
"Bisa di bilang pekerjaan gue terbengkalai dong ya ini. Eh tapi engga juga deng kan adin itu anak yang rajin guys, dia ga pernah bolos hehe" Ucap intan.
"Yaudah jadi gimana setuju engga?" Tanya ferdi.
"Oke demi tuan dan nyonya wijaya gue setuju" Ucap intan.
"Oke"
"Eh gua udah harus masuk nih, udah lewat dari jam istirahat" Kata intan sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.
"Lo masuk aja, hans udah izinin lo ko buat telat masuk ke atasan lo" Kata ferdi sambil melirik ke arah hans. Intan pun melirik ke arah hans dan hans yang melihat itu langsung berbicara dengan ketus.
"Apa lo liat-liat gue? Gue colok mata lo baru tau rasa" Ketus hans.
"Hih sensian banget lo, tadi nya kan gue mau bilang makasih sama elo, karena lo udah kaya gitu ga jadi lah males banget gue" Kata intan tak kalah ketus.
"Gue ga butuh terimakasih dari lo ye"
"Yaudah ah gue males lama-lama liat muka lo itu" Kata intan.
"Sana lu pergi "
"Yaudah fer, gue pergi dulu ya" Pamit intan kepada ferdi.
"Oya fer, gue mau kasih tau. Lo harus hati-hati sama cowo yang di samping lo, entar lo ketularan tua nya hahaa" Kata intan sambil melangkah pergi meninggalkan cafe tersebut.
Ferdi yang mendengar itu langsung melepas kan ketawa nya. Ferdi tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan dari intan.
"Awas aja tuh cewe" Kata hans geram.
"Yaudah ah yuk bang gue mau balik, males gue disini udah ga mood" Kata hans.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan cafe.
***
Keesokan hari nya. Adin yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, tinggal menunggu kedatangan hans saja yang akan menjemput nya.
Tin.. Tin.. Tin... Suara klakson mobil hans.
"Mah.. Pak.. Adin pamit berangkat kerja dulu ya itu hans sudah jemput" Pamit adin kepada orang tua nya.
"Iya nak" Sahut mama nya.
Adin melangkah kan kaki nya ke arah mobil yang sudah menunggu di depan rumah nya. Adin merasa terkejut ketika melihat ada intan juga di sana.
__ADS_1
"Intan ko kamu bisa bareng sama hans?" Tanya adin menyelidik.
"Eh hehe iya tadi hans jemput, mau bareng kata nya" Kata intan.
"Eumm... Apa jangan-jangan kalian?" Tanya adin menyelidik.
Hans dan intan yang mengerti akan pertanyaan itu langsung menidakkan pertanyaan adin.
"Engga" Kata hans dan intan secara bersamaan.
"Ekhem" Deheman adin.
"Udah mba ayo kita berangkat" Ajak hans.
Adin pun masuk kedalam mobil dan duduk di bangku belakang
"Ko mba duduk di belakang sih, kenapa ga di depan aja?" Tanya hans.
"Intan aja yang duduk di depan, aku mau di belakang aja ah" Kata adin.
"Ga mau din. Lo aja yang di depan" Kata intan.
"Yaudah kalau lo ga mau di depan, gue ga mau berangkat bareng kalian" Ancam adin dan membuat mereka saling tatap, hans pun menganggukan kepala nya untuk mengikuti kemauan adin.
"Baiklah baik aku akan duduk di depan" Kata intan.
Mobil yang di Kendarai oleh hans pun mulai menjauh dari rumah adin.
Empat puluh lima menit sudah waktu yang di tempuh oleh mereka bertiga untuk sampai di kantor WJY group.
Meteka bertiga turun dan melangkah kan kaki nya untuk menuju tempat masing-masing.
Jam makan siang tiba, adin dan intan keluar dari kantor nya untuk makan di restoran yang agak jauh dari kantor. Karena itu hans pun mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
Mereka bertiga tanpa pengawalan yang ketat, karena memang jarak restoran yang tidak begitu jauh dari kantor nya.
Tiba di restoran, mereka bertiga memesan makanan tanpa sedikit rasa curiga. Makanan pun sampai, mereka memakan semua makanan dengan sangat lahap. Sampai akhirnya mereka selesai menyantap makanan itu.
Baru saja adin intan dan hans hendak melangkah kan kaki nya keluar, mereka bertiga sudah di cegat oleh banyak pria yang berbadan besar yang berpakaian serba hitam.
Pria itu langsung menyerang mereka bertiga. Karena mereka memiliki kemampuan bela diri nya masing-masing, mereka pun melawan para pria itu dengan masing-masing.
Bugg...
Bugg...
__ADS_1
Bugg...
Mereka yang hanya fokus kepada musuh nya saja tidak mengetahui bahwa adin dalam bahaya.
Adin yang melawan 4 musuh, dan tanpa di. Ketahui oleh adin bahwa ada satu musuh yang akan memukul pundak adin.
Bug..
"Aww.. " Jerit adin dan adin pun mulai kehilangan kesadaran nya.
Intan dan hans yang mendengar itu seketika menoleh dan benar saja adin di bawa oleh pria tersebut "Adiiinnn.." "Mbaaa.. " Teriak intan dan hans secara bersamaan.
Mereka yang kehilangan kesadaran dan keseimbangan langsung tersungkur karena satu tendangan dari para lawan ke arah tubuh mereka.
"Ahh..." Rintih intan.
Hans yang tidak bisa mengejar adin, karena adin sudah di bawa masuk ke mobil oleh pria tersebut.
"Sialan!!!" Teriak hans.
Hans langsung mendekat ke arah intan "Ayo kita kerumah sakit sekarang, kau harus di obati. Biar mba adin jadi urusan ku dan ka Ardii" Kata hans sambil mengangkat tubuh intan.
Hans pun langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh agar segera tiba di rumah sakit.
Tiga puluh menit akhirnya sampai di rumah sakit. Hans langsung menggendong tubuh intan agar segera mendapatkan perawatan. Sedangkan hans langsung berlari menuju ruangan ferdi.
Memang tuhan sedang berpihak kepada hans, ferdi baru saja membuka jas kebesaran nya karena ferdi yang baru selesai menangani pasien nya.
Ferdi yang melihat hans sedikit ngos-ngosan dan babak belur menjadi merasa khawatir.
"Ada apa hans? Kenapa kau babak belur seperti itu?" Tanya ferdi khawatir.
"Mba adin ka mba adin.."
"Ada apa dengan adin? Dimana dia hans dimana?"
"Mba adin di culik ka"
"Apa??!!" Teriak ferdi yang terkejut.
"Bagaimana bisa hans?" Lanjut ferdi.
"Kau masuk lah dulu, aku akan memanggil keysha untuk menyembuhkan luka mu"
"Baik ka"
__ADS_1
Ferdi pun memanggil kesya untuk mengobati luka hans.