
Seminggu sudah berlalu dari kejadian penculikan adin. Kondisi adin dan rian yang sudah kembali seperti normal walaupun untuk rian masih harus chek up.
Hari ini adalah hari dimana adin dan ferdi untuk melakukan foto prewedding dan fitting baju pengantin mereka. Karena waktu sudah hampir mendekat ke acara resmi antara adin dan ferdi. Untuk tempat, cathering makanan dan undangan sudah siap semua oleh keluarga kedua belah pihak.
Semenjak kejadian seminggu yang lalu, ferdi semakin posesif kepada adin. Karena ia tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kalinya. Walau pun sudah tidak ada lagi penghalang di antara mereka, tetapi sifat posesif ferdi malah semakin menjadi jadi.
Ferdi dan adin sudah sampai di tempat pemotretan, karena adin yang hanya ingin satu tempat saja saat pemotretan dan itu pun ingin outdoor, ferdi mau tak mau hanya bisa mengikuti pasrah, karena keinginan ferdi ingin memakai beberapa tempat untuk foto prewedding mereka. Karena ferdi yang tak ingin mengecewakan hati sang kekasih akhirnya menuruti kemauan sang pujaan hati nya itu.
Adin memilih tema casual dan romantis dengan menggunakan latar belakang pantai. Adin mengambil salah satu objek wisata di Banten yaitu adalah Pantai Tanjung Lesung . Pantai ini adalah pantai terindah, pantai dengan hamparan pasir putih bersih nan lembut serta air lautnya yang jernih biru kehijauan yang dipadukan dengan banyaknya pepohonan yang tumbuh disepanjang garis pantai menjadikan pantai ini tempat yang nyaman dan tenang sebagai tempat berlibur anda bersama keluarga atau menjadi tempat sebagai objek foto prewedding atau berjalan bersama pasangan menyusuri garis pantai ditemani dengan semilir angin dan deburan ombak dengan suasana tenang dan romantis.
Adin dan ferdi melakukan foto prewedding dengan penuh canda dan tawa, saat serius mereka sangat amat serius tapi sering di selingi oleh keusilan mereka berdua. Hans dan friska yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum dan iri melihat pasangan yang sangat fenomenal di tahun ini. Bagaimana tidak adin yang seorang anak tunggal yang bisa di bilang dari kalangan desa, berlatar belakang ayah nya sebagai petani dan ibu nya sebagai ibu rumah tangga bisa menikah dengan tuan muda Ardiansyah Ferdinan Wijaya yang berlatar belakang sebagai raja bisnis di kalangan pembisnis. Bahkan bisnis mereka berada di beberapa negara.
Keluarga ferdi yang bisa menerima keluarga adin apa adanya dan keluarga adin yang menerima keluarga ferdi tanpa melihat harta dan kekayaan nya. Walaupun masih ada saja yang berfikir bahwa keluarga adin hanya numpang nama atau apa lah itu, tapi kedua belah pihak tidak memikirkan hal itu, karena mereka lah yang tahu sifat keluarga nya masing-masing.
Setelah selesai dengan foto prewedding nya, ferdi, adin, friska dan hans pun mampir ke rumah adin untuk sekedar beristirahat, karena sekalian mengantar kan kedua orang tua adin kembali ke desa. Kedua orang tua adin yang ingin pulang karena rindu dengan rumah nya yang ada di desa, pernikahan adin pun akan di selenggarakan di Pantai tempat mereka melakukan foto prewedding, karena adin dan ferdi yang ingin bertema kan outdoor.
Setelah dua jam perjalanan dari pantai Tanjung lesung menuju kediaman adin. Akhirnya mereka pun sampai di rumah adin, rumah yang dulu nya terlihat sederhana dan sekarang rumah itu sudah terlihat sederhana namun elegan yang sudah di bangun oleh hasil kerja keras dari adin.
Mereka ber enam pun turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam rumah adin. Untuk tim foto prewedding mereka sudah kembali karena mereka memiliki job lain.
Adin, friska dan mama adin segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang. Karena sore nanti mereka harus kembali lagi ke kota Jakarta.
Ferdi dan hans beristirahat di kamar tamu yang sudah di sediakan oleh adin. Dan bapa adin beristirahat di kamar nya.
Setelah satu jam berkutat dengan pekerjaan dapur, akhirnya adin dan friska terlebih dahulu untuk membersihkan tubuh nya agar merasa lebih segar lagi.
"Mba, friska dulu ya yang mandi, friska udah gerah banget nih"
"Iya fris"
__ADS_1
Friska pun memanjakan tubuh nya di kamar mandi adin, karena air nya sangat dingin akhirnya friska tidak bisa berlama-lama dengan mandi nya.
"Mba dingin banget air nya huh"
"Emang kamu ga pake air anget de?"
"Hehe engga mba, dikira aku air disini sama aja, tau-tau nya dingin banget mba"
"Hahahaha maaf mba lupa ga bilang sama kamu kalau air di sini itu dingin banget, waktu tunangan mba kamu ga ikut kesini ya fris?"
"Iya mba friska ga ikut, hehehe iya mba gapapa ko. Yaudah mba cepet mandi gih, ntar baru kita bangun kan para cowo"
"Yaudah mba mandi dulu ya"
"Iya mba"
Adin pun mandi agar badan nya terasa segar. Setelah bergelut dengan peralatan mandi nya, friska pun membangun kan para lelaki. Adin yang memilih untuk memberes kan makanan di meja makan.
"Oyaudah mba kalau gitu, friska bangunin ka ferdi dan ka hans ya mba"
"Iya fris"
Friska pun melangkah kan kaki nya menuju kamar tamu yang sudah terdapat dua pria tampan sedang serius dalam mimpi indah nya.
"Ka bangun ka. Ka ferdi" Ucap friska menggoyang-goyang kan tubuh ferdi.
"Ka hans bangun, waktu nya makan" Kata friska lagi sambil menggoyang-goyang kan tubuh hans.
Karena tak ada pergerakan sedikit pun dari mereka berdua friska sangat merasa kesal "Dasar kerbau, susah sekali ya kalian di bangunin nya" Umpat friska dalam hati.
__ADS_1
"Aha aku punya ide" Kata friska sambil bersemangat.
Friska pun mulai tarik nafas untuk mengeluarkan suara emas nya. Dan...
1....
2...
3...
"Kaka bangun ka ada kebakaran ka ada kebakaran... " Teriak friska dan sontak membuat mereka kaget, karena masih dengan keadaan setengah sadar hans yang tidur di pinggir ranjang akhirnya terjungkal kebawah karena kaget, dan begitu juga dengan ferdi, ferdi yang kaget akhir nya menimpa tubuh hans yang berada di bawah lantai.
Bugh..
"Aws badan gue ketindihan gajah" Ucap hans tanpa dosa.
"Huahahahaha" Gelak tawa dari friska karena ia sudah berhasil menjahili kaka kaka nya.
Bugh..
"Aduh ini badan orang apa batu sih keras banget" Kata ferdi.
"Ka ini gue. Gue engap banget nih, badan lo berat banget kaya gajah"
"Iya iya gue bangun nanti dulu kesadaran gue belum kembali 100% ini" Kata ferdi.
"Yaudah ka bangun, ini gue mau mati rasa nya" Gerutu hans.
"Iya iya" Ferdi pun bangun dari tubuh hans.
__ADS_1
Hans dan ferdi melirik ke arah friska, friska yang mengerti dengan lirikan itu pun hanya mengangkat jari nya membentuk huruf v sambil nyengir kuda dan tak lama ia pun langsung lari terbirit-birit agar tidak kena amukan dari kaka kaka nya.