesan dari adin bahwa ia sudah berada di rumah nya.
Setelah mendapat kan pesan dari adin, ia menelpon friska untuk menanyakan hasil nya.
Ferdi : Gimana?
Friska : Beres ka, semua nya selesai jadi nanti kalau ada yang menghubungi kaka ipar mau lewat pesan atau pun telpon kaka bisa mengetahui nya.
Ferdi : Oke.
Sambungan pun di putus oleh ferdi.
Ferdi pun langsung menghubungi nicholas untuk mengetahui hasil nya.
Ferdi : Bagaimana?
Nicholas : Beres bos. Senua bisa terkendali. Bos saya akan kerumah anda saya ingin memberikan informasi dan meminta tanda tangan anda bos.
Ferdi : Kau kerumah saja nicholas, kita tuntas kan semua nya. Saya juga akan pulang.
Nicholas : Baik bosa saya menuju rumah anda sekarang.
***
Di kediaman Guntur Chandra dermawan
Chandra yang di buat senyum-senyum sendiri dengan kelakuan mantan kekasih nya itu. Ia semakin gencar untuk mendapatkan kembali hati adin, walaupun ia terus di tolak oleh adin.
Chandra yang di kenal dengan sebutan Guntur oleh kalangan pembisnis, tidak banyak yang mengenal bahwa ia adalah chandra bukan Guntur. Wajah nya yang berubah walaupun tidak drastis membuat orang yang dulu mengenal nya jadi tidak mengenal diri nya sekarang.
Chandra yang sedang memikirkan diri nya jika ia dan adin bersama tapi di ganggu oleh kedatangan tamu yang tak di undang.
"Chandra.. " Teriak pria itu.
__ADS_1
Ia menoleh ke arah suara yang memanggil nya. "Ada apa lo?" Ketus chandra ketika melihat pria itu. Karena chandra yang sangat kesal terhadap pria itu maka ia berlaga ketus Kepada nya.