
Satu bulan sudah Adin berada di rumahnya, kini rumah besar Ardi Wijaya semakin ramai karena adanya si kembar LA.
Hari ini adalah hari senin, yang dimana sang Daddy sudah kembali bekerja dan tinggal menyisakan sang mommy dan anak sulungnya Kalan.
"Mom yang ini namanya siapa, mom?" tanya Kalan kepada sang mommy sambil menunjuk adik kembarnya itu.
"Sini nak" ucap Adin kepada Kalan. Kalan pun mendekat ke arah Adin sambil membawa mainannya yang di belikan oleh aunty Friska dan om Rijal.
"Sini mom kasih tau Kalan ya. Kalau yang ini namanya Tikha, Tikha ini adik pertama mu, Tikha punya mata agak sipit ka. Kalau yang itu namanya Tisha, adik kamu yang kedua, kalau Tisha ini punya mata yang besar. Kalan harus bisa bedain yang mana Tikha dan yang mana Tisha ya nak" jelas sang mommy. Kalan pun menganggukan kepalanya seraya mengatakan iya.
"Kalan mau cium adik bayi boleh mom?"
"Boleh dong. Ayo kamu cium" Kalan pun mendekat dan kemudian mencium adik kembarnya itu.
Tak selang beberapa lama, ponsel Adin pun bergetar menandakan bahwa ada panggilan masuk. Dilihatlah layar ponselnya nama sang suami lah yang menghubunginya menggunakan panggilan video, Adin pun langsung menggeser icon hijau untuk mengangkatnya.
Adin : Hallo Daddy.
Kalan yang mendengarnya pun langsung mendekat ke arah sang mommy.
Kalan : Eddy.
Ardi : Hay boy, kamu ada di kamar adik kembar mu?
Kalan : No eddy, Kalan lagi di kamar mommy, adik bayinya di bawa ke kamar mommy.
Ardi : Oh gitu baiklah nak, apa kalan sudah bisa membedakan adik kembar mu?
Kalan : Sudah eddy, adik Tikha yang punya mata sipit, kalau adik Tisha yang punya mata besar.
Ardi : (tertawa mendengar penuturan sang anak sulungnya)
Kalan : Ko eddy tertawa? Eddy kalan mau main dulu ya sama bibi suster, dadah eddy.
Ardi : Baiklah sayang.
Ponsel nya pun beralih kepada Adin.
Adin : Kamu kenapa telpon aku mas? Ada apa? Apakah ada masalah?
Ardi : Hanya rindu.
Adin : Loh, kan tiap hari juga kita ketemu mas, masa kamu udah rindu lagi aja, baru juga beberapa jam yang lalu pergi ke kantor.
Ardi : Sayang asal kamu tau kamu itu candu buat aku. Aku jadi pengen terus deket-deket sama kamu. Pengen peluk kamu aja gitu. Mas pulang ya?
Adin : (Bersemu merah) mas apa sih, jangan gombal deh.
__ADS_1
Ardi : (Terkekeh) mas ga gombal sayang, itu emang kenyataannya. Mas pengen pulang aja deh rasanya.
Adin : Mas udah ah kamu kerja lagi gih, nanti aku antarkan makan siang ke kantor mu.
Ardi : Sungguh?
Adin : Iya mas.
Ardi : Mas tunggu ya.
Adin : Iya.
Ardi : Yaudah mas tutup ya panggilannya, mas tunggu kamu.
Adin : Oke daddy.
Tuuut... Panggilan pun di putus oleh Ardi.
Adin hanya menggelengkan kepalanya saja ketika melihat tingkah laku suaminya itu, semakin hari semakin manja saja kepadanya.
***
Di perusahaan WJY CROP
Ardi yang mendengar bahwa sang istri akan datang ke kantornya pun langsung menghubungi asistennya untuk membelikan bunga kesukaan sang istri tercintanya.
Ardi : Nicholas belikan aku satu buket bunga untuk istriku.
Tuut.. Sambungan pun langsung di putus oleh Ardi.
***
Jam makan siang pun tiba, kini Adin sudah berada di parkiran perusahaan WJY crop, Adin diantar oleh supir pribadi keluarga Ardi Wijaya. Adin pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya dengan anggun.
Para pegawai perusahaan WJY crop begitu terpana ketika melihat istri dari sang bos besarnya datang ke kantornya itu. Bagi yang belum tau siapa Adin sebenarnya pasti akan mengira bahwa Adin masih lah anak gadis dengan penampilannya seperti saat ini.
Dengan menggunakan dres selutut tanpa lengan dengan di padupadakan dengan jaket jeans yang melekat dengan tubuhnya itu, tak lupa high heels dengan tinggi 5 cm dan rambut yang di gelung ke atas, memamerkan leher jenjang milik nya itu.
Adin terus tersenyum melihat para pegawai yang bekerja di kantor suaminya itu melihat dengan tatapan dambanya. Ketika para pegawai tersadar dengan lamunannya, mereka langsung bergegas kembali melanjutkan pekerjaannya yang sebentar lagi akan tertunda oleh jam istirahat.
Adin pun terus melangkah menuju ruangan suaminya.
"Apa suamiku ada?" Tanyanya kepada sekertaris Ardi.
"Ada nyonya muda" Jawab nya. Adin pun menganggukan kepala nya dan kemudian mendorong pintu ruangan sang suami.
Terlihat lah Ardi yang masih sibuk dengan beberapa berkas yang kini ada di genggaman tangannya dengan kacamata yang masih bertengger di wajahnya itu.
__ADS_1
Mendengar pintu di dorong dari luar, Ardi pun mendongakan kepalanya untuk melihat siapa yang datang ke ruangannya itu.
"Sayang" Panggilnya ketika melihat sang istri lah yang datang ke ruangannya itu.
Ardi pun langsung melepaskan berkas-berkasnya dan bangun dari duduknya untuk menghampiri sang istri dengan sebuah kecupan manis di keningnya.
Cup.. Tak lupa Ardi pun memberikan satu buket bunga kepada sang istri.
"Ini untuk istri ku tercinta" Ucapnya.
Adin pun tersenyum merona, ia pun kembali mencium pipi sang suami.
"Mas aku bawain kamu makanan, ayo kita makan siang dulu" Ucap nya dan Ardi pun menganggukan kepalanya.
Adin pun berjalan terlebih dahulu, Ardi yang tersadar dengan style sang istri pun langsung mendekat.
"Sayang apa maksudnya ini?" Tanyanya ketika melihat rambut Adin yang di gelung ke atas.
"Aku engga ngerti mas" Jawabnya dengan masih sibuk dengan makanannya.
"Ini sayang, aku enga suka" Ucapnya sambil membuka gelungan rambutnya.
"Mas gerah" Rengeknya.
"Aku engga suka leher kamu terekspos, keliatan sama cowo lain. Aku engga rela kalau istri ku bisa di lihat oleh pria lain dengan mudah" Ucapnya rajuk.
"Yaudah iya, aku minta maaf ya mas"
"Iya sayang mas maafin"
"Makasih. Yaudah ayo mas kita makan siang dulu"
"Iya sayang"
Mereka berdua pun makan siang bersama dengan keromantisan dan keuwuan yang mereka miliki.
.
.
.
.
.
Kaget ya dapet notif? ππ aku juga kaget tiba tiba aja pengen nulis mom adin dan daddy ferdi ππ semoga rindu kalian terobati yaβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
Semoga kalian sukaakπ€π€π€
Jangan lupa like, komen dan kasih vote nya yaπππ