
Setelah acara resepsi pernikahan antara Friska dan Rijal selesai. Para tamu undangan pun satu persatu sudah meninggalkan gedung resepsi tersebut. Tidak terkecuali para keluarga besar saja.
Kini keluarga besar Wijaya sedang berkumpul di Rumah utama keluarga Wijaya, tapi tidak dengan pengantin baru itu, pengantin baru itu memilih untuk tetap diam menetap di hotel bintang 5 milik keluarga Wijaya.
***
Di Kediaman Utama keluarga Wijaya
"Akhirnya si bontot udah sold out juga ya" Ucap Hans.
"Iya" Ucap Adin.
"Hay boy, apa kamu tidak lelah?" Ucap Ardi kepada sang anak laki laki nya itu.
"No edy" Jawab nya dengan cepat sambil masih mengunyam makanan yang berada di genggaman nya itu.
"kalan, sini dengan oma" Panggil sang oma.
"No, Alan hanya ini bersama mom"
"Kau ini menggemaskan sekali sih" Ucap sang oma.
"Ayo kita ganti buju dulu ya" Ajak sang mommy.
"Yes mom"
Adin pun beranjak dari tempat duduk untuk berjalan ke arah kamar milik suami nya itu.
"Mom tenapa?" Tanya Kalan ketika melihat sang mommy sedang memegang kepala nya itu.
"Ah mom tidak apa apa nak. Ayo kita ganti baju dulu" Jawab nya smabil manggut manggut seraya mengerti ucapan sang mommy.
"Ada apa dengan ku? Kenapa kepala ku terasa pusing sekali" Gumam nya dalam hati sambil tetap melangkah kan kaki nya untuk menuju kamar sang suami.
Setelah sampai kamar Adin pun bergegas menggantikan pakaian sang anak nya dengan baju tidur, dn ia pun mengganti pakaian nya.
"Kalan tunggu di sini sebentar ya, mom akan ganti baju dulu"
"Iya mom" Jawab nya patuh.
Kalan pun duduk di atas kasur king size orang tua nya itu, dan Adin pun melangkah kan kembali kaki nya untuk menuju kamar mandi.
"Ko aku pusing lagi ya, dan kenapa perut aku mual sekali?" Gumam nya lagi sambil mengganti baju nya dnegan baju tidur.
"Hoeek... Hoeekk.. Hoeekk" Akhir nya Adin pun memuntah kan apa yang ada di dalam perut nya.
Kalan yang mendengar itu pun seperti mengerti ia pun turun dari kasur dan melangkah kan kaki nya menuju pintu kamar mandi dan mulai memanggil manggil sang mommy.
"Mom" Panggil nya.
__ADS_1
"Iya sayang sebentar" Jawab Adin.
Ceklek..
Dan
Brugh.. Tubuh adin terjatuh tepat di hadapan sang anak.
Kalan yang melihat sang mommy terjatuh dan tak sadar kan diri pun mennagis kejer dan memanggil sang daddy.
"Mom"
"Mom ko tidul di sini?"
"Mom?"
"Mom jangan tidul di sini, di sini mah dinin nanti mom cakit"
"Mom"
Karena masih tak ada jawaban juga, akhir nya kalan pun memanggil sang dady.
"Eddyyyy" Teriak nya sambil terisak.
"Edyyy" Panggil nya lagi sambil melangkah kan kaki nya keluar kamar Ardi.
"Edyy mom edyy huaaaaa" Ucap nya lagi.
"Ada apa sayang ko kamu nangis? Mommy mana?" Tanya nya.
"Edyy mom eddy" Ucap nya seraya mengadu.
"Ada apa dengan mommy sayang?"
"Huaaaa" Tak ada jawaban dari Kalan. ia hanya menjawab dengan tangisan yang nyaring saja.
"Kamu masuk aja ka, biar aku yang gendong Kalan" Ucap Hans.
"baiklah"
Ferdi pun masuk ke dalam kamar nya dan betapa terkejut nya ketika ia melihat tubuh sang istri yang bergeletak di depan pintu kamar mandi.
"Saaaayang" panggil nya dan mendekat ke arah sang istri.
"Sayang bangun" Ucap nya dan langsung menggendong tubuh istri nya untuk di pindah kan ke kasur.
"Hans cepat panggil kan dokter keluarga kita"
"Baik ka" Jawab nya patuh.
__ADS_1
Hans pun langsung menghubungi dokter keluarga wijaya itu.
"Ada apa?" Tanya sang oma.
"Mba Adin pingsan tante" Ucap nya.
Kedua orang tua Ferdi yang mendengar nya pun langsung melangkah kan kaki nya menuju kamar sang anak, untuk melihat sang menantu kesayangan nya itu.
"Om itu mom alan tenapa?" Tanya Kalan.
"Tidak apa apa nak, mom kalan baik baik saja" Ucap nya.
Setelah 10 menit menunggu, akhir nya dokter keluarga wijaya pun datang ke kediaman rumah utama keluarga Wijaya.
"Cepat periksa istri saya dok" Ucap Ferdi kepada Dokter keluarga wijaya.
"Baik"
Dokter pun memeriksa kan tubuh nona muda wijaya itu. Tak butuh waktu lama untuk memeriksa kan kondisi tubuh Adin. Dokter tersebut pun tersenyum ke arah Ferdi dan keluarga nya.
"Istri saya sakit apa dok?"
"Istri anda tidak sakit apa apa tuan muda"
"Tapi" LAnjut nya.
"Tapi apa?"
"Selamat istri anda sedang mengandung anak anda"
"Apa dok? Istri saya hamil?"
"Iya taun muda. Selamat nona muda sedang hamil"
"Apa itu benar dok? Saya akan mendapat kan cucu lagi?"
"Itu benar nyonya"
"Yes gue punya keponakan lagi"
"Sekali lagi selamat atas kehamilan nona muda. Untuk lebih jelas nya tuan muda bisa membawa nona muda ke dokter kandungan"
"Baik dok saya akan membawa istri saya ke dokter kandungan besok"
"Baik. Jika tidak ada pertanyaan lagi saya permisi"
"Iya dok silahkan"
"Sekali lagi saya berterima kasih kepada anda dok" Lanjut Ferdi.
__ADS_1
"Iya tuan muda sama sama"