Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Rencana


__ADS_3

"Hahahaha" Intan, aul, adin, ratna tertawa secara bersamaan.


Kring.... Kring.... Kring..... Bel tanda masuk pun sudah terdengar, mereka pun bergegas pergi ke kelasnya masing-masing. Yaaa selama 2 minggu berlibur, ini adalah hari pertama mereka kembali ke sekolahnya dengan kelas yang berbeda, mereka sekarang masuk ke kelas 11 atau lebih tepatnya kelas 2 SMA, ternyata kelas mereka diacak. Aul bersama Ratna satu kelas mereka di kelas Bahasa, Rey dan Rijal dikelas IPA, Adin di kelas IPS 1 dan Intan dikelas IPS 2, mereka yang terbiasa selalu berenam, tetapi terlihat jelas untuk sekarang mereka sudah berpencar karena memang kelas mereka yang sudah berbeda-beda, tetapi untuk main, pulang dan berangkat kesekolah masih bersama-sama, itulah kekompakan mereka yang bisa membuat semua orang iri melihat persahabatan mereka yang bisa dibilang kocak banget.


Setelah mereka masuk kedalam kelasnya masing-masing, mereka pun mengikuti pelajaran dengan baik, tetapi tidak dengan rey, yang masih memikirkan harus melakukan apa supaya adin tidak marah lagi terhadap chandra.


"Jal" Tegur rey kepada rijal yang sedang mengantuk.


"Hem" Jawab rijal.


"Tidur mulu dah lu" Ucap rey.


"Ngantuk gue ga kuat, kenapa tau setiap pelajaran dia gua ngantuk mulu dah" Jawab rijal sambil menguap.


"Emang dasar elu nya aja yang tukang tidur" Ledek rey.


"Aelah kaya elu kaga aja, biasanya juga elu yang paling parah tidur mulu" Ketus rijal.


"Iye iye" Ucap rey.

__ADS_1


"Eh gua mau nanya nih, gimana caranya supaya si adin ga marah lagi?" Lanjut rey.


" Satu satunya jalan yaaaa jelasin lah" Ucap rijal.


"Yaa iya jelasinnya gimana, si adin ga pernah mau angkat telpon dari chandra, ngomongin masalah chandra aja dia udah ga mau" Ucap rey.


"Ketemuin lah, bodoh banget si lo" Ucap rijal.


"Iya juga ya, apa si adin mau?" Tanya rey.


"Ga bakal mau kalau lo bilang" Jawab rijal.


"Lo ketemuin dia tapi jangan dulu bilang sama adin, nah pas mereka udah ketemu, mau ga mau adin harus ketemu kan? Ga mungkin dia balik lagi, kalau mau balik lagi lu tahan aja dia biar ga kabur, beres kan?" Ucap rijal menumpahkan ide nya itu.


"Bener juga ide lo, tumben pinter" Jitak rey kepada rijal.


"Gua mah pinter dari lahir" Puji rijal.


"Bodo ah" Ucap rey.

__ADS_1


"Eh tapi ntar elo ikut ya, bantuin gue" Lanjut rey.


"Iya santai aja" Ucap rijal.


"Oke ntar gua atur waktunya" Ucap rey.


Tak ada jawaban lagi dari rijal karena memang rijal sudah terlelap tidur. "Woy bangun anjir" Menggoyangkan tangan rijal. Dan tetap tak ada sahutan dari rijal. Akhirnya rey pun kembali mendengarkan guru yang sedang menerangkan di depan.


Kring.... Kring.... Kring.... Bel tanda waktu pulang sudah tiba, dan akhirnya intan, aul, adin, ratna, rijal dan rey pun bergegas untuk pulang bersama.


"Woy jal, muke lu kenapa kusut begitu kek orang abis bangun tidur aja lu" Ucap adin.


"Emang dia abis tidur" Sahut rey.


"Ebuset parah banget lu bukan nya belajar malah tidur" Ucap intan.


"Suka suka gue lah, mau gua tidur kek mau gua jumpalitan kek bukan urusan lo" Ketus rijal.


"Etdah, kek ema ema nagih utang lo sensi banget dah" Sahut intan.

__ADS_1


__ADS_2