Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Ketauan


__ADS_3

"Din, gue harap ini yang terbaik buat kalian. Gue harap lo bisa sadar dengan apa yang lo liat. Lo ga bisa terus terusan gini din. Gue tau lu orang baik. Lu ga pantes di sakitin. Dan buat lu fer, semoga lu ga kaya si chandra bodoh itu yang rela menyia-nyia kan sebuah mutiara demi mata ikan yang busuk" gumam rian dalam hati.


Rian pun meninggalkan sekolah setelah melihat adin dan ferdi pergi meninggalkan sekolah.


***


Di tempat lain


Di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari sekolah nya dan cafe itu biasa ramai saat jam jam pulang anak sekolah, sebab biasa nya di jam segitu para anak remaja tidak langsung pulang ke rumah nya masing-masing mereka pasti datang ke cafe itu, ada yang memang sengaja datang ke tempat itu untuk nongkrong, ada juga yang sengaja datang ke tempat itu untuk mengerjakan tugas nya karena memang tempat itu sangat lah nyaman untuk mengerjakan tugas.


Terlihat lah ada kedua insan yang sedang di mabuk asmara yang sedang duduk berhadapan di meja pojok dalam cafe. Siapa lagi kalau bukan chandra dan putri. Mereka memang sering datang ke tempat itu untuk sekedar nongkrong sebelum pulang kerumah nya masing-masing.


"Chand" Panggil putri.


"Iya put" Jawab chandra.


"Kamu tadi liat adin engga pas kita mau kesini? " Tanya putri.


"Engga. Emang nya kenapa? Ko kamu tumben nanya in dia?" Tanya balik chandra.


"Yakin kamu ga liat? Tadi kan ada putri di gerbang sekolah sama si ferdi" Ucap putri.


"aserius kamu put?" Tanya chandra terkejut.


"Iya serius. Kamu kenapa sih? Ko kaget gitu" Tanya putri dengan penuh selidik.


"Lagian gapapa kali kalau dia tau juga. Aku ga mau terus di giniin sembunyi sembunyi" Lanjut putri.


"Aku belum bisa lepasin dia. Aku belum bisa buat nyakitin dia secara terang terangan put" Ucap chandra.


"Hahahaha apa kamu bilang belum bisa nyakitin dia? Dengan kamu kek gini juga udah nyakitin dia chan" Kata putri.

__ADS_1


"Iya aku tau. Aku juga lagi nyari waktu yang pas buat ngomong semua ke adin tentang kita" Kata chandra.


"Yaudah terserah kamu. Udah jangan bahas dia lagi" Ucap putri.


"Iya" Kata chandra.


Putri memang masih sangat menyayangi chandra. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. Seperti hal nya sekarang ini, dia tidak pernah lelah untuk mendapat kan hati chandra kembali, walaupun chandra selalu menolak tapi putri tetap terus mencoba mendekati chandra, sampai akhir nya ia mendapat kan kembali apa yang dia ingin kan. Karena memang pada dasar nya putri yang selalu iri kepada adin, menurut putri adin selalu beruntung mendapat kan semua nya.


***


Di lain tempat


Di jalan kota yang hendak memasuki pedesaan ada dua insan yang sedang duduk di pinggir jalan yang menghadap langsung ke alam bebas. Betapa indah nya alam dan mampu membuat semua orang terpana melihat keindahan alam itu. Mampu membuat suasana menjadi tenang dan tentram. Mereka berdua adalah ferdi dan juga adin. Ferdi yang memutus kan untuk berhenti sebentar karena merasa bahwa adin sedang tidak baik-baik saja, ia memutuskan untuk bertanya agar adin mau membagi duka nya.


"Din?" Panggil ferdi.


"Hem" Jawab adin.


"Apa sih lo lebay banget deh. Gue gapapa kali. Yaudah ah yuk balik lagian lo ngapain sih berenti disini gue masih banyak tugas nih buat di kerjain" Kata adin.


"Dikira gue lo lagi sedih mangkanya gue berenti dulu. Yaudah ayo balik" Ajak ferdi.


"Yuuuupppp caaaaapcuuuussss berangkat" Jawab adin semangat.


"Ini yang gue suka dari lo. Lo selalu nutupin masalah lo dan kesedihan lo dari orang lain. Lo emang cuek dan judes ke orang yang baru pertama kali kenal lo, tapi lo selalu jadi semangat dan ceria ke teman yang udah kenal lama sama lo" Gumam ferdi dalam hati sambil tersenyum dan melanjutkan perjalanan nya.


Beberapa menit kemudian sampai lah mereka di rumah adin. Adin pun masuk dan ferdi pun pergi untuk kembali kerumah nya.


Karena udah masuk SMA, adin pun sedikit agak di bebaskan oleh kedua orang tua nya walaupun masih dalam pengawasan kedua orang tua nya. Karena masa SMA adalah masa dimana anak anak tumbuh menjadi remaja ke dewasa.


Adin pun masuk kedalam rumah nya dan mengistirahat kan sejenak badan nya. Adin pun memikirkan apa yang sudah ia lihat tadi di depan gerbang sekolah. Kaget pasti karena ia selalu percaya apa yang selalu di katakan oleh chandra kalau ia hanya sebatas teman kelas dan mantan dengan putri tapi apa daya ke curigaan itu pun mulai melanda saat ia melihat dengan mata kepala dia sendiri bahwa tadi chandra dan putri berboncengan. Di sekolah ia pun memiliki banyak teman yang peduli dengan nya yang selalu mendukung semua apa yang ingin adin lakukan. Karena adin termasuk orang yang semangat, ceria dan juga baik ketika ia telah memiliki teman yang sudah sangat dekat dengan nya. Tetapi adin tidak akan pernah melupakan teman lama nya bagaimana pun juga teman lama adalah teman dimana awal ia memiliki kisah cinta dengan dia seorang pria yang selalu mengganggu hari hari nya sampai ia harus memutuskan jatuh kedalam pelukan nya. Maka dari itu semua yang terjadi padanya mau senang atau pun susah ia akan selalu menceritakan nya kepada teman teman nya. Seperti saat ini, ia sedang mengetikan sesuatu di pesan grup nya.

__ADS_1


Percakapan chat grup "cikiwir"


Adin : Guys.


Intan : Wet.


Ratna : Sorry ye gue lagi sibuk ngerjain tugas bye!!


Adin : Gilak so sibuk loh.


Aul : Tau gile so sibuk banget.


Rey : Gua lagi free nih nongkrong yo kita.


Aul : Boleh tuh ayo dimana?


Rey : Di cafe deket alun alun.


Adin, aul, intan : Berangkat.


Adin memutuskan untuk tidak menceritakan nya terlebih dahulu di pesan grup karena memang mereka mau bertemu, biar ia menceritakan nya di cafe saja biar lebih nyaman.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di cafe dekat dengan alun alun. Mereka pun memesan makanan dan minuman kepada pelayan disitu. Mereka pun berbincang bincang dan perbincangan mereka pun berhenti saat mendengar sebuah suara yang sedang tertawa renyah yang bisa di artikan sebagai tertawa bahagia. Mereka pun menoleh kepada suara itu dan membuat mereka semua terkejut.


"Ka chan.... Chandra" Ucap adin terkejut.


"Din apa itu bener ka chandra?" Tanya intan meyakinkan.


"Din.." Panggil intan dengan menggoyangkan tangan adin.


"I.. Iya ntan itu ka chandra" Ucap adin lirih.

__ADS_1


"Jangan nangis din jangan nangis lo harus kuat. Lo labrak aja mereka" Ucap rey.


__ADS_2