
"Ehem ehem.... Uhuk uhuk uhuk" Rey bergumam dan pura-pura batuk.
"Kayanya udah ada yang mulai aku kamu nih biasa nya kalau yang udah aku kamu di belakang nya ada kata saaaayaaang iya engga ntan?" Tanya rey kepada intan yang bermaksud menyindir ferdi dan juga adin.
"Sepertinya sih iya. Mungkin mereka masih malu malu untuk mengungkapkan nya" Goda intan.
"Malu malu tapi mau" Celetuk rey yang membuat pemeran utama dalam sindiran rey pun menatap tajam ke arah nya. Dan rey pun yang melihat itu pun langsung bergidik ngerih pasal nya tatapan mereka berdua seperti orang yang ingin menerkam mangsa nya.
"Widih kalian ini sangat kompak sekali. Melihat ku dengan tatapan tajam kalian. Awas mata kalian pada keluar terus lompat lompat bisa bahaya" Ucap rey dengan santai.
"Lo ngomong lagi gue colok mata lo dan gua bakal gunting lidah lo biar ga bisa ngomong dengan jelas lagi" Ancam ferdinan yang membuat rey kembali ngebergidig ngerih.
"Udah udah meningan kita balik yuk ah udah mulai malem juga nih. Lagian pada bawa motor kan? Kalau kemaleman takut bahaya" Ajak aulia.
"Yukk" Jawab adin.
"Eh tunggu" Kata ferdi yang menghentikan langkah mereka.
"Kenapa?" Tanya adin.
"Gue anter lo balik dan rey anter intan dan juga aul balik. Lo ikutin mereka dari belakang sampe rumah nya" Kata ferdi.
"Ah emang dasar aja lo masih kangen sama si adin. Masih pengen deket deket sama adin masih pengen romantis romantisan sama si adin" Kata rey sambil mencebikan bibir nya.
"Apa si lo rey. Ga usah dianterin gue bisa sendiri" Tolak adin.
"Ceileh. Yang satu alay yang satu so jual mahal. Cocok lah kalian berdua" Kata rey kembali.
"Kalau lo masih terus ngegoda gue sama si adin ga lama lo ga bakal bisa lagi liat indah nya dunia dan berbicara dengan jelas" Ancam ferdi yang langsung membuat rey semakin ngeri dan mengajak pulang intan dan juga aulia.
"Otw girls" Ajak rey dan di angguki oleh keduanya.
"Kita duluan ya din bye!!" Ucap intan dan aulia bersamaan.
"Bye!!" Jawab adin.
"Yaudah ayo lo kata nya mau nganter gue balik. Gue mau balik nih keburu malem" Ajak adin kepada ferdi.
"Yuk" Jawab ferdi. "Nih pake jaket gue. Lo ga bawa jaket kan? Angin lagi kenceng banget nih, suasana nya juga lagi dingin banget" Lanjut ferdinan sambil memberikan jaket kesayangan nya itu kepada adin.
"Oke makasih ya. Yaudah ayo kita pulang" Kata adin dan hanya di jawab anggukan dan senyuman saja oleh ferdi.
Ferdi pun mengantar kan adin ke rumah nya dengan membuntuti adin dari belakang
***
Di tempat lain
Setelah kejadian tadi di cafe tepat nya setelah chandra di tonjok oleh rey. Chandra memutuskan untuk meninggalkan cafe tersebut dan diikuti oleh putri. Putri pun yang melihat mereka putus tersenyum bahagia karena rencana nya telah berhasil untuk memisahkan mereka berdua. Dengan susah payah akhirnya mereka berdua berpisah juga. Putri pun semakin menjadi lebih perhatian lagi kepada chandra agar chandra tak mengingat tentang adin lagi.
__ADS_1
"Kamu gapapa? Apa masih sakit?" Tanya putri yang sedang mengompres pipi chandra yang tadi terkena pukulan rey.
"Aku udah gapapa. Setidaknya hati ku juga sudah terasa lega walaupun masih sedikit tidak rela" Jawab chandra.
"Yasudah lebih baik kamu istirahat biar besok kamu bisa fresh lagi yak. Aku mau pulang dulu" Kata putri.
"Kamu gapapa pulang sendiri? Ini udah hampir malam loh" Tanya chandra.
"Gapapa ko. Yaudah aku pulang dulu ya bye! Jangan lupa istirahat" Pamit putri.
"Iya hati hati ya. Maaf aku ga bisa anter kamu pulang" Kata chandra.
"Iya!!" Jawab putri.
Putri pun meninggalkan kediaman chandra dan ia langsung menelpon seseorang.
"...."
"Jemput aku di jalan Cempaka" Ucap putri.
"...."
"Oke" Jawab putri.
Beberapa menit kemudian mobil mewah pun berhenti tepat di depan putri dan membuka kan kaca mobil dan menyapa putri.
"Hay put. Apa aku lama?" Ucap seorang pria.
"Iya silahkan" Ucap pria itu.
"Bagaimana hari ini apakah rencana mu berhasil?" Tanya pria itu.
"Yaa!! Sangat berhasil. Adin sampai memutuskan hubungan mereka" Jelas putri sambil tersenyum bahagia.
"Wah sepertinya rencana mu sudah mulai berjalan dengan mulus ya" Kata pria itu.
"Yaa begitulah" Jawab putri.
"Lalu apa rencana mu selanjutnya?" Tanya pria itu.
"Aku akan membuat nya semakin tergila gila kepada ku dan membenci wanita itu" Ucap putri yang memang sudah membenci adin sejak dulu.
"Aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu. Tapi kamu harus ingat satu hal kamu harus hati-hati" Ucap pria itu.
"Pasti" Jawab putri cepat dan antusias. Putri pun memikirkan langkah selanjutnya untuk membuat chandra agar membenci adin untuk selama lama nya.
***
Di tempat lain
__ADS_1
Tepat nya di kamar yang luas ada seseorang yang sedang termenung dalam diam. Siapa lagi kalau bukan chandra yang sedang memikirkan hal yang terjadi tadi di cafe.
"Kenapa dia menjadi seberani itu terhadap ku? Apa karena dia yang sudah benar-benar terluka karena aku bohong dan hianati dia? " gumam chandra dalam hati.
Chandra pun langsung menelpon rian dan menceritakan yang sudah terjadi kepada nya saat tadi di cafe.
Percakapan via telpon
Chandra : Halo yan!!
Rian : Ada apaan si? Tumben amat lo telpon gue ganggu aja.
Chandra : Ebuset nih anak bolgeman sama gua.
Rian : Yaudah apaan kalau ga penting meningan lu matiin dah.
Chandra : Gue mau bilang.
Rian : Bilang apaan? Kalau ngomong sama gue langsung to the point aja ga usah bertele tele.
Chandra : *menarik nafas panjang dan membuang nya dengan kasar* Gue udah putus sama adin.
Rian : Apa?!!!!! *rian yang terkejut setelah mendengar perkataan teman nya itu*
Chandra : Gue serius oncom.
Rian : Ko bisa sih? Gimana ceritanya.
Chandra : Tadi dia ada di satu cafe yang dimana di situ ada gue dan juga putri.
Rian : Haaaa?!!
Chandra : Biasa aja kali.
Rian : Gue serius ini. Maksud lo si adin ngikutin lo ke cafe gitu?
Chandra : Kalau kata gue sih engga. Soalnya pas gue liat dia udah ga pake baju sekolah. Terus dia bareng temen temen lama nya dia.
Rian : Terus ko bisa di ke cafe yang ada elu nya?
Chandra : Mana gua tau oncom. Kalau gue tau juga gue bakal menghindar kali.
Rian : Terus elo di apain selain di putusin?
Chandra : Gue si ga di apa apain sama si adin.
Rian : Terus?
Chandra : Tapi gue di tonjok sama si rey secara mendadak jadi gue ga bisa menghindar.
__ADS_1
Rian : Hahahaha.