
Ferdi : Loh terus friska kenapa sayang?
Adin : Gatau, tapi aku lihat sedari tadi dia selalu tersenyum saja sayang, ketika aku tanyakan kenapa, dia hanya menjawab bahwa dia bahagia bisa melihat aku bahagia.
Ferdi : Apa dia sedang jatuh cinta?
Adin : Akan aku selidiki.
Ferdi : Baiklah, yaudah kamu istirahat ya, udah malam juga.
Adin : Iya sayang, kamu juga harus istirahat. Jaga kesehatan mu, sampai bertemu di minggu depan.
Ferdi : Iya sayang, sampai bertemu di minggu depan.
Tut.. Tanda sambungan terputus.
Adin pun menyimpan ponsel di nakas nya. Karena rasa lelah ia pun tertidur.
***
Sinar mentari yang sudah di sambut hangat oleh sang penguasa bumi. Memiliki cahaya dan warna yang begitu sangat indah ketika melihat nya.
Adin yang merasa terusik karena cahaya itu pun perlahan membuka kan mata nya. Ia meninggalkan kasur empuk nya itu untuk membersihkan diri nya. Karena hari ini ia harus pergi ke kantor dan mengantarkan friska kembali.
Setelah sudah selesai berkutat di kamar mandi, adin pergi menuju dapur nya untuk membuat kan sarapan untuk nya dan juga untuk friska.
Friska yang sudah bangun dari mimpi indah nya pun bergegas membantu sang calon kaka ipar nya itu.
"Selamat pagi mba adin.." Sapa friska.
"Pagi juga friska" Jawab adin.
Mereka berdua pun menyantap sarapan nya sampai habis. Setelah beberapa menit menghabiskan makanan nya, adin memulai pembicaraan dengan friska sambil berjalan ke arah mobil untuk mengantarkan friska terlebih dahulu.
"Fris...?"
"Iya mba?"
"Semalam kaka mu menghubungi mba. Kata nya jantung mu mau lompat dan kamu butuh nafas buatan. Memang nya apa yang terjadi dengan mu?"
Friska yang mendengar pertanyaan dari mba nya itu menahan wajah nya agar tidak memerah dan malu. "Kenapa ka ferdi harus kasih tau mba adin sih, kan aku jadi malu" Gerutu friska dalam hati.
"Fris?" Panggil adin lagi karena friska yang tidak ada jawaban.
"Eh iya mba kenapa?"
"Loh kamu ngelamun sih. Ayo lagi ngelamunin apa?"
"Pekerjaan mba. Ya aku lagi mikirin pekerjaan ku yang udah numpuk mba"
__ADS_1
"Kalau bohong idung kamu panjang ya kaya pinokio"
"Ish ko mba gitu sih"
"Ketahuan hayo kamu bohong ya"
"Baiklah baik aku akan jujur pada mba"
"Apa?"
"Emmm.... "
"Ya?"
"Aku kemarin kenalan sama salah satu teman pria mba"
"Rijal?"
"Loh ko mba langsung bisa nebak gitu sih?" Tanya friska heran.
"Ya karna hanya dia dan rey aja sahabat pria mba, dan hanya rijal yang ga punya kekasih"
"What???!!" Pekik friska.
"Loh kamu kenapa ko kaget begitu?"
"Masa sih mba pria setampan ka rijal belum punya kekasih"
"Sudah sampai" Teriak friska kegirangan.
"Haish kau ini malu ya, sampai-sampai sangat senang jika sudah sampai di kantor mu"
"Hehe. Yaudah friska masuk ya mba dadah i love you" Kata friska sambil mencium pipi sang kaka ipar.
"Love you too" Balas adin.
Friska pun berlari untuk menuju ke ruangan nya karena ia sangat malu kepada calon kaka ipar nya itu.
"Friska friska" Gumam adin sambil tersenyum dan geleng-geleng kan kepala nya.
Adin pun mengendarai mobil nya lagi untuk menuju ke kantor nya.
Setelah satu jam berperang dengan macet nya perjalanan kota jakarta, akhirnya adin pun sampai di kantor nya. Ia pun langsung menuju ruangan nya.
Ia pun langsung mengerjakan semua tugas nya karena memang tugas nya sudah menumpuk.
***
Adin yang sedang sibuk dengan setiap dokumen nya, berbeda hal nya dengan ferdi. Ferdi yang sibuk dengan para pasien nya. Ia sudah beberapa kali keluar masuk ruang operasi dari malam sampe pagi ini. Karena ia kebagian bertugas di malam hari. Ia mengambil banyak pekerjaan sebelum mengambil cuti menikah nya. Dokter tampan itu akan mengambil cuti menikah selama seminggu untuk sekalian berbulan madu bersama dengan kekasih nya itu. Untuk masalah perusahaan ia tetap mempercayai nicholas tangan kanan nya itu.
__ADS_1
***
Di perusahaan yang di pegang oleh friska. Terlihat friska yang sedang senyum-senyum sendiri mengingat kejadian kemarin. Apalagi setelah ia mengetahui bahwa pria tampan itu belum memiliki kekasih.
"Ka rijal... Oh ka rijal" Kata friska sambil senyum senyum.
Tok.. Tok.. Tok..
Friska yang kesal karena suara ketukan pintu itu pun memberhentikan pemikiran nya terhadap rijal dan tetap menyuruh nya untuk masuk.
"Masuk.." Teriak friska dari dalam.
"Permisi bu maaf mengganggu waktu nya, saya hanya ingin menyampaikan bahwa akan ada pertemuan dengan client di restoran dekat kantor bu"
"Kau memang sangat mengganggu, asisten via. Baiklah kau atur saja semua nya, dan beritahukan saya kembali jika sudah waktu nya"
"Saya minta maaf bu. Kalau begitu saya permisi"
"Iya"
Friska pun kembali membayangkan pertemuan nya dengan rijal.
***
Friska yang tengah bersiap-siap untuk bertemu dengan klien pun, friska dan asisten nya pun melangkah kan kaki nya menuju restoran yang sudah di setujui.
Friska yang terlihat sangat cantik dengan menggunakan pakaian kerja nya sekarang, ia terlihat begitu sangat elegan.
Friska keluar dari mobil dan melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam restoran tersebut. Seketika mata nya membulat sempurna setelah asisten nya berkata 'maaf tuan sudah menunggu lama' karena itu adalah klien nya saat ini. Tanpa di sangka oleh friska bahwa klien nya hari ini adalah pria tampan nya itu.
"Tampan" Celetuk friska membuat asisten nya, rijal dan asisten rijal menahan tawa nya itu.
"Selamat siang Nona friska" Sapa rijal.
"Eh iya ka rijal" Jawab friska.
Dan membuat dua asisten nya itu saling tatap dan mengerutkan kening nya. Karena mereka tidak tahu menau tentang perkenalan mereka, yang tiba-tiba saja sudah memanggil nya dengan sebutan nona dan ka,m tanpa embel-embel tuan dan ibu.
"Silahkan duduk"
"Iya terimakasih"
"Friska ga nyangka bahwa perusahaan ka rijal yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan ku ka" Lanjut friska.
"Sama hal nya dengan ku, aku juga ga nyangka kalau aku mengajukan kerja sama dengan perusahaan mu"
"Baiklah, sekarang kita bahas masalah perusahaan dulu ya ka, baru kita bahas yang lainnya"
"Baik"
__ADS_1
Mereka ber empat pun, membahas mengenai kerja sama nya. Tiga puluh menit kemudian, friska yang sudah mengerti tentang kerja sama itu pun menyetujui nya. Dan akhirnya perusahaan yang di kelola oleh mereka berdua menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
Setelah melakukan kerja sama, mereka ber empat pun menyantap makanan sambil berbincang-bincang mengenai apapun yang ada di otak mereka, sampai mereka ber empat mengeluarkan tertawa renyah nya.