
Hari ini hari liburku setelah selesai merapihkan semua tugas rumah, aku mulai ke kamar dan kembali memainkan ponsel, aku paling jarang sama yang namanya menonton televisi sebab berada di dalam kamar dan bermain ponsel itu adalah tempat ternyaman sepanjang masa.
Dret... dret... Ponselku bergetar menandakan bahwa ada notifikasi dari ponsel itu, setelahku lihat ternyata ada pesan whatsapp grup dari teman-temanku yang sudah menumpuk.
Percakapan via grup
Aulia : hay guys aku punya cerita nih.
Aulia : kaliiiiiaaaaann.
Aulia : huh kalian.
Intan : cerita apa aku kepo nih?
Aulia : nanti ya tunggu yang lain bales dulu dong biar seru.
Intan : oke kalau gitu.
Aulia : wahai penghuni grup ini keluarlah keluarlah.
Ratna : haaaaaadiiiiiirrrrrr.
Intan : satu lagi belom nongol.
Ratna : adiiiiiiiin keluarlah adiiiiiin.
Aulia : adin hey kamu sibuk sekali.
Intan : adiin so sibuk kamu, si adin mah sibuk memikirkan dia yang tak pasti huuuu belum tentu dia memikirkan kamu juga adiiiiiiiin.
__ADS_1
Aulia : tau adin so sibuklah huuuu.
Aulia : iya adin ih mikirin cowo terus kamu.
Adin : hadiiiiiir.
Adin : yeh siapa bilang aku lagi mikirin dia orang aku lagi berusaha untuk lupain wle (memberikan emotikon melet kepada mereka).
Intan : yakin kamu mau mulai ngelupai? Bukannya kamu tergila-gila ya sama dia?
Ratna : tau kamu Din, orang kamu tergila-gila ko sama dia.
Adin : kalian so tau deh orang aku udah melupakannya.
Aulia : udah udah aku mau cerita ini. Kenapa jadi kalian yang menyerang adin?
Intan : iya memangnya ada apa?
Aulia : engga ada apa-apa sih sebenarnya hahahaha.
Adin : hah? Ya ampun aauuuuullllliiiiiiaaaaa.
Ratna : dikira aku ada apa ah kamu ngeselin deh aul.
Intan : tau kamu ganggu istirahat ku saja.
Aulia : hahahaha kena kalian abis aku bete maka dari itu aku ngechat kalian saja di grup, biar rame sorry.
Adin : huh dasar kamu.
__ADS_1
Intan : yasudah kalau begitu kita serang si adin aja hahahaha.
Adin : maksud kamu?
Intan : aku akan video call kalian angkat yaaaa.
Adin Aulia Ratna : oke.
Kemudian kami pun melakukan video call.
Setelah setengah jam kami melakukan video call aku mematikannya karna aku disuruh untuk membeli sebuah makanan keluar rumah, aku meminta izin kepada mereka untuk mematikan video callnya itu. Dan aku membeli sebuah makanan. Ketika arah pulang hatiku bergumam.
"Udah beberapa hari ini aku engga liat dia, kemana ya dia?" Ucapku dalam hati.
Setelah aku berbicara seperti itu tiba-tiba.
"Hay adin" Ucap seorang pria kemudian tersenyum kepada ku.
"Siapa dia? Ko bisa kenal sama aku? Tapi aku kaya pernah liat tapi dimana yaaa?" Gumamku dalam hati sambil terus berfikir.
"Ah udahlah pusing pala ku lama-lama, biarin aja" Sambungku lagi.
Tak lama aku sampai rumah, aku memberikan makanan pada mamah dan langsung memasuki kamar lagi, dan kembali memikirkan pria itu lagi.
"Hmmmm siapa ya dia? Ko bisa Kenal sama aku?Kenal dimana dengan ku?" Gumamku bingung.
"Oh no. Itu kan dia, dia yang aku liat waktu itu, mau kemana dia?" Sambungku, setelah ingat siapa dia.
"Udah berapa lama aku engga ketemu sama dia, kemana aja ya dia. Eh eh kenapa ini ko jantung ku seperti mau copot lagi ya" Lanjutku.
__ADS_1