Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Chandra


__ADS_3

Aku duduk bersama temanku, tapi hanya sebentar sebab tak lama aku pergi meninggalkan mereka karna aku ingin diam sendiri di kamar.


"Aku masuk ya, pengen rebahan sambil dengerin musik kayanya enak" ucapku.


"Oke, aku juga mau pulang" jawab keduanya.


Ketika sudah di kamar aku beranjak ketempat tidurku sambil mendengarkan musik yang ingin aku dengar, hanya dalam sekejap aku langsung tertidur pulas sampai bangun keesokan paginya entah karna aku kelelahan atau apa sampai aku tertidur pulas seperti itu.


Paginya aku langsung bangun dan mengecas ponselku yang ketika aku lihat sudah mati dan aku bergegas untuk ke sekolah, di perjalanan aku hanya diam tidak ada satu suara pun yang aku keluarkan, karna aku ngerasa kek males aja gitu buat sekolah, engga ada semangatnya sama sekali.


Gdebukkk....


"Awwww....." jeritku.


"Hahahahahahaha" serentak teman-temanku mentertawakanku dengan lepas.


"Kalian itu ya bukannya bantuin aku malah ketawain aku, kalian itu teman aku bukan sih?" ketusku.


"akamu mah ini aneh, engga ada angin engga ada hujan malah jatuh" ucap Ratna.


"Mangkanya, kamu tuh kalau lagi jalan jangan sambil melamun untung aja cuma kesandung, coba kalau kamu sampe kesambet gimana?" sambung Intan.

__ADS_1


"Ih aintaaaaaan, yaudah bantu aku bangun" ucapku.


"OGAH...!!!" ucap Ratna Aulia Intan dengan serempak dan langsung meninggalkanku.


"Hey kaliaaaaaan jangan tinggalin aku...Tunggu aku... Aduh... Awas ya kalau kalian ada yang butuh bantuan aku, aku engga akan mau bantuin kalian!" teriak aku kepada mereka sambil berlari mengejar mereka.


Sampai di sekolah aku diam saja kepada mereka yang meninggalkanku tadi, dari pagi sampai aku akan pulang pun aku tetap saja diam kepada mereka, biarkan saja mereka suruh menganggapku bahwa aku marah padanya.


"Adiiin......" teriak Rey.


"Iya" jawabku singkat sambil berjalan tanpa menoleh kepadanya.


"Tungguin gua kenapa, gua mau ngomong kampret, penting ini tentang lu" jawabnya sambil mengejarku, karna aku sudah agak jauh di depannya.


"Haduh lu cepet banget si jalannya kan gua bilang tunggu bentar, haduh gua gini amat ya jadi pak comblang kalau bukan karna sahabat gue, gue mana mau, bisa-bisa jantungan gue kalau begini terus" gerutunya sambil ngos-ngosan karna mengejarku tadi.


"Yaudah iye gue minta maaf lu mau ngomong ape, gua udah diem nih awas ya kalau engga penting gua tabok luh" jawabku sambil menyilangkan kedua tanganku ke dada.


"Yaudah bentar gua atur nafas gue dulu cape nih gue" Jawab rey.


"Lu dapet salam" Sambung rey.

__ADS_1


"Ah engga penting gua juga tau pasti salam dari dapur 'kan?" Ketusku sambil melanjutkan perjalananku.


"Hih ampun gua mah sama elu, nanti kenapa si jangan dulu jalan, lu itu dapet salam dari yang kemarin elu ketemu cowo di mobil itu" Jawabnya lagi.


Sontak membuatku diam seribu bahasa dan merasa berbunga-bunga tapi aku tetap cuek pura-pura tidak tau.


"Diem kan lu"


"Emang siapa? Gue engga tau yang mana kali, kemarin kan gue ketemu sama banyak orang" Sahutku.


"Chandra" Jawabnya singkat.


"Oh jadi namanya chandra gue jadi tau siapa dia hahaha" Gumamku dalam hati sambil senyum-senyum.


"Engga tau gue yang mana kali gue engga kenal" Jawabku kepada rey.


"Itu loh yang waktu itu gua jual lu ke dia" Jawab rey.


"Oh" Jawaban singkat ku.


"Etsue parah lu udah ah bodo amat gua udah nyampein mau salam balik mau engga gimana lo" Jawab rey.

__ADS_1


Aku tak menghiraukannya karna aku tak peduli walaupun sebenarnya aku peduli karna pada akhirnya aku mengetahui namanya tanpa aku harus mengejar-ngejarnya.


__ADS_2