Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Puncak


__ADS_3

Mereka pun melanjutkan perjalanan nya setelah berhenti di rest area.


Pukul 10.00 malam mereka pun sampai di puncak. Mereka berdelapan pun menuju ke kamar masing-masing, karena memang menginap di sebuah villa di puncak. Memang kondisi saat ini sedang dingin dingin nya.


***


Keesokan harinya


"Selamat pagi girls" Sapa adin.


"Pagi" Jawab intan.


"Din kamu bangunin ferdi, aku bangunin andre nanti intan biar yang bangunin rijal sama rey ratna suruh menyiapkan sarapan" Kata aul.


"Ga mau, aku yang nyiapin sarapan aja biar ratna yang bangunin ferdi" Ucap adin.


"Ga. Aku aja yang siapin sarapan" Ucap ratna.


"Udah lah din sana bangunin ferdi. Tinggal bangunin doang geh apa susah nya" Kata intan.


"Oke oke" Jawab adin.


Adin, intan dan aulia pun bergegas ke kamar para pria itu. Adin pun sampai di depan pintu kamar ferdi dan mulai mengetok pintu kamar ferdi


Tok.. Tok.. Tok.. Ketokan adin pada pintu.


"Ferdii" Panggil adin tapi tak ada jawaban dari ferdi.


"Ferdi bangun sudah pagi. Waktu nya sarapan. Ferdiiii" Teriak adin.


Karena masih tidak ada jawaban dari ferdi akhirnya adin memberani kan diri nya untuk masuk ke dalam kamar ferdi.


Kreeek.... Pintu kamar terbuka.


"Fer" Panggil adin sambil celengak celinguk melihat sekeliling.


"Ferdi" Panggil adin lagi sambil memberanikan diri untuk masuk ke kamar ferdi. Ia pun melihat ferdi yang masih terlelap di kasur empuk nya.


Adin pun mulai mendekat ke arah ferdi dan duduk di pinggir kasur sebelah ferdi. Melihat ke arah ferdi yang terlihat sangat lelah dan begitu damai saat sedang tidur. Adin pun mulai membangunkan ferdi kembali "Fer bangun udah pagi" Ucap adin dengan suara lembut nya sambil menonjok nonjok pipi ferdi dengan jari telunjuk nya.


Ferdi pun yang merasa terganggu mulai membuka kan mata nya. Dan melihat adin yang ada di depan nya.


"Oh tuhan sungguh indah ciptaan mu" Gumam ferdi sambil tersenyum.


"Fer bangun udah pagi" Kata adin dan itu mengejutkan ferdi.


"Adin jadi lo beneran adin astagfirullah dikira gue mimpi" Kata ferdi sambil menepuk nepuk pipi nya.


"Yee lo kira gue hantu. Udah ah cepet lo mandi udah di tungguin sama yang lain di bawah buat sarapan" Kata adin.


"Oke oke 5 menit ya" Kata ferdi dan beranjak dari tidur nya.


"Yaudah gue kebawah ya" Kata adin.

__ADS_1


"Oke" Jawab ferdi.


Setelah sarapan mereka pun berkumpul di depan villa.


"Emang kalian tidur pada pisah kamar ya?" Tanya adin


"Iya kebetulan kamar buat cowo pas ada 4 yaudah jadi kita satu satu deh" Jelas rey.


"Oh gitu" Jawab adin sambil manggut manggut.


"Eh iya abis ini kita bakal kemana nih?" Tanya intan.


"Kita ke kebun teh. Setuju engga?" Tanya rey.


"Setuju" Jawab kami serempak.


"Yaudah buat cewe siap-siap gih sana. Cewe kan biasa nya paling lama" Kata ferdi.


"Okey" Jawab kami serempak.


Setelah semua nya siap. Kami pun beranjak pergi ke perkebunan teh.


Sesampai nya di perkebunan teh, kami berdelapan pun memotret keseharian dan kebersamaan kami. Hari yang begitu amat menyenangkan dan melelahkan. Sebenarnya bosan sih melihat pemandangan pegunungan karena memang kami berasal dari pegunungan juga. Tapi karna disini adalah tempat berbeda dan dengan orang yang berbeda itu menjadi kenangan tersendiri bagi kami.


Tak terasa waktu pun sudah sore. Mereka pun bergegas untuk kembali ke villa mereka. Ada yang sedang membersihkan tubuh nya, ada yang sedang asik menonton tv dan sambil bercanda dan ada juga yang sedang sibuk memasak. Itu semua adalah kenangan yang tak akan pernah terlupakan dalam kehidupan kami masing-masing, karena memang jarang sekali kami berkumpul. Apalagi sebentar lagi kami kelas 12 dan akan melanjutkan ke jenjang universitas pasti itu akan sangat sulit untuk kami saling bertemu.


Semua sudah selesai dengan makan malam nya, waktu nya kami berkumpul bersama sebelum tidur.


"Hem. Gue sih gimana dapet beasiswa nya aja ntan, kalau misalkan gue dapet beasiswa gue lanjut, kalau ga dapet kayanya gue cari kuliah yang swasta dan bukan di sini, mungkin gue merantau ke kota soalnya gue bakal kuliah sambil kerja paruh waktu gitu" Jelas adin.


"Semoga lo dapet beasiswa deh ya din" Kata intan.


"Semoga amin amin. Kalau lo intan mau kemana?" Tanya adin.


"Gue si kayanya bakal ke Jogja deh. Soalnya gue juga mau cari suasana baru" Jawab intan.


"Kalau lo ul?" Tanya adin.


"Gue satu kampus sama andre" Kata aul.


"Pepet teroooos" Ucap intan.


"Bodo" Jawab aul.


"Nah kalau lo na?" Tanya intan kepada ratna.


"Gue kayanya tetep disini deh" Jawab ratna.


"Ceileh yang lain pada merantau napa lo diem di tempat?" Tanya aul.


"Yaa gue ga mau aja" Jawab ratna.


"Oke oke. Nah kalau lo rey mau kemana?" Tanya adin.

__ADS_1


"Balik ke asal lah gue mah" Jawab rey.


"Inallilahi wainnailaihi rojiun" Jawab adin polos.


"Heh lo kira gue mati apa" Ketus rey.


"Kan lo bilang lo balik ke asal ya berarti lo mati. Salah gue dimana?" Jawab adin polos.


"Yaampun adin lo polos apa bloon sih. Maksud gue, gue balik lagi ke Bekasi" Jelas rey.


"Hehe sorry lagian lo ngomong bukan nya yang bener"


"Itu geh gue udah bener dasar aja lo yang bloon" Kata rey.


"Bodo. Terus lo fer mau kemana?" Tanya adin.


"Cie di tanya ekhem ekhem" Ceplos rey.


"Yeh apaan si lu ga jelas banget deh" Kata adin.


"Gue sih ngikutin tuan putri" Jawab ferdi.


"Maksudnya tuan putri?" Tanya intan.


"Maksudnya itu gimana adin. Karena dimana ada adin disitu ada ferdi hahahah" Jawab rey.


"Ih apaan si lo udah ah gue ngantuk" Jawab adin sambil menaha rasa malu nya.


"Dih dih dia malu, pipi elo tuh udah merah kaya udang rebus haha" Ledek rey.


"Lo serius suka sama adin?" Tanya intan menyelidik dan hanya di jawab anggukan saja oleh ferdi.


"Bohong ya lo? Dulu aja bang chandra begitu tuh sama si adin" Tegas ratna.


"Gue bukan cowo yang kaya chandra. Lo tanya aja noh sama si rey" Jawab ferdi.


"Ko gue" Menunjuk diri nya sendiri.


"Iya emang elo" Jawab ferdi.


***


Jam 12.00 malam. Keadaan villa yang sudah sepi karena mereka sudah pada tertidur nyenyak. Tidak dengan adin, ia malah terbangun karena merasa haus, adin pun turun untuk mengambil minum.


Ketika sedang di dapur tiba-tiba listrik pun padam dan sontak membuat adin terkejut dan teriak histeris.


"Aaaaaaaaa" Teriak adin.


"Mama adin takut hiks...hiks...hiks..." Kata adin sambil memeluk kaki nya yang gemetar.


Adin pun mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekat ke arah nya. "Si.... Siapa itu?" Tanya adin terbata-bata.


"Din apa itu elo?" Tanya pria itu.

__ADS_1


__ADS_2