Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Hukuman Untuk Chandra


__ADS_3

"Sebenarnya aku tidak ingin bermain dengan kekuasaan ku chand, tapi kau yang minta untuk ku melakukan ini semua" Lanjut ferdi.


"Semua sudah beres bos" Kata nicholas.


"A... Apa yang kau lakukan"


"Perusahaan mu di ambang kehancuran chandra" Ucap ferdi.


"Jangan sentuh perusahaan ku ferdi"


"Sudah terlambat, nicholas sudah membuat perusahaan mu hancur"


"Nicholas, bawa dia kembali ke rumah lama nya, bawa dia kembali kepada orang tua nya. Setelah itu kirim mereka ke negara lain. Agar anak ini tau arti sebuah kehidupan dan menghargai arti dari sebuah persahabatan" Ucap ferdi dengan tegas.


Chandra yang mendengar nya pun hanya bisa menatap dalam dia, ia tidak menyangka bahwa akan menjadi seperti ini, ia hanya mengira bahwa bermain-main dengan ferdi hanya akan menjadi hidup nya kembali ke awal, tapi sekarang malah melebihi apa yang ia bayang kan.


Nicholas yang mendapat kan perintah itu pun langsung melakukan nya.


Setelah membereskan semua nya ferdi kembali ke rumah sakit sebelum adin bangun kembali.


***


"Makan... Makan..." Ucap intan.


"Ayo mari kita makan" Kata friska.


Hans, rey, friska dan intan pun memakan makanan yang sudah di beli oleh intan dan friska. Mereka makan dengan sangat lahap karena memang mereka sudah merasakan nama nya kelaparan yang benar-benar lapar seperti orang yang belum makan selama seminggu.


"Kalian lagi makan apa?" Tanya seorang pria dengan pelan karena merasa masih lemah.


Mereka berempat pun menoleh ke arah suara tersebut dan mereka merasa terkejut dengan siapa yang sedang berbica dengan mereka.


"Rian..?" Ucap hans.


Yaa.. Pria itu adalah rian yang sedang duduk di kursi roda dan di dorong oleh seorang suster rumah sakit itu.


Rian yang mendengar suara hans pun hanya bisa tersenyum saja.


"Kau sudah sadar rian?" Tanya hans.


"Hey bodoh kalau misalkan ka rian belum sadar mana bisa dia kesini" Ketus intan.


"Ya ampun bodoh nya gue" Kata hans sambil menepuk jidat nya.


Rian hanya bisa tersenyum melihat tingkah intan dan hans.


"Ka rian mau makan?" Tanya friska dan hanya di jawab gelengan saja oleh hans.


"Ka rian mau liat keadaan adin ya ka?" Tanya intan.


"Iya, apa boleh?" Tanya rian.

__ADS_1


"Boleh ka silahkan, mau di anter sama aku?" Tanya intan.


"Ga usah ntan aku sama suster aja, kalian lanjut makan aja ya" Ucap rian.


"Yaudah deh ka, kita lanjut makan lagi ya" Ucap intan dan hanya di jawab anggukan saja oleh rian.


"Sus antar kan saya masuk" Titah rian.


"Baik" Jawab suster itu, kemudian mendorong kursi roda rian.


Ceklek


Suster yang mendorong kursi roda rian membuka pintu kamar adin. Terlihat jelas adin yang sedang terlelap dengan wajah yang masih pucat.


Rian terus mendekat ke arah adin, sampai tepat di samping tubuh adin.


"Din.. Maafin teman ku ya din, maafin chandra yang udah buat kamu seperti ini" Ucap rian lirih.


"Maaf aku ga bisa buat dia kembali seperti dulu. Aku jug ga nyangka kalau chandra akan berubah seperti ini" Lanjut rian.


Tanpa terasa ada yang memegang pundak rian, rian pun menoleh dan melihat siapa yang memegang pundak nya itu.


"Yang sabar, kau harus menerima ini semua dengan ikhlas ka rian, aku sudah membalas perbuatan yang sudah ia lakukan kepada kalian" Ucap ferdi.


Ferdi yang sudah datang ke rumah sakit, ia mendengar semua apa yang di ucapkan oleh rian, ia mendekat ke arah rian dan adin, dan menepuk bahu rian agar tidak menyesal kan semua perbuatan nya.


"Apa yang udah kamu lakukan kepada chandra?"


"Aku udah membuat karma nya sendiri, dia sudah tidak memiliki apapun sekarang, perusahaan yang ia rintis sudah hancur, ia dan keluarganya pun harus bersedia pindah ke negara yang sudah di putuskan jika ingin tetap bertahan hidup" Jelas ferdi dengan sorot mata tajam.


"Menurut ku itu tidak keterlaluan melihat ia sangat tidak menganggap mu sebagai sahabat nya sendiri dan mengambil yang sudah menjadi milik orang lain. Apa aku keterlaluan sekarang?"


Rian berfikir sejenak dan membuang nafas kasar "Tidak fer, perbuatan mu sudah baik dan bagus. Aku berterima kasih kepada mu karena sudah membuat chandra menerima balasan nya"


"Tentu, aku melakukan itu karena memang karena kalian, karena kau yang sudah membantu ku mendapatkan cinta ku kembali dan membantu adin yang telah di ganggu oleh orang lain"


"Apa aku bisa bertemu dengan nya untuk terakhir kali?"


"Tentu. Jika kau sudah membaik kita bisa meninggalkan tempat ini, aku akan membawa mu bertemu dengan sahabat mu"


"Baik kalau begitu, kau bisa bertanya kepada dokter disini"


"Baik. Sekarang kau bisa kembali ke kamar mu, dan aku akan menyusul mu".


"Baik. Sus ayo kita kembali ke kamar"


"Baik" Suster pun mendorong kembali kursi roda yang diduduki oleh rian.


Setelah kepergian rian, ferdi mendekat lagi ke arah adin. Tak beberapa lama adin pun kembali membuka mata nya, ia sudah merasa badan nya enakan.


"Fer"

__ADS_1


"Iya?"


"Aku udah sembuh, kapan aku akan meninggalkan tempat ini?"


"Sebentar lagi sayang, sebentar lagi kita akan meninggalkan tempat ini"


"Janji ya"


"Iya aku janji"


"Sayang, aku ada perlu dulu ya sebentar"


"Mau kemana kamu?"


"Aku mau ke ruangan ka rian. Kata nya ka rian juga mau pulang ga betah disini. Jadi aku harus memanggil dokter untuk memeriksa kan keadaan nya"


"Yaudah ga apa-apa, agar kita bisa cepat kembali ke rumah"


"Yaudah aku tinggal dulu ya sayang, nanti ada intan dan friska yang akan menjaga mu"


"Iya sayang"


Ferdi pun keluar dari ruangan adin "Intan dan friska bisa temani adin dulu di dalam?"


"Bisa ka"


"Bisa fer"


Ucap friska dan intan bersamaan.


Intan dan friska pun masuk kedalam kamar adin.


"Untuk hans dan rey bisa ikut dengan ku ke kamar ka rian" Ucap ferdi.


"Baik" Ucap rey dan hans bersamaan.


Mereka bertiga pun melangkah kan kaki nya menuju ruangan rian.


Sampai di depan ruangan rian, ferdi menyuruh hans untuk memanggil dokter agar memeriksa kondisi rian.


Dokter yang di panggil oleh hans pun telah tiba di dalam ruangan rian, dokter pun melakukan pemeriksaan terhadap rian.


"Bagaimana kondisi nya dok?" Tanya ferdi kepada dokter tersebut setelah dokter memeriksa keadaan rian.


"Keadaan pasien sudah mulai membaik, tinggal proses pemulihan saja"


"Apa sudah boleh di bawa pulang dok?"


"Boleh, tapi harus sering chek up ya"


"Baik kalau begitu terimakasih ya dok"

__ADS_1


"Iya sama-sama saya kembali dulu permisi"


"Iya dok"


__ADS_2