Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Terimakasih sayang


__ADS_3

Tak beberapa setelah kepergian dari sang dokter pribadi. Adin pun membuka mata nya.


"Engggh"


"Sayang, kamu udah bangun?"


"Emh ya"


"Sayang terimakasih" Ucap Ferdi kemudian mencium kening sang istri dan di lanjutkan ke pipi nya.


Adin yang melihat tingkah Ferdi pun mengerenyitkan dahi nya karena bingung.


"Kamu kenapa?"


"Aku seneng"


"Kenapa?"


"Kamu hamil sayang"


"Hah? Apa kamu bilang? Aku hamil?"


"Iya"


"Kamu serius aku hamil?"


"Iya sayang aku serius"


"Allhamdulillah" Ucap nya smabil memeluk tubuh ferdi dengan antusias.


Ketika mereka sedang berbahagia terdengar gedoran pintu dari sang anak laki laki nya itu.


"Mom, eddyy. Alan inin macuk"


"Iya sayang sebentar" Jawab Ferdi.


Ferdi pun membuka kan pintu kamar nya.


Ceklek


"Mom mana?" Tanya nya.


"Itu mom"


"Mom" Panggil nya dan berjalan ke arah sang mommy.


"Mom tenapa?"


"Mom tak apa apa sayang"


"Tata om hans, mom cakit"


"Tidak nak, mom tidak sakit"

__ADS_1


"Kalan mau tidak punya adik?" TAnya Ferdi.


"Mau"


"Anak pinter. Kalan akan punya adik"


"Alan mau punya adik?"


"Iya kalan akan punya adik"


"Di perut mommy sekarang ada adik nya Kalan" Ucap Ferdi sambil memegang perut sag istri.


"Di citu?" Tanya Kalan.


"Iya disini"


"Tapi ko ga keliatan cih eddy"


"Ish anak siapa sih gemes amat" Ucap Adin sambil mencubit pipi gembul milik sang anak.


"Anak eddy dan mom"


"Sini sayang peluk mommy"


Kalan pun memeluk sang mommy nya dan begitu pun degan ferdi memeluk kedua nya.


Bahagia nya keluarga kecil mereka.


"Jadi sekarang Kalan ga boleh nakal ya"


"Mom, alan inin minum cucu"


"Daddy yang akan buatkan"


"Gapapa dad biar mom saja"


"Tapi..."


"Gapapa ko, aku janji aku ga akan kelelahan"


"Baiklah"


"Ayo Kalan kita buat susu"


"Ayo mom"


Ibu dan anak itu pun keluar dari kamar nya dan menuju ke dapur untuk membuat susu.


"Mba, selamat ya. Akhir nya aku nambah keponakan lagi" Ucap Hans yang sama sama sedang berada di dapur.


"Heheh iya makasih ya hans"


"Iya mba"

__ADS_1


"Eh Kalan. Cie yang mau punya adik"


"Iya don om"


"Kalan engga sedih mau punya adik?"


"Enda don om, nanti kan Alan ada temen main"


"Uuuh pinter nya ponakan om"


"Iya don, capa dulu Alan"


"Aduh siapa sih yang nagajarin nih anak. Ko bisa banget ngomong begitu" Ucap Adin sambil menggeleng kan kepala nya.


"Kalan, siapa sih yang ajarin kamu ngomong gitu?"


"Om ans sama onty Fris mom"


"Eh ko om di bawa bawa sih"


"Iya kan om yang ajalin aku"


"Engga"


"Iya"


"Engga"


"Iya"


"Udah udah. Kalan ini susu kamu, udah yuk kita bobo siang"


"Ayo mom"


"Yaudah Hans, mba duluan ya?"


"Iya mba"


Mereka pun kembali ke kamar untuk tidur siang.


"Loh, eddy kemana mom?" Tanya Kalan ketika sudah di kamar nya tetapi tikda melihat sang daddy nya.


"Mungkin dad sedang di ruang kerja nya" Ucap Adin, Kalan yang mengerti pun menganggukan kepala nya.


"Yaudah Kalau gitu kita tidur siang aja ya, ayo mommy temanin Kalan"


"Iya mom"


"Gapapa kan kalau hanya di temani oleh mom?"


"Gapapa mom"


"Yaudah ayo" Ajak nya dan di angguki oleh Kalan.

__ADS_1


Mereka berdua pun tidur siang bersama dengan Adin yang memeluk tubuh sang anak nya itu.


__ADS_2