Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Ambisi Chandra


__ADS_3

"Apa lo bilang? Buat apa?" Kata hans dongkol.


"Iya buat apa gue minta maaf sama lo"


"Bodo amat lah meningan gue pergi dari sini. Semoga gue ga ketemu-ketemu sama lo lagi" Kata hans sambil meninggalkan intan di jalan.


"Bodo amat. Gue juga ga berharap ketemu sama lo lagi" Teriak intan.


Mereka berdua sama-sama meninggalkan tempat itu.


***


Hari ini, hari dimana adin pulang dari rumah sakit, karena memang dia sudah sembuh total.


Adin di antar pulang oleh ferdi dan hans, setiba nya di rumah adin melihat kedua orang tua nya sudah ada di dalam rumah.


"Mama... Bapa... " Teriak adin.


Kedua orang tua adin yang mendengar suara anak nya itu langsung memeluk putri sematawayang nya itu


"Gimana kabar mu nak?"t Tanya mama adin.


"Allhamdulilah adin udah membaik ma" Jawab adin.


"Syukur lah. Ayo nak duduk mama sudah masak makanan kesukaan kamu" Titah sang mama.


"Ayo pak, ferdi dan..." Kata mama adin menggantung.


"Saya hans tante" Kata hans memperkenalkan diri.


"Panggil saja mama nak, ayo nak hans ikut makan bersama kami"


Mereka pun makan dengan baik tanpa ada suara selain dentingan sendok dengan piring saja.


Setelah makan selesai, ferdi dan hans pamit untuk pulang. Sebenarnya ferdi dan hans bukan pulang melainkan untuk pergi ke rumah chandra.


Satu jam perjalanan, mereka berdua sampai di kediaman chandra. Kebetulan chandra yang tidak pergi ke perusahaan nya, itu membuat kebahagiaan tersendiri untuk mereka berdua.


Ferdi dan hans menunggu chandra di ruang tamu. Chandra turun dari kamar nya untuk menghampiri mereka.


"Ada perlu apa ya kalian kesini?" Tanya chandra to the point.


"Duduk dulu bro santai" Kata hans. Chandra pun mengikuti kemauan hans.


"Oke langsung aja, gue kesini cuma mau ingetin elo, jangan pernah gangguin adin lagi. Karna adin adalah milik gue, dia udah menjadi tunangan gue dan bentar lagi gue akan nikahin dia" Ucap ferdi dengan tegas.


"Belum SAH kan? Jadi adin masih milik bersama" Ucap chandra dengan tenang.


Ferdi menahan emosi nya ketika mendengar ucapan dari chandra "Gue masih sopan ya sama elo, gue masih ingetin lo dengan cara baik-baik. Lo pasti udah tau siapa gue, sebenarnya gue paling ga mau main kekuasaan disini, kalau elo yang selalu begini apa boleh buat gue bakal ikutin apa mau elo" Ucap ferdi menahan emosi.


"Kita liat aja, adin bakal jadi milik siapa kedepan nya" Ucap chandra.


"Jangan harap lo bisa dapetin adin. Karena apapun yang udah jadi milik gue dia akan tetap milik gue! Camkan itu" Kata ferdi.

__ADS_1


"Ayo hans kita tinggalkan tempat ini" Ucap ferdi lagi sambil beranjak dari sofa.


"Dan asal lo tau, gue juga ga akan ngelepasin apa yang seharusnya buat gue" Kata chandra.


"Jangan berbangga diri dulu lo" Kata hans sambil menepuk-nepuk pundak chandra dan kemudian meninggalkan kediaman chandra.


Chandra yang di tinggal sendiri pun berteriak frustrasi "Aaaargh...." Teriak chandra.


"Gue ga akan ngelepasin elo din, lo liat aja nanti apa yang bakal gue lakuin sama elo, sebelum lo nikah sama si ferdi sialan itu" Kata chandra geram.


Kemudian chandra mengambil ponsel nya untuk menghubungi orang kepercayaan nya.


Orang kepercayaan chandra : Hallo bos.


Chandra : Culik wanita itu besok, bawa dia ketempat yang sudah saya sediakan.


Orang kepercayaan chandra : Siap bos!!


Chandra menutup telpon nya, dan ia menyiapkan semua perlengkapan nya kemudian pergi menuju tempat yang akan mempertemukan nya dengan adin.


***


Di dalam mobil ferdi dan hans sedang menyiapkan strategi untuk adin, takut chandra melakukan hal yang nekat.


"Hans, menurut lo apa gue harus buat nicholas selalu bersama dengan adin?"


"Kalau misalkan nicholas, perusahaan elo gimana ka?"


"Apa friska?" Lanjut ferdi.


"Engga juga"


"Ya terus siapa? Elo gitu?"


"Lah gue mah kan udah dari sana nya jagain mba adin sampe kalian nikah. Gimana si?"


"Iya juga sih"


"KKenapa engga intan aja ka? Secara intan kan kerja di perusahaan paman darren, bisa lah di handle dulu sementara waktu mah"


"Gue ga yakin"


"Lo jangan anggap remeh intan ka. Lo ga liat nih muka gua pada bonyok begini"


"Lah iya muke lu napa dah?"


"Ini nih ulah temen nya si mba adin"


"Elo di gebugin ama dia?"


"Bukan"


"Terus?"

__ADS_1


"Jadi waktu malam dia balik abis nengok mba adin itu kan, gue juga balik. Nah di jalan gue liat dia di gangguin sama preman. Secara gue laki ye kan, gue bantuin tuh dia. Eh gue kena tinju preman, si cewe cempreng itu baru bantuin gue pas gue udah hampir-hampir end" Kata hans.


"Hahaha lagian lo so jagoan banget. Tapi beneran intan jago bela diri?"


"Lah kan gue laki ka, ga mungkin kan gue liat cewe di gangguin ama preman gue diem aja kam ga masuk akal ka"


"Iya juga sih. Terus udah gitu?"


"Dia malah marah-marah sama gue. Kata nya gua so jagoan"


"Emang bener yang di bilang intan. Lo emang so jagoan"


" Sialan"


"Hahahaha"


"Yaudah kembali ke pembahasan awal"


"Yaudah yang bakal jagain adin, lo sama intan dan anak buah gue yang lain"


"Tapi mba adin bakal curiga kaga"


"Semoga aja engga. Ya kalian jangan mencurigakan lah gimana sih"


"Siap bos"


"Yaudah nih lo telpon si intan pake ponsel gue"


"Ogah banget"


"Cepetan ini kan gue lagi nyetir gimana si lo"


"Oke oke. Ngomong apa gue?"


"Ajak ketemu di cafe deket kantor dia"


"Oke"


Hans pun menghubungi intan melalui ponsel ferdi.


Intan : Hallo fer?


Hans : Ini gue


Intan : Gue juga tau lo ferdi. Kan tadi gue udah bilang gini 'hallo fer' gimana sih lo. (ferdi yang mendengar hanya menahan tawa nya).


Hans : Gue hans.


Intan : Hans? Sebentar. (intan melihat nama yang ada di layar ponsel nya) ini kan nomor ferdi kenapa lo bilang hans?


Hans : Heh emak lampir, ini gue hans, gue telpon elo pake nomor abang gue. Telmi banget si lo, kenapa coba mba adin bisa temenan sama orang kek elo. Kenapa juga tuh perusahaan bisa terima lo kerja disana.


Intan : Heh sabeni. Mulut lo kaga bisa si jaga pisan yak. Ganggu gue kerja aja lo. Ada apa lo telpon telpon gue, kangen ame gue lo haaa? (ferdi yang tak bisa menahan tawa nya akhirnya tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan mereka berdua).

__ADS_1


__ADS_2